Senin, 20 Juli 2026

Modal Menuju Porprov 2027, Tim Basket Kediri Sabet Juara Kejurprov 3x3 Jawa Timur

 

PRESTASI - Tim Persatuan Bola Basket Pare sukses mempersembahkan medali emas pada ajang Kejurprov Basket 3x3 Jawa Timur di Atom Sport Center Surabaya(photo by tribunjatim)



KEDIRI
– Prestasi gemilang berhasil ditorehkan cabang olahraga bola basket Kabupaten Kediri. Tim Persatuan Bola Basket Pare (Perbaspa Pare) sukses membawa pulang medali emas pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Basket 3x3 Jawa Timur 2026.

Kompetisi tersebut digelar di Atom Sport Center Surabaya pada 17-19 Juli 2026 dan diikuti hampir 200 klub basket dari berbagai daerah di Jawa Timur. Para peserta bertanding dalam sejumlah kategori usia yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara.

Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Kediri, Miftahul Ulum, mengatakan keikutsertaan Perbaspa Pare pada kategori U-21 atau kelahiran 2005 merupakan bagian dari program persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

"Tahun ini Kejurprov mempertandingkan nomor 5 lawan 5 dan 3 lawan 3. Kami mengikuti nomor 3x3 kelompok umur 21 tahun karena memang menjadi bagian dari persiapan tim Porprov Kabupaten Kediri," ujar Ulum saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).

Pada nomor 3x3 tersebut, Perbaspa Pare menurunkan satu tim yang berisi empat pemain. Tiga pemain menjadi pemain inti, sedangkan satu atlet lainnya disiapkan sebagai pemain cadangan.

Empat pemain yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Kediri yakni Felix Fie Navarine, Ignatius Christian Adiwijaya, Steven Arya Giovanni, serta Axel Jevan Whyte yang dipercaya sebagai kapten tim.

Perjalanan Perbaspa Pare menuju podium juara berlangsung sangat meyakinkan. Sejak pertandingan penyisihan hingga laga final, tim asal Kabupaten Kediri tersebut mampu mempertahankan catatan sempurna tanpa mengalami satu pun kekalahan.

Pada pertandingan puncak, Perbaspa Pare berhasil menundukkan tim Undika Surabaya. Kemenangan tersebut memastikan medali emas Kejurprov Basket 3x3 Jawa Timur 2026 menjadi milik Kabupaten Kediri.

"Alhamdulillah, sejak babak penyisihan hingga final kami tidak terkalahkan sama sekali sehingga berhasil menjadi juara pertama dan membawa pulang medali emas," ungkap Ulum.

Atlet Mahasiswa Tetap Konsisten Berlatih

Ulum menjelaskan, sebagian besar pemain yang memperkuat Perbaspa Pare saat ini berstatus mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi ternama di Surabaya. Meski memiliki kesibukan akademik, para atlet tetap mampu menjaga kualitas latihan dan performa di lapangan.

Kapten tim Axel Jevan Whyte diketahui menempuh pendidikan di Universitas Surabaya (Ubaya). Sementara pemain lainnya berasal dari Universitas Ciputra dan Universitas Airlangga.

Menurut Ulum, aktivitas sebagai mahasiswa tidak menjadi hambatan bagi para pemain untuk terus berkembang. Mereka tetap aktif berlatih bersama tim basket kampus masing-masing yang juga mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Selain itu, para pemain tetap menjalani latihan bersama Perbaspa Pare setiap akhir pekan. Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk memperkuat strategi, komunikasi, dan kekompakan tim.

Persiapan Porprov 2027 Mulai Disusun

Keberhasilan meraih emas pada Kejurprov Basket 3x3 Jawa Timur menjadi modal penting bagi Perbasi Kabupaten Kediri dalam menatap Porprov Jawa Timur 2027.

Ulum mengatakan, setelah capaian tersebut, pengurus akan mulai menyusun program pembinaan secara lebih serius, termasuk menentukan jajaran pelatih untuk setiap kategori yang akan dipertandingkan.

"Setelah ini kami akan berkoordinasi dengan pengurus untuk menentukan head coach. Nantinya setiap kategori, baik 5 lawan 5 putra-putri maupun 3x3 putra-putri, akan memiliki pelatih masing-masing agar pembinaan lebih fokus," jelasnya.

Setelah struktur kepelatihan terbentuk, Perbasi Kabupaten Kediri akan menggelar proses seleksi pemain untuk membentuk skuad terbaik yang diproyeksikan tampil pada Porprov Jawa Timur 2027.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Perbaspa Pare. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga bola basket di Kabupaten Kediri berjalan semakin baik.

"Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan membawa nama harum Kabupaten Kediri pada ajang yang lebih tinggi. KONI Kabupaten Kediri akan terus mendukung pembinaan atlet demi terwujudnya prestasi olahraga yang membanggakan," ujar Hakim.

Dengan raihan emas tersebut, Perbaspa Pare tidak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi juga memberikan sinyal positif terhadap kesiapan tim bola basket Kabupaten Kediri dalam menghadapi persaingan pada Porprov Jawa Timur 2027 mendatang.(red/lis)

Tarung Juara Sejati Sabuk Wali Kota Kediri Jadi Ajang Pembinaan Atlet dan Karakter Generasi Muda


ATLET - Sebanyak 118 atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Combat Sport 'Tarung Juara Sejati' Sabuk Wali Kota Kediri yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke-1147. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.(photo by tribunjatim)



KEDIRI – GOR Jayabaya Kota Kediri menjadi pusat perhatian para pencinta olahraga bela diri saat ajang Combat Sport "Tarung Juara Sejati" Sabuk Wali Kota Kediri digelar, Minggu (19/7/2026). Turnamen tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke-1147.

Sebanyak 118 atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Ratusan penonton turut memadati arena pertandingan untuk menyaksikan aksi para petarung yang tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas ring.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati hadir secara langsung untuk membuka sekaligus menyaksikan jalannya pertandingan. Sejak laga pertama dimulai, atmosfer kompetisi terasa kuat dengan para atlet yang saling beradu teknik, strategi, dan kekuatan fisik.

Turnamen ini menggunakan sistem one match atau satu kali pertandingan. Berbagai kategori dipertandingkan, mulai dari kelas amatir, profesional, atlet, hingga laga khusus antar-influencer yang menjadi salah satu hiburan tersendiri bagi penonton.

Pertandingan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga malam hari dan ditutup dengan partai utama. Sepanjang kejuaraan, para atlet tidak hanya menunjukkan kemampuan bertarung, tetapi juga memperlihatkan nilai sportivitas dalam setiap pertandingan.

Dalam sambutannya, Vinanda mengatakan olahraga bela diri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi generasi muda.

Menurutnya, melalui kompetisi seperti Tarung Juara Sejati, para atlet dapat belajar mengenai nilai-nilai penting seperti kegigihan, disiplin, pengendalian diri, dan rasa saling menghormati.

"Melalui Tarung Juara Sejati ini, sebagai wadah bagi generasi muda untuk bisa mempelajari nilai-nilai yang ada dalam pertandingan ini, seperti kegigihan, kedisiplinan, serta pengendalian diri. Sehingga diharapkan anak-anak yang mengikuti pertandingan ini bisa menjadikan lawannya sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan, bukan malah menjadikannya sebagai musuh," ujar Vinanda.

Ia menilai pembinaan olahraga memiliki peran strategis dalam memberikan ruang positif bagi generasi muda. Aktivitas olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk menghindarkan anak muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti lingkungan yang kurang baik, penyalahgunaan narkoba, maupun pola hidup tidak sehat.

Vinanda juga mengingatkan para atlet agar tetap mengutamakan sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga bagaimana seorang atlet mampu menunjukkan sikap profesional dan menghargai lawan.

"Saya mengajak seluruh atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas, bertanding secara sehat, serta tetap menghormati lawan di dalam maupun di luar arena pertandingan," katanya.

Selain memberikan pesan kepada atlet, Wali Kota Kediri juga meminta para wasit menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berintegritas. Menurutnya, keputusan yang adil menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas dan kepercayaan terhadap sebuah kompetisi.

Apresiasi juga diberikan kepada para pelatih dan ofisial yang telah berperan dalam membina para atlet hingga mampu tampil di ajang tersebut. Vinanda menilai keberhasilan seorang atlet tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh tim pendukungnya.

"Semoga dari ajang ini lahir atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya mengharumkan nama Kota Kediri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional," harapnya.

Melalui penyelenggaraan Tarung Juara Sejati, Pemerintah Kota Kediri berharap olahraga combat sport semakin berkembang dan mampu menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda potensial yang membawa prestasi bagi daerah.(red/lis)

Diduga Sebarkan Nomor Pelapor, Kepala SMKN 1 Kota Kediri Dilaporkan ke Polisi

 

KEDIRI – Seorang warga bernama Agung Setiawan resmi melaporkan Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Edi Suroto, ke pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana penyebaran data pribadi tanpa izin (doxing). Laporan pengaduan masyarakat tersebut diterima oleh SPKT Polres Kediri pada Senin (20/7/2026).


​Laporan tersebut resmi tercatat dengan nomor STTLPM/565/VII/2026/SPKT (Nomor Laporan: LPM/565.Sat Reskrim/VII/2026/SPKT).


​Kronologi Kejadian


​Berdasarkan uraian dalam surat laporan, peristiwa ini bermula pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 17.27 WIB. Pelapor (Agung Setiawan) mengirimkan tautan (link) berita mengenai dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan SMKN 1 Kota Kediri ke nomor WhatsApp pribadi Kepala Sekolah, Edi Suroto, untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.


​Namun, mengonfirmasi pesan tersebut justru berujung intimidasi. Selang 30 menit tanpa adanya tanggapan resmi dari pihak kepala sekolah, pelapor mendadak dibanjiri pesan dan panggilan telepon dari belasan nomor tidak dikenal yang berisi pesan intimidatif terkait pertanyaan yang dikirimkannya.


​Penyebaran Data Pribadi dan Intimidasi Massal


​Pelapor menduga nomor ponsel miliknya disebarluaskan tanpa izin oleh Terlapor ke dalam grup WhatsApp internal sekolah. Tidak hanya itu, diduga terdapat arahan kepada para siswa SMKN 1 Kota Kediri untuk memposting tangkapan layar percakapan beserta nomor ponsel pelapor di status WhatsApp mereka.


​Merasa sangat dirugikan, terintimidasi, dan privasinya terancam akibat penyebaran data pribadi tersebut, Agung Setiawan memutuskan untuk menempuh jalur hukum.


​Surat tanda terima laporan ini ditandatangani langsung oleh Agung Setiawan selaku pelapor, serta disahkan oleh KA SPKT u.b. PAMAPTA II Polres Kediri, IPDA Susanto, S.H., M.H., M.Si.


​Ancam Pidana Penjara dan Denda Milyaran Rupiah


​Aksi penyebaran nomor kontak pribadi tanpa konsen/izin pemiliknya (doxing) merupakan pelanggaran serius di mata hukum Indonesia. Dalam laporan ini, Terlapor disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) serta UU ITE.


​Dasar Hukum Pelanggaran Data Pribadi:


*​Pasal 67 Ayat (2) UU No. 27 Tahun 2022 tentang PDP:

"Setiap Orang yang dengan sengaja dan melawan hukum mengungkapkan Data Pribadi yang bukan miliknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah)."


*​Pasal 67 Ayat (1) UU No. 27 Tahun 2022 tentang PDP:

Ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) bagi setiap orang yang memperoleh atau mengumpulkan data pribadi yang bukan miliknya secara melawan hukum.(red/lis)

Minggu, 19 Juli 2026

Pelindo Tambah Area Tunggu Kendaraan untuk Atasi Kepadatan di Pelabuhan Tanjung Perak


Truk ODOL mengantre untuk memasuki kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.--(photo by memorandum)


SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan kepadatan antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bukan disebabkan oleh keterbatasan kapasitas pelabuhan. Kondisi tersebut lebih dipengaruhi meningkatnya volume kendaraan serta sejumlah faktor operasional yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menjelaskan bahwa kapasitas terminal untuk melayani kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) masih mencukupi. Namun, terdapat sejumlah faktor eksternal maupun internal yang memengaruhi kelancaran arus kendaraan menuju area pelabuhan.

"Dari sisi eksternal, antrean dipengaruhi oleh penyesuaian pasang surut air laut yang menentukan waktu kegiatan bongkar muat, keterlambatan kedatangan kapal, serta adanya kendaraan dengan kondisi over dimension dan over loading (ODOL)," ujar Purwanto.

Menurutnya, kendaraan ODOL berpotensi mengganggu operasional karena dapat menyebabkan kerusakan pada ramdoor kapal. Apabila hal tersebut terjadi, diperlukan waktu perbaikan sehingga berdampak pada kelancaran proses pelayanan kapal.

Selain faktor eksternal, peningkatan jumlah kendaraan yang menggunakan layanan kapal Ro-Ro juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kebutuhan ruang tunggu. Tingginya okupansi kapal membuat area penampungan kendaraan harus disesuaikan agar arus lalu lintas tetap terkendali.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pelindo telah melakukan sejumlah langkah, salah satunya dengan menambah kapasitas area tunggu kendaraan di kawasan eks Kantor BJTI. Selain itu, Pelindo juga menyiapkan pengembangan lahan tambahan di Jalan Teluk Lampung dan sekitar Terminal Mirah sebagai bagian dari strategi pengelolaan antrean.

Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menambahkan bahwa peningkatan antrean juga dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah.

"Aktivitas penyeberangan meningkat signifikan sehingga berdampak pada antrean kendaraan," katanya.

Sebagai langkah pencegahan agar kondisi serupa tidak kembali terjadi, Pelindo menyiapkan beberapa strategi, antara lain menyediakan area buffer kendaraan sehingga antrean tidak mengganggu badan jalan serta memanfaatkan eks Gedung BJTI sebagai lokasi penimbangan kendaraan.

Pelindo juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, seperti KSOP Utama Tanjung Perak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, perusahaan pelayaran, serta asosiasi logistik. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengatur jadwal keberangkatan kapal dan mengoptimalkan distribusi kendaraan.

Selain pengaturan operasional, Pelindo mendorong operator kapal agar menyediakan armada Ro-Ro dengan kapasitas lebih besar. Pelaku logistik juga diimbau memastikan kendaraan yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan, termasuk ketentuan dimensi dan berat muatan.

Pelindo memastikan kondisi antrean tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap biaya logistik maupun waktu tinggal kendaraan (dwell time), mengingat aktivitas pelayanan pelabuhan tetap berjalan secara normal.

Terkait adanya informasi mengenai dugaan pungutan liar (pungli) maupun parkir liar di kawasan pelabuhan, Pelindo menegaskan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap praktik tersebut. Pengawasan dilakukan melalui petugas lapangan, kamera pengawas (CCTV), serta koordinasi dengan aparat keamanan.

"Tidak ada praktik pungutan liar dalam layanan Pelindo. Jika ada indikasi, segera laporkan melalui kanal resmi atau Call Center Pelindo 102 dengan menyertakan bukti," tegas Purwanto.

Pelindo menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan guna menjaga kelancaran arus kendaraan serta mendukung kelancaran distribusi logistik nasional melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.(red/lis)

Dari Penunjuk Waktu hingga Pemantau Kesehatan, Smartwatch Makin Diminati Masyarakat

 

ILUSTRASI Smartwatch semakin digemari masyarakat.(photo by rdar malang)


MALANG – Kehadiran smartwatch atau jam tangan pintar kini semakin mudah dijumpai dalam keseharian masyarakat. Tidak hanya digunakan oleh pecinta teknologi, perangkat ini juga mulai menjadi bagian dari gaya hidup kalangan muda, pekerja aktif, hingga masyarakat yang ingin menjaga kesehatan dengan cara lebih praktis.

Jika sebelumnya jam tangan hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu sekaligus pelengkap penampilan, kini smartwatch berkembang menjadi perangkat multifungsi. Dengan dukungan teknologi digital, perangkat ini mampu membantu pengguna memantau aktivitas fisik, mengelola rutinitas, hingga memberikan informasi kesehatan secara langsung.

Salah satu alasan utama masyarakat mulai menggunakan smartwatch adalah keberadaan fitur pemantauan kesehatan dan kebugaran. Berbagai model menawarkan kemampuan seperti penghitung jumlah langkah, pemantau detak jantung, pengukur kualitas tidur, hingga pengingat agar pengguna lebih sering bergerak.

Bagi banyak pengguna, data yang muncul secara real-time menjadi dorongan untuk menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat. Informasi mengenai jumlah langkah harian, durasi olahraga, maupun kualitas istirahat dapat membantu seseorang mengevaluasi pola hidupnya dan membuat target kebugaran yang lebih terukur.

Selain mendukung kesehatan, smartwatch juga memberikan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari. Melalui perangkat yang berada di pergelangan tangan, pengguna dapat menerima notifikasi pesan, menjawab panggilan, mengatur jadwal, menggunakan alarm, hingga melakukan transaksi digital pada beberapa tipe tertentu.

Kemampuan tersebut membuat smartwatch menjadi pilihan bagi masyarakat dengan tingkat mobilitas tinggi. Pengguna tidak perlu selalu membuka ponsel untuk mengetahui informasi penting, sehingga aktivitas menjadi lebih efisien dan praktis.

Dari sisi pasar, meningkatnya penggunaan smartwatch menunjukkan adanya perubahan cara masyarakat memandang perangkat teknologi. Jam tangan tidak lagi hanya dinilai sebagai aksesori fesyen, tetapi juga sebagai perangkat pendukung kesehatan dan produktivitas.

Beragam produsen teknologi pun terus menghadirkan pilihan smartwatch dengan fitur dan rentang harga yang semakin bervariasi. Kondisi ini membuat perangkat tersebut tidak hanya menyasar kalangan tertentu, tetapi juga dapat dijangkau oleh berbagai lapisan pengguna.

Meski memiliki banyak manfaat, penggunaan smartwatch tetap perlu dilakukan secara bijak. Data kesehatan yang ditampilkan perangkat ini sebaiknya dijadikan informasi awal untuk memahami kondisi tubuh, bukan sebagai pengganti pemeriksaan medis profesional.

Pengguna juga disarankan memilih perangkat sesuai kebutuhan. Banyaknya fitur yang tersedia tidak selalu berarti seluruh fungsi akan digunakan secara maksimal. Pemilihan smartwatch yang tepat dapat membantu pengguna mendapatkan manfaat lebih besar tanpa mengeluarkan biaya untuk fitur yang tidak diperlukan.

Dengan perpaduan teknologi, kesehatan, dan produktivitas, smartwatch diperkirakan akan terus berkembang menjadi bagian dari kehidupan digital masyarakat modern. Perangkat ini tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga membantu banyak orang membangun kebiasaan hidup yang lebih aktif, sehat, dan terorganisasi.(red/lis)

Sabtu, 18 Juli 2026

Minibus Pengangkut Penumpang Terjun ke Jurang di Semen Kediri, Balita Empat Tahun Terluka


Minibus masuk jurang di Desa Joho, Kecamatan Semen siang tadi.(photo by radar kediri)


KEDIRI,
– Sebuah minibus yang mengangkut sejumlah penumpang dilaporkan terjun ke jurang di wilayah Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Minggu siang. Insiden tersebut sempat menggegerkan warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Minibus yang melaju menuju Desa Joho sempat berhenti di tanjakan setelah salah seorang penumpang dilaporkan terjatuh dari posisi duduk di dekat pintu kendaraan.

Saat sopir turun untuk memberikan pertolongan kepada penumpang tersebut, kendaraan yang hanya mengandalkan rem tangan diduga tidak mampu menahan beban di medan menanjak. Minibus kemudian bergerak mundur tanpa kendali hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang.

"Saya mendapat informasi ada penumpang yang terjatuh. Ketika sopir berusaha menolong, kendaraan justru meluncur mundur dan masuk jurang," ujar Dhea, salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Beruntung, sebagian besar penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum kendaraan terjun ke jurang. Diperkirakan terdapat sekitar empat hingga lima orang di dalam minibus saat insiden terjadi.

Seorang balita berusia empat tahun yang sedang tertidur di dalam kendaraan sempat ikut terbawa saat minibus masuk ke jurang. Korban berhasil dievakuasi warga dan petugas, kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

"Informasinya mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke puskesmas terdekat," tambah Dhea.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas juga masih menunggu peralatan evakuasi untuk mengangkat kendaraan karena lokasi berada di jurang dengan medan yang cukup curam.(red/lis)

Jumat, 17 Juli 2026

Harga BBM Nonsubsidi Turun, Pertamax Turbo hingga Dexlite Lebih Murah

  


Harga BBM terbaru(photo by radar kediri)


KEDIRI - Memasuki pertengahan tahun 2026, sejumlah badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia melakukan penyesuaian harga untuk beberapa produk BBM nonsubsidi. Kebijakan tersebut membawa kabar baik bagi masyarakat karena sejumlah jenis BBM mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.

Penyesuaian harga dilakukan oleh beberapa perusahaan, di antaranya PT Pertamina Patra Niaga, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, serta Mobil Indostation. Langkah ini merupakan respons terhadap perkembangan harga minyak mentah dunia, kebijakan fiskal pemerintah, serta upaya menjaga daya beli masyarakat.

Pertamina Turunkan Sejumlah Produk Unggulan

PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga beberapa produk BBM nonsubsidi. Penurunan paling besar terjadi pada produk diesel dan bahan bakar beroktan tinggi.

Berikut daftar harga terbaru BBM nonsubsidi Pertamina:

  • Pertamax Turbo turun Rp1.450 per liter, dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter.

  • Pertamina Dex turun Rp3.650 per liter, dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.

  • Dexlite turun Rp3.300 per liter, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 tetap dijual Rp17.000 per liter, sesuai penyesuaian yang berlaku sejak 10 Juni 2026.

Shell dan BP-AKR Ikut Sesuaikan Harga

Penurunan harga juga dilakukan oleh operator SPBU swasta sebagai bagian dari persaingan pasar.

BP-AKR menurunkan harga BP Ultimate Diesel menjadi Rp21.340 per liter dari sebelumnya Rp25.060 per liter. Adapun harga BP 92 tetap berada di Rp16.670 per liter, sedangkan BP Ultimate dipatok Rp17.240 per liter.

Shell Indonesia juga melakukan penyesuaian pada Shell V-Power Diesel, yang kini dijual Rp21.340 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp24.490 per liter.

Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Penyesuaian harga BBM dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari fluktuasi harga minyak mentah di pasar internasional, kebijakan fiskal pemerintah, hingga upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Bagi masyarakat, penurunan harga BBM nonsubsidi diharapkan dapat membantu menekan biaya transportasi harian sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di sektor logistik, distribusi, maupun usaha yang bergantung pada konsumsi bahan bakar.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi harga terbaru melalui kanal resmi masing-masing perusahaan penyedia BBM atau aplikasi digital resmi agar memperoleh informasi yang akurat sebelum melakukan pengisian bahan bakar.(red/lis)

Polres Kediri Gandeng Labfor Polda Jatim Usut Dugaan Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten


Polres Kediri bersama Tim Labfor Polda Jatim yang sedang mengecek lokasi pembakaran rumah janda di Desa Pranggan(photo by radar kediri)


KEDIRI
– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri masih terus mengusut kasus kebakaran rumah milik seorang perempuan di Desa Pranggang, RT 01 RW 02, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yang diduga sengaja dibakar. Untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran sekaligus mengidentifikasi pelaku, penyidik melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Angga Riatma melalui Kanit Resmob Ipda Candra Wahyu Widodo mengatakan laporan peristiwa tersebut diterima polisi pada Kamis (16/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Sejak menerima laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Hari ini kami telah menyelesaikan olah TKP bersama Tim Labfor Polda Jatim yang dipimpin AKP Rendi beserta personel, serta Tim Inafis Polres Kediri. Kami berharap hasil pemeriksaan ini dapat memberikan petunjuk sehingga kasus segera terungkap," ujar Candra, Jumat (17/7).

Menurutnya, hingga saat ini penyidik belum menetapkan tersangka karena masih mengumpulkan berbagai alat bukti. Polisi juga terus menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi.

"Untuk penetapan tersangka masih kami dalami. Anggota masih bekerja mengumpulkan rekaman CCTV dan keterangan saksi lainnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat perkara ini dapat terungkap," katanya.

Dari hasil olah TKP, penyidik menemukan sejumlah petunjuk. Salah satunya, terdapat sepeda motor yang ikut terbakar sebelum api kemudian merambat hingga menghanguskan mobil milik korban.

Selain itu, tim penyidik juga mengamankan sejumlah material dari lokasi kebakaran untuk diuji di Laboratorium Forensik.

"Nantinya akan diketahui apakah ada bahan tertentu yang digunakan untuk memicu kebakaran atau penyebab lainnya. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi bagian dari pembuktian dalam proses penyelidikan," jelasnya.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti lain. Namun, rincian barang bukti tersebut belum dapat disampaikan kepada publik karena masih menjadi bagian dari proses penyidikan.

Sementara terkait dugaan motif, penyidik menduga kasus tersebut berawal dari persoalan pribadi antara korban dengan mantan suaminya. Meski keduanya telah resmi bercerai, polisi menduga masih terdapat konflik yang belum terselesaikan.

"Dari keterangan korban maupun saksi memang ada persoalan keluarga. Mereka sudah bercerai, namun diduga masih ada masalah yang menjadi pemicu. Meski demikian, motif tersebut masih terus kami dalami," pungkas Candra.

Polres Kediri memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian peristiwa, penyebab kebakaran, dan pihak yang bertanggung jawab dapat diungkap berdasarkan alat bukti yang sah.(red/lis)

Aliansi Alam Bersatu Jaya Akhiri Diklat Ke-III dengan Penyerahan Sertifikat Peserta

 

(anggota Aliansi Alam Bersatu Jaya)



Magetan, Mata Peristiwa
– Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Ke-III Aliansi Alam Bersatu Jaya (AABJ) yang diselenggarakan di Hotel Telaga Mas International, Sarangan, Kabupaten Magetan, resmi ditutup dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.


Rangkaian diklat yang telah berlangsung selama beberapa hari tersebut menjadi wadah pembinaan bagi seluruh peserta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat mental, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta mempererat solidaritas antaranggota Aliansi Alam Bersatu Jaya.


Dalam acara penutupan, Presiden Aliansi Alam Bersatu Jaya, Mifta, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, narasumber, serta peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.


Beliau berharap ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti diklat dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan roda organisasi, sehingga Aliansi Alam Bersatu Jaya semakin solid, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.



Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi peserta, acara penutupan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh anggota peserta Diklat Ke-III, yang diserahkan secara langsung oleh Presiden Aliansi Alam Bersatu Jaya, Mifta, S.Pd. Penyerahan sertifikat tersebut berlangsung penuh keakraban dan menjadi momen yang membanggakan bagi seluruh peserta.


Dengan berakhirnya Diklat Ke-III ini, diharapkan seluruh anggota Aliansi Alam Bersatu Jaya mampu menjadi pribadi yang berintegritas, disiplin, serta siap mengemban amanah organisasi dan terus menjaga semangat persatuan, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.


Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia, sebagai simbol berakhirnya Diklat Ke-III Aliansi Alam Bersatu Jaya di Hotel Telaga Mas International, Sarangan, Magetan.(red/lis)

Dugaan Penarikan Iuran Berkedok Sukarela di SMKN 1 Kota Kediri Tuai Kritik

  


Kediri,  – Dugaan praktik pungutan berkedok Sumbangan Komite Pendidikan (SKP) kembali menjadi sorotan di SMKN 1 Kota Kediri. Sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan adanya iuran bulanan yang dinilai memberatkan serta belum disertai transparansi yang memadai terkait penggunaan anggaran.

Persoalan tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Keluhan serupa disebut terus muncul setiap tahun ajaran baru dan memunculkan pertanyaan dari para orang tua mengenai mekanisme penetapan nominal maupun pemanfaatan dana yang telah terkumpul.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (17/7), sebagian besar wali murid diarahkan untuk membayar iuran komite sebesar Rp150 ribu setiap bulan. Namun bagi keluarga yang dinilai kurang mampu, pihak sekolah disebut memberikan kebijakan keringanan dengan nominal yang disesuaikan, mulai Rp100 ribu hingga Rp75 ribu per bulan.

Meski terdapat skema pembayaran berdasarkan kemampuan ekonomi, sejumlah orang tua tetap mempertanyakan kejelasan penggunaan dana tersebut. Mereka berharap seluruh pemasukan dan pengeluaran dapat dipublikasikan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan maupun spekulasi di tengah masyarakat.

Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tidak mempermasalahkan adanya sumbangan apabila benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik.

"Kami sebenarnya tidak keberatan apabila dana itu benar-benar dipakai untuk kepentingan pendidikan anak-anak. Yang menjadi pertanyaan adalah rincian penggunaannya belum pernah dijelaskan secara terbuka sehingga menimbulkan tanda tanya ke mana aliran dananya," ujarnya.

Sorotan terhadap dugaan pungutan tersebut juga datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) RATU (Rakyat Bersatu). Ketua LSM RATU, Saiful Iskak, menyatakan pihaknya menerima berbagai laporan masyarakat terkait pelaksanaan iuran komite di sekolah tersebut.

Menurut Saiful, jika mengacu pada jumlah peserta didik yang diperkirakan mencapai sekitar 2.300 siswa dengan rata-rata pembayaran Rp100 ribu per bulan, maka dana yang berpotensi terkumpul mencapai angka yang sangat besar.

Perhitungannya menunjukkan, akumulasi dana yang masuk setiap bulan diperkirakan mencapai sekitar Rp230 juta. Dalam satu tahun ajaran, total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar Rp2,76 miliar.

LSM RATU menilai besarnya dana tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh wali murid sebagai pihak yang memberikan kontribusi.

"Apabila memang penarikan dana dilakukan dengan pola yang menyerupai kewajiban meskipun disebut sebagai sumbangan sukarela, maka perlu ada pemeriksaan lebih lanjut. Dengan nilai dana yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun, sudah selayaknya dilakukan audit agar masyarakat mengetahui secara jelas peruntukan anggaran tersebut," kata Saiful.

Ia menambahkan, pihaknya berencana melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum serta instansi terkait agar dilakukan pemeriksaan terhadap mekanisme penghimpunan dan penggunaan dana komite sekolah.

Selain itu, LSM RATU juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan evaluasi terhadap sistem penarikan iuran komite di sekolah negeri, sehingga tidak menimbulkan persepsi adanya pungutan yang bersifat wajib.

Hingga artikel ini disusun, pihak Kepala SMKN 1 Kota Kediri maupun pengurus Komite Sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan minimnya transparansi dalam pengelolaan dana iuran komite tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari penerapan asas keberimbangan dalam pemberitaan. (red/lis)                                                                                                                                                                                                           

Kamis, 16 Juli 2026

Melampaui Keterbatasan, Enam Anak Istimewa Kediri Siap Berkibar di Jambore Nasional

 

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri Edy Herwiyanto (tengah) dan Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad (kiri) berbincang dengan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) delegasi Jambore Nasional 2026. (photo by radar kediri)


Kediri
– Guyub Nasrulloh Aji Wicaksono tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya. Bocah yang akrab disapa Nasrul itu berkali-kali membalik halaman koran yang baru saja diterimanya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Kediri di Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Selasa (8/7). Matanya berhenti pada foto sebuah pesawat di halaman depan.

Dengan wajah berbinar, ia menunjuk gambar itu sambil melontarkan berbagai pertanyaan. Bahkan, Nasrul meminta izin membawa pulang koran tersebut sebagai koleksi. Ketika melihat ada sedikit bercak minyak pada koran yang dipegangnya, ia polos meminta ditukar dengan yang lebih bersih. Tingkah spontan itu langsung mengundang tawa teman-teman seperjalanannya.

Di balik kepolosannya, Nasrul menyimpan kebanggaan besar. Ia menjadi satu dari enam Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) yang akan mewakili Jawa Timur pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Lebih istimewa lagi, mereka menjadi delegasi PBK pertama yang pernah dikirim Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri.

Kunjungan ke Jawa Pos Radar Kediri merupakan bagian dari rangkaian pembekalan sebelum keberangkatan. Selain berlatih kepramukaan, para peserta diajak mengenal berbagai potensi daerah agar memiliki bekal wawasan ketika bertemu ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Pimpinan Kontingen Cabang Jamnas 2026 Kota Kediri, Sugeng Hariyanto, mengatakan pembekalan tidak hanya dilakukan di ruang latihan. Para peserta juga diajak mengunjungi sejumlah lokasi strategis seperti Bandara Dhoho, sentra tenun Bandar, tempat pengelolaan sampah, hingga kantor media.

"Anak-anak kami ajak melihat langsung potensi daerah supaya nanti mereka punya cerita dan pengalaman saat bertemu peserta dari daerah lain," ujarnya.

Tahun ini menjadi momen bersejarah bagi Kwarcab Kota Kediri. Selain mengirim 32 peserta reguler, untuk pertama kalinya mereka memberangkatkan enam anggota Pramuka Berkebutuhan Khusus, yakni Sadewa Ferdian Bagus Saputra, Samsuri, Guyub Nasrulloh Aji Wicaksono, Tiara Anggraini, Devian Eka Putri, dan Dzarianti Rohimah.

Keputusan tersebut lahir dari komitmen Kwarcab untuk menghadirkan ruang yang setara bagi seluruh anak.

"Kami ingin mereka mendapat kesempatan yang sama. Mereka juga berhak merasakan pengalaman menjadi peserta jambore seperti anggota pramuka lainnya," kata Sugeng.

Keenam peserta merupakan penyandang tunagrahita. Namun, keterbatasan itu bukan penghalang untuk belajar mandiri maupun berinteraksi dengan orang lain. Jamnas justru dipandang sebagai kesempatan emas untuk memperluas pengalaman, membangun kepercayaan diri, sekaligus bertemu sekitar 18 ribu peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

"Jambore itu sejatinya pesta persaudaraan. Semua datang untuk bergembira sekaligus memperkenalkan daerah masing-masing. Karena itu, anak-anak PBK kami perlakukan sama seperti peserta lainnya," lanjut Sugeng.

Pembina PBK Kota Kediri, Moh. Ato' Sholahudin, menjelaskan proses memilih peserta tidak dilakukan secara sembarangan. Tim mendatangi sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Kediri untuk mencari anak-anak yang memiliki tingkat kemandirian cukup baik dan siap tinggal jauh dari orang tua.

Tantangan terbesar justru datang dari kekhawatiran keluarga.

"Banyak orang tua yang awalnya ragu melepas anaknya ke Jakarta. Kami harus memberikan pemahaman bahwa mereka mampu dan akan didampingi selama kegiatan," ungkapnya.

Di balik keterbatasan yang dimiliki, masing-masing peserta ternyata memiliki prestasi membanggakan. Sebagian aktif sebagai atlet di bawah binaan National Paralympic Committee (NPC) dan rutin mengikuti berbagai kejuaraan.

"Setiap anak punya kelebihan masing-masing. Mereka memang memiliki keterbatasan, tetapi juga mempunyai kemampuan yang luar biasa," ujar Ato'.

Menurutnya, mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran sekaligus pemahaman terhadap karakter masing-masing. Mereka tidak bisa dipaksa, tetapi harus diajak secara perlahan hingga merasa nyaman dengan lingkungan baru.

Beruntung, para peserta telah dibiasakan hidup mandiri sehingga mampu mengurus kebutuhan pribadi selama mengikuti kegiatan.

Sugeng bahkan mengaku sering terharu melihat sikap mereka.

"Mereka sangat sopan. Kalau meminta bantuan selalu diawali kata 'tolong'. Setelah kegiatan selesai, mereka selalu mengucapkan terima kasih dan bahkan meminta maaf karena merasa merepotkan pendamping. Padahal mendampingi mereka memang menjadi tugas kami," tuturnya.

Meski anak-anak sudah siap berbaur dengan peserta reguler, tantangan lain justru datang dari masyarakat yang belum memahami keberadaan Pramuka Berkebutuhan Khusus.

Pengalaman itu sempat dirasakan saat pelantikan Pramuka Garuda di Stadion Brawijaya beberapa waktu lalu. Karena barisan mereka berbeda dengan peserta reguler, ada warga yang sempat mempertanyakan.

"Setelah kami jelaskan bahwa mereka adalah anak-anak berkebutuhan khusus, baru orang itu memahami. Bagi kami, keberanian mereka tampil di hadapan ribuan peserta, bahkan di depan Wali Kota Kediri, sudah menjadi prestasi besar," kenang Sugeng.

Kini, seluruh persiapan hampir rampung. Kepercayaan diri mereka tumbuh seiring latihan dan dukungan dari para pembina serta teman-teman pramuka lainnya.

Agustus nanti, ketika ribuan peserta memenuhi Buperta Cibubur dengan yel-yel penuh semangat, enam anak istimewa asal Kota Kediri akan berdiri di antara mereka tanpa sekat.

Mereka datang bukan untuk meminta perlakuan khusus, melainkan untuk menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka adalah ruang belajar yang terbuka bagi semua anak. Sebab, di balik setiap keterbatasan, selalu ada kesempatan untuk tumbuh, berprestasi, dan menginspirasi.(red/lis)

Kasus Bullying di Kota Kediri Meningkat, DP3AP2KB Soroti Fenomena Fatherless sebagai Salah Satu Pemicu

Ilustrasi bullying. (photo by radar kediri)


KEDIRI, 
 – Kasus perundungan atau bullying di Kota Kediri menunjukkan tren peningkatan. Hingga pertengahan tahun 2026, jumlah kasus yang ditangani sudah hampir menyamai bahkan melampaui catatan sepanjang tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu enam bulan pertama tahun ini pihaknya telah menerima hampir 40 kasus bullying. Padahal, sepanjang tahun 2025 jumlah kasus yang tercatat sekitar 30 kasus.

"Kasus bullying ini meningkat," ujarnya.

Menurut Fajri, sebagian besar kasus terjadi di lingkungan sekolah, baik pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Bentuk perundungan yang dialami korban pun beragam, mulai dari kekerasan fisik, intimidasi verbal, hingga perundungan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi.

Ia menilai peningkatan kasus tersebut tidak hanya dipengaruhi lingkungan pergaulan, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi keluarga. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah fenomena fatherless, yakni minimnya peran ayah dalam proses pengasuhan dan pendampingan anak.

Menurutnya, sosok ayah memiliki fungsi penting sebagai pelindung sekaligus pemberi rasa aman bagi anak.

"Kalau saya bilang, ayah itu seperti superhero bagi anak. Kehadiran dan perannya membuat anak merasa lebih percaya diri, lebih berani, dan tidak mudah merasa takut," jelasnya.

Sebaliknya, ketika anak tumbuh tanpa keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari, rasa percaya dirinya dapat menurun sehingga lebih rentan menjadi sasaran perundungan maupun mencari figur pengganti di lingkungan luar.

Fajri menegaskan bahwa istilah fatherless bukan berarti seorang anak tidak memiliki ayah secara fisik. Yang dimaksud adalah hilangnya fungsi kepemimpinan, pendampingan, dan kedekatan emosional seorang ayah dalam keluarga.

Akibatnya, sebagian anak mencari sosok panutan di luar rumah yang belum tentu memberikan pengaruh positif.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kedekatan keluarga. Kebiasaan setiap anggota keluarga yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan telepon genggam membuat komunikasi langsung semakin berkurang.

"Banyak keluarga duduk bersama, tetapi masing-masing sibuk dengan handphone. Interaksi yang seharusnya terbangun akhirnya berkurang," katanya.

Karena itu, Fajri mengajak para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam pengasuhan anak dan tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan kepada ibu.

"Sudah bukan zamannya semua urusan anak diserahkan kepada ibu. Ayah juga harus hadir dan berperan karena memiliki fungsi yang berbeda, terutama sebagai pelindung dan pemberi rasa aman," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter seorang anak. Di dalam keluarga, anak belajar mengenal nilai-nilai kehidupan, mulai dari sopan santun, kedisiplinan, hingga cara menghargai orang lain.

Menurut Vinanda, yang dibutuhkan anak bukan sekadar kehadiran ayah secara fisik, tetapi keterlibatan nyata dalam setiap proses tumbuh kembang mereka.

"Anak-anak tidak hanya membutuhkan ayah yang hadir secara fisik, tetapi ayah yang benar-benar hadir dalam kehidupan mereka," tandasnya.

Pemerintah Kota Kediri berharap penguatan peran keluarga, khususnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan angka perundungan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.(red/lis)

Rabu, 15 Juli 2026

Kasus Kamtibmas di Kabupaten Kediri Turun, Polres Siapkan Strategi Semester Kedua


Analisa dan Evaluasi Triwulan II Polres Kediri (photo by radar kediri)


KABUPATEN KEDIRI
– Polres Kediri menggelar Analisis dan Evaluasi (Anev) Triwulan II Tahun 2026 sebagai upaya mengukur capaian kinerja selama enam bulan pertama sekaligus menyusun strategi pelaksanaan tugas pada semester kedua. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/7) tersebut menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas seluruh satuan fungsi di lingkungan Polres Kediri.

Anev dipimpin langsung Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dan dihadiri para pejabat utama, kapolsek, serta kepala unit dari seluruh jajaran Polres Kediri.

Dalam forum tersebut, masing-masing satuan fungsi memaparkan hasil pelaksanaan tugas sepanjang April hingga Juni 2026. Evaluasi mencakup berbagai bidang, mulai dari fungsi operasional, lalu lintas, intelijen keamanan, hingga perencanaan sebagai dasar penyusunan langkah strategis menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat pada semester berikutnya.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama triwulan kedua. Ia juga memberikan penghargaan atas keberhasilan jajaran Polres Kediri dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada Juni 2026 sehingga berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat.

"Setiap amanah yang diberikan negara harus diterjemahkan menjadi tugas dan tanggung jawab yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja bersama menjaga situasi tetap kondusif," ujar Bramastyo.

Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kediri selama Triwulan II tercatat sebanyak 59 kasus. Angka tersebut menurun dibandingkan Triwulan I yang mencapai 66 kasus, atau berkurang sebanyak tujuh kasus.

Selain penurunan angka gangguan kamtibmas, Polres Kediri juga mencatat peningkatan dalam penyelesaian perkara. Di sisi lain, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dinilai terus menunjukkan tren positif sebagai hasil dari peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan komunikasi dengan masyarakat.

Kapolres menegaskan bahwa hasil evaluasi tidak boleh hanya dipandang sebagai angka-angka dalam laporan administrasi, melainkan harus menjadi bahan refleksi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.

"Kepercayaan masyarakat dibangun dari kerja yang konsisten. Karena itu, karakter setiap anggota Polri harus tetap mencerminkan kesiapsiagaan, profesionalisme, dan kehadiran negara di tengah masyarakat," tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar mempertahankan semangat kerja yang telah dibangun selama semester pertama melalui penguatan sinergi internal, peningkatan disiplin, serta inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pelaksanaan analisis dan evaluasi secara berkala, Polres Kediri berharap setiap satuan kerja mampu terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, sehingga dapat merespons perkembangan situasi kamtibmas secara cepat, tepat, dan profesional demi menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Kabupaten Kediri.(red/lis)

Selasa, 14 Juli 2026

Harga Daging Sapi Tembus Rp130 Ribu, Pedagang Pasar Porong Pilih Libur Jualan

   
Pedagang daging sapi yang sepi di pasar baru porong(photo by detikjatim)


SIDOARJO – Harga daging sapi di Pasar Porong, Kabupaten Sidoarjo, terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kini, harga daging sapi kualitas biasa telah menembus Rp130 ribu per kilogram, sedangkan daging kualitas premium dijual hingga Rp140 ribu per kilogram. Lonjakan harga tersebut membuat daya beli masyarakat melemah dan memukul omzet para pedagang.

Sejumlah pedagang mengaku memilih mengurangi stok, bahkan ada yang sementara tidak berjualan karena khawatir mengalami kerugian akibat tingginya harga dan minimnya pembeli.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Porong, Syaiful, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak awal tahun. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, harga daging tercatat naik sebanyak tiga kali hingga mencapai level saat ini.

"Harga daging biasa sekarang Rp130 ribu per kilogram. Kalau daging pilihan bisa mencapai Rp135 ribu sampai Rp140 ribu per kilogram. Pembeli sekarang sangat sepi," ujarnya, Rabu (15/7).

Menurut Syaiful, sebelumnya harga daging masih berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Selanjutnya harga naik bertahap sebesar Rp5 ribu, kembali meningkat Rp5 ribu menjelang Ramadan, dan terakhir melonjak sekitar Rp10 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penjualan. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual tiga hingga empat ekor sapi dalam sehari, kini satu ekor saja sering kali tidak habis terjual.

"Penjualan turun sangat jauh. Dulu ramai, sekarang pembeli berkurang terus. Modal naik, untung hampir tidak ada, bahkan kadang rugi," katanya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Ira. Ia mengaku banyak pedagang kini memilih mengurangi jumlah pembelian sapi potong agar tidak menanggung kerugian akibat stok yang tidak laku.

"Kalau dipaksakan ambil banyak, nanti tidak habis terjual. Sekarang kami ambil sedikit saja karena harga sudah tinggi," ujarnya.

Tidak hanya harga daging, komoditas jeroan sapi seperti hati, paru, limpa, dan bagian lainnya juga mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu per kilogram. Kondisi itu semakin menekan penjualan karena konsumen ikut mengurangi pembelian.

Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Dinas Perdagangan segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan sapi potong tetap tersedia. Menurut mereka, intervensi pemerintah diperlukan agar harga tidak terus merangkak naik dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali bergairah.

"Kami berharap pemerintah bisa membantu menstabilkan harga. Kalau harga terus naik, masyarakat semakin berat membeli dan pedagang juga semakin sulit berjualan," pungkas Ira.

Kenaikan harga daging sapi di Sidoarjo sejalan dengan kondisi yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur. Setelah Iduladha, pasokan sapi siap potong dilaporkan mulai berkurang sehingga harga daging di berbagai pasar tradisional kini berada pada kisaran Rp120 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, bergantung pada kualitas daging yang dijual.(red/lis)

Senin, 13 Juli 2026

Motor Korban Begal Pasuruan Berhasil Ditemukan, Polda Jatim Serahkan Kembali ke Pemilik

GRATIS : Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyerahkan motor dan dialog dengan korban begal Happy N di Polda Jatim. Polisi mengembalikan BB curanmor dan begal. (photo by radar surabaya)


SURABAYA – Polda Jawa Timur mengembalikan sejumlah kendaraan bermotor yang menjadi barang bukti kasus kejahatan kepada para pemiliknya. Pengembalian dilakukan secara gratis sebagai bentuk pemulihan hak masyarakat yang menjadi korban tindak pidana.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya melalui penindakan terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga membantu korban mendapatkan kembali barang miliknya.

"Kami tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga berupaya mengembalikan hak masyarakat yang menjadi korban kejahatan," ujarnya.

Ia menegaskan, Polda Jatim bersama jajaran akan terus meningkatkan upaya pemberantasan tindak kejahatan jalanan, khususnya kasus 3C yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor yang masih menjadi perhatian masyarakat.

Nanang juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menjadi korban tindak pidana. Menurutnya, laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Salah satu korban yang menerima kembali kendaraannya adalah Happy N, 23, korban begal di wilayah Pasuruan. Ia mengapresiasi kerja kepolisian yang berhasil menangkap pelaku sekaligus menemukan kembali sepeda motor Honda Scoopy warna hijau miliknya.

Happy menjadi korban begal saat hendak berwisata ke Bukit Premium Pasuruan bersama rekannya, Ervira Devi R, 23, warga Sidoarjo. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (2/5).

Dalam kejadian itu, rekannya mengalami luka akibat terkena bacokan saat keduanya berusaha mempertahankan kendaraan.

"Teman saya yang kena bacok karena kami berdua berusaha mempertahankan motor," kata Happy.

Ia menyebut kondisi rekannya kini sudah membaik setelah menjalani perawatan medis. Happy juga menyampaikan terima kasih kepada Polda Jatim yang telah menangani kasus tersebut hingga kendaraannya kembali ditemukan.

Selain motor korban begal, Polda Jatim juga menyerahkan kembali sepeda motor Honda Beat milik Siti, 43, warga Nongkojajar, Pasuruan. Motor tersebut sebelumnya hilang dicuri dari kandang sapi pada Maret 2026.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal.

Ia mengingatkan warga agar segera melapor apabila mengetahui, menyaksikan, maupun menjadi korban tindak pidana. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan kepolisian melalui nomor 110 untuk mendapatkan bantuan.

"Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan," jelas Abast.

Ia berharap pengungkapan berbagai kasus kejahatan tersebut dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjadi bukti bahwa kepolisian terus hadir memberikan pelayanan dan melakukan penegakan hukum secara profesional terhadap para pelaku kejahatan.(red/lis)

Anies Baswedan Ajak Warganet Dukung Ilustrator Lokal di Tengah Tren Gambar AI


(photo by radar malang)



MALANG
– Foto profil Anies Baswedan di media sosial belakangan menjadi perhatian warganet. Ilustrasi dengan gaya visual khas tersebut ramai diperbincangkan setelah sejumlah pengguna mencoba membuat gambar serupa menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Perkembangan teknologi generator gambar berbasis AI memang membuat masyarakat semakin mudah menghasilkan ilustrasi hanya melalui perintah teks. Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan diskusi mengenai persoalan hak cipta, penggunaan gaya visual seniman sebagai referensi, hingga dampaknya terhadap keberlangsungan profesi ilustrator.

Di tengah ramainya penggunaan gambar berbasis AI, Anies justru mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi langsung kepada kreator lokal. Melalui akun X miliknya, Anies menjelaskan bahwa ilustrasi foto profil yang digunakannya merupakan karya ilustrator Indonesia, @Alaihomgabreng.

Unggahan tersebut menjadi respons atas cuitan seorang ilustrator yang menyoroti fenomena karya seni yang kerap dijadikan referensi oleh teknologi AI untuk menghasilkan gambar dengan gaya serupa.

Ilustrator tersebut mengajak masyarakat agar lebih memilih mencari dan memesan karya langsung kepada seniman pembuatnya, dibandingkan menjadikan karya tersebut sebagai bahan pembelajaran teknologi AI tanpa keterlibatan kreator asli.

Sikap Anies mendapat respons positif dari sejumlah pengguna media sosial. Banyak warganet menilai langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pekerja kreatif lokal sekaligus pengingat pentingnya menghargai karya orisinal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurut sejumlah tanggapan warganet, setiap ilustrasi tidak hanya merupakan hasil akhir berupa gambar, tetapi juga mencerminkan proses kreatif, waktu, dan kemampuan seorang seniman yang perlu mendapatkan penghargaan.

Ajakan Anies tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi AI perlu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak dan karya para kreator, terutama para ilustrator lokal yang terus menghasilkan karya secara mandiri.(red/lis)

Minggu, 12 Juli 2026

Dunia Hiburan Berduka, Komedian Temon Templar Tutup Usia

  

Temon Templar. (photo by ANTARa news)


Jakarta
– Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia. Komedian Temon Templar meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) dalam usia 59 tahun. Informasi tersebut dikonfirmasi melalui unggahan di akun Instagram resmi miliknya, @temontemplar27, yang menyebutkan bahwa Temon mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.42 WIB.

Dalam unggahan tersebut juga disampaikan bahwa jenazah disemayamkan di kawasan Pondok Karya Blok E Nomor 42, Pela Mampang, Jakarta Selatan. Hingga berita ini ditulis, belum disampaikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya komedian yang memiliki nama asli Simson Rarameha Ngadang tersebut.

Kepergian Temon Templar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekannya di dunia hiburan. Ucapan belasungkawa mengalir melalui berbagai media sosial, termasuk dari komedian Abdel Achrian yang pernah menjadi lawan mainnya dalam sitkom populer Abdel Temon Bukan Superstar.

"Innalillahi wainnailaihi raji'un. Selamat jalan Mon," tulis Abdel melalui akun Instagram pribadinya sembari mengunggah foto kebersamaan mereka.

Rasa kehilangan juga disampaikan komedian Bopak Castello. Melalui unggahannya di media sosial, ia membagikan sejumlah foto bersama Temon sebagai bentuk penghormatan kepada sahabatnya tersebut.

"Selamat jalan Temon, semoga kau indah di sana... sahabat baik yang menghibur," tulis Bopak.

Dikenal Lewat Sitkom dan Film Layar Lebar

Temon Templar lahir di Jakarta pada 28 Desember 1966. Di balik kariernya sebagai komedian, ia memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda dari dunia hiburan. Temon merupakan lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Namanya mulai dikenal luas setelah membintangi sitkom Abdel Temon Bukan Superstar pada 2008. Lewat serial komedi tersebut, Temon dikenal memiliki gaya humor yang khas dan mampu membangun chemistry yang kuat bersama Abdel Achrian, sehingga berhasil menarik perhatian penonton televisi.

Selain aktif di dunia komedi, Temon juga melebarkan kiprahnya ke dunia seni peran. Ia pernah tampil dalam sejumlah sinetron, di antaranya Preman Sholeh dan Menolak Talak. Tak hanya itu, ia juga membintangi beberapa film layar lebar seperti Epen Cupen The Movie, COMIC 8: Casino Kings, serta Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1.

Kepergian Temon Templar menjadi kehilangan bagi industri hiburan Indonesia. Karya-karya yang telah ditinggalkannya menjadi bagian dari perjalanan dunia komedi Tanah Air dan akan terus dikenang oleh rekan sesama seniman maupun para penggemarnya.(red/lis)

Pembangunan Flyover Mengkreng Butuh Rp1,3 Triliun, Pemda Berharap Dukungan Pemerintah Pusat

Kondisi arus lalu lintas di Simpang Mengkreng. (Foto by radar kediri)


Kediri
– Upaya mempercepat pembangunan Flyover Mengkreng terus dilakukan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini mengusulkan proyek infrastruktur yang berada di wilayah tiga kabupaten tersebut agar masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Jika usulan tersebut disetujui pemerintah pusat, seluruh pembiayaan proyek, mulai dari pembangunan fisik hingga proses pembebasan lahan, berpeluang mendapatkan dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini diharapkan dapat meringankan beban pemerintah daerah yang sebelumnya harus menyiapkan anggaran pembebasan tanah secara mandiri.

Kabid Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri, Imam Malik, membenarkan bahwa Flyover Mengkreng menjadi salah satu proyek yang diusulkan Pemprov Jatim masuk dalam PSN.

"Pemprov mengusulkan Flyover Mengkreng masuk PSN," ujar Malik.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyatakan kesiapan untuk mengerjakan pembangunan fisik Flyover Mengkreng. Namun, pemerintah pusat saat itu meminta pemerintah daerah terlebih dahulu menyelesaikan proses pembebasan lahan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Pemkab Kediri, Pemkab Nganjuk, dan Pemkab Jombang karena kemampuan fiskal daerah saat ini masih terbatas. Ketiga pemerintah daerah harus mencari skema pendanaan agar kebutuhan pembebasan tanah dapat terpenuhi.

Dengan adanya usulan masuk PSN, pemerintah daerah berharap proses pembebasan lahan juga dapat ditanggung melalui APBN sehingga percepatan pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

"Kalau nanti bisa masuk PSN, mungkin diharapkan semua bisa melalui APBN," jelas Malik.

Menurut Malik, apabila Flyover Mengkreng ditetapkan sebagai PSN pada 2027, proses pengadaan tanah akan memiliki kepastian lebih kuat. Status PSN dinilai memberikan landasan hukum yang lebih jelas dalam pembebasan lahan dibandingkan proyek infrastruktur reguler.

Selain faktor kepastian hukum, nilai investasi proyek yang besar juga menjadi alasan perlunya dukungan pemerintah pusat. Berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan anggaran pembangunan fisik Flyover Mengkreng diperkirakan mencapai sekitar Rp1,311 triliun.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan dua flyover, yakni di kawasan perlintasan Mengkreng dan sisi timur Kertosono. Selain itu, proyek tersebut juga mencakup pembangunan duplikasi Jembatan Brantas sebagai bagian dari peningkatan konektivitas infrastruktur di wilayah tersebut.

Tidak hanya pembangunan fisik, kebutuhan biaya pembebasan lahan juga cukup besar. Lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 56.558 meter persegi dengan estimasi anggaran sekitar Rp283 miliar. Khusus wilayah Kabupaten Kediri, lahan yang masuk dalam rencana pembebasan mencapai sekitar 23.400 meter persegi.

Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah karena penyusunan Detail Engineering Design (DED) proyek hingga kini belum sepenuhnya rampung.

Meski telah diusulkan masuk PSN, hingga pertengahan Juli belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait status proyek tersebut. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pembahasan dan evaluasi dari kementerian terkait.

Apabila nantinya seluruh biaya pembebasan lahan belum dapat sepenuhnya ditanggung APBN, pemerintah daerah berharap Pemprov Jatim dapat turut membantu melalui skema pendanaan bersama.

Sebelumnya, tiga pemerintah daerah yang wilayahnya terdampak pembangunan Flyover Mengkreng telah mengajukan audiensi dengan Pemprov Jatim untuk membahas percepatan proyek tersebut. Namun, meski agenda tersebut telah diajukan sejak Juni, hingga kini jadwal pertemuan masih menunggu kepastian.

"Kami masih menunggu penjadwalan dari pemprov," pungkas Malik.

Pembangunan Flyover Mengkreng dinilai menjadi proyek penting untuk mengatasi persoalan kemacetan dan meningkatkan kelancaran arus transportasi di kawasan perbatasan Kediri, Nganjuk, dan Jombang, terutama pada jalur perlintasan kereta api yang selama ini menjadi salah satu titik hambatan lalu lintas.(red/lis)

Kebiasaan Doomscrolling Tingkatkan Risiko Stres dan Sulit Tidur

 
Ilustrasi - berselancar di media sosial.(photo by ANTARA)


 Jakarta – Kebiasaan menggulir atau membaca berita dan unggahan bernada negatif di media sosial secara terus-menerus, yang dikenal sebagai doomscrolling, dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mental. Selain meningkatkan rasa cemas, kebiasaan ini juga berpotensi mengganggu kualitas tidur dan menurunkan kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi.

Mengutip laman kesehatan Medical Daily, Jumat (10/7/2026), doomscrolling merupakan perilaku mengonsumsi informasi yang memicu rasa takut, cemas, atau khawatir secara berulang dalam waktu yang lebih lama dari yang direncanakan.

Fenomena ini semakin banyak ditemukan sejak pandemi COVID-19, ketika masyarakat mengandalkan internet dan media sosial sebagai sumber utama untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan situasi.

Para peneliti menjelaskan bahwa otak manusia secara alami memiliki kecenderungan lebih peka terhadap ancaman dibandingkan informasi yang bersifat positif. Kondisi tersebut membuat seseorang lebih mudah tertarik pada berita buruk sehingga tanpa disadari terus mencari dan membaca informasi serupa, meski pada akhirnya justru meningkatkan tingkat stres.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan berkepanjangan terhadap berita negatif berkaitan dengan meningkatnya tekanan psikologis. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2022 menemukan bahwa semakin tinggi paparan berita mengenai pandemi COVID-19, semakin besar pula risiko seseorang mengalami gangguan psikologis.

Hal senada juga disampaikan American Psychological Association (APA), yang menyebutkan bahwa paparan terus-menerus terhadap berita yang memicu stres dapat meningkatkan kecemasan, kelelahan emosional, bahkan memengaruhi kesejahteraan mental secara keseluruhan.

Kebiasaan doomscrolling juga kerap dilakukan menjelang waktu tidur. Selain paparan cahaya biru dari layar gawai yang dapat menghambat produksi hormon melatonin, konten yang menguras emosi membuat otak tetap berada dalam kondisi waspada sehingga seseorang menjadi lebih sulit untuk rileks dan tertidur.

Menurut Sleep Health Foundation, penggunaan perangkat digital sebelum tidur dapat menunda proses relaksasi tubuh dan menurunkan kualitas tidur. Akibatnya, seseorang dapat mengalami tidur yang tidak nyenyak, mudah terbangun, hingga merasa lelah saat bangun di pagi hari.

Selain berdampak pada kesehatan mental dan kualitas tidur, para peneliti menilai fitur-fitur media sosial seperti notifikasi otomatis, rekomendasi konten, serta fitur gulir tanpa batas (infinite scroll) turut mendorong pengguna terus mengakses informasi baru. Kebiasaan berpindah dari satu berita ke berita lain, diselingi video dan notifikasi, juga diduga berpengaruh terhadap kemampuan otak dalam mempertahankan fokus untuk jangka waktu yang lama.

Untuk mengurangi dampak negatif doomscrolling, para ahli menyarankan masyarakat membatasi waktu mengakses berita, terutama yang bersifat negatif, serta menghindari penggunaan media sosial menjelang waktu tidur.

Selain itu, mematikan notifikasi yang tidak penting, menetapkan batas waktu penggunaan gawai, serta mengganti waktu menatap layar dengan aktivitas yang lebih menyehatkan seperti berolahraga, membaca buku, atau bersosialisasi secara langsung dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas tidur.(red/lis)

Waiting Mode, Kondisi Psikologis yang Membuat Seseorang Sulit Beraktivitas Saat Menanti Kepastian

 
Ilustrasi kecemasan dalam ketidakpastian. (photo by ANTARA)


Jakarta – Pernah merasa sulit melakukan aktivitas lain hanya karena sedang menunggu sesuatu, seperti hasil ujian, balasan pesan penting, panggilan kerja, atau jadwal pemeriksaan kesehatan? Kondisi tersebut dalam psikologi dikenal dengan istilah waiting mode, yaitu keadaan ketika seseorang merasa seolah aktivitasnya berhenti sementara karena menanti suatu kepastian.

Mengutip Psychology Today, Kamis (9/7/2026), waiting mode menggambarkan kondisi ketika pikiran seseorang terlalu terfokus pada sesuatu yang belum terjadi. Akibatnya, perhatian, energi, dan kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan lain ikut tersita, meskipun sebenarnya belum ada tindakan yang perlu dilakukan pada saat itu.

Fenomena waiting mode memang belum tercatat sebagai diagnosis resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM). Namun, istilah ini cukup sering digunakan dalam komunitas penyandang attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD).

Pada sebagian orang dengan ADHD, kondisi tersebut dikaitkan dengan upaya otak untuk mencegah kelupaan terhadap janji, pekerjaan, atau tanggung jawab yang akan datang. Mereka dapat merasa harus terus "siaga" terhadap hal yang sedang ditunggu agar tidak melewatkannya.

Meski demikian, waiting mode tidak hanya dialami oleh orang dengan ADHD. Kondisi ini juga dapat muncul pada individu yang mengalami kecemasan, memiliki kecenderungan perfeksionis, atau terbiasa bersikap sangat hati-hati dalam menghadapi berbagai situasi.

Salah satu faktor yang berperan dalam fenomena ini adalah intolerance of uncertainty atau kesulitan dalam menghadapi ketidakpastian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tingkat toleransi yang rendah terhadap ketidakpastian berkaitan dengan berbagai masalah kecemasan dan depresi.

Seseorang dengan tingkat intolerance of uncertainty yang tinggi cenderung lebih sulit menerima kondisi yang hasil akhirnya belum diketahui. Akibatnya, pikiran dapat terus berputar pada berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi sehingga membuat seseorang sulit menikmati aktivitas yang sedang dijalani.

Dalam beberapa kasus, waiting mode juga dapat berkaitan dengan pengalaman hidup sebelumnya. Individu yang pernah berada dalam situasi penuh tekanan, tidak stabil, atau sulit diprediksi dapat menjadi lebih waspada terhadap hal-hal yang belum memiliki kepastian.

Kondisi tersebut membuat seseorang cenderung menahan diri untuk melakukan aktivitas lain karena merasa harus menyelesaikan atau mengetahui hasil dari sesuatu yang sedang ditunggu terlebih dahulu.

Meski demikian, waiting mode dapat dikurangi dengan membangun kemampuan menerima ketidakpastian. Seseorang perlu menyadari bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan atau diketahui hasilnya secara langsung.

Dengan belajar melepaskan kebutuhan untuk memastikan segala sesuatu terlebih dahulu, seseorang dapat kembali menjalani rutinitas, menyelesaikan pekerjaan, serta menikmati kegiatan sehari-hari tanpa harus terus berada dalam kondisi menunggu.

Memahami bahwa menunggu merupakan bagian dari kehidupan dapat membantu seseorang mengelola pikiran dan energi dengan lebih baik, sehingga waktu yang ada tetap dapat digunakan secara produktif.(red/lis)

Jumat, 10 Juli 2026

Motor Tetap Kinclong Tanpa Rusak, Ini Cara Mencuci yang Benar

 
Ilustrasi mencuci kendaraan roda dua(photo by radar kediri)


KEDIRI, Mata Peristiwa – Mencuci motor secara rutin memang menjadi salah satu cara untuk menjaga tampilan kendaraan tetap bersih dan menarik. Namun, masih banyak pemilik motor yang melakukan kesalahan saat membersihkan kendaraannya. Alih-alih membuat motor lebih terawat, kebiasaan mencuci yang tidak tepat justru dapat mempercepat kerusakan sejumlah komponen.

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah langsung mengguyur motor ketika mesin masih dalam kondisi panas setelah digunakan. Perbedaan suhu yang terjadi secara tiba-tiba dapat membuat komponen berbahan logam mengalami perubahan temperatur secara ekstrem sehingga berisiko memengaruhi ketahanan material.

Karena itu, sebelum mencuci motor, pemilik kendaraan sebaiknya memberi waktu beberapa saat agar suhu mesin kembali normal. Idealnya, tunggu sekitar 15 hingga 30 menit setelah motor digunakan sebelum mulai dibersihkan.

Kesalahan lain yang perlu dihindari adalah penggunaan semprotan air bertekanan tinggi secara sembarangan. Tekanan air yang terlalu kuat dapat menyebabkan air masuk ke bagian yang seharusnya terlindungi, terutama area kelistrikan, panel meter, lubang knalpot, bearing roda, hingga bagian rantai.

Jika air masuk ke celah komponen, risiko munculnya karat maupun gangguan sistem kelistrikan menjadi lebih besar. Oleh sebab itu, penggunaan air bertekanan tinggi harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak diarahkan langsung ke bagian sensitif.

Selain teknik penyemprotan, pemilihan bahan pembersih juga perlu diperhatikan. Banyak orang menggunakan sabun cuci piring atau deterjen karena dianggap lebih praktis dalam mengangkat kotoran. Namun, kandungan bahan kimia pada produk tersebut dapat membuat lapisan pelindung cat lebih cepat terkikis jika digunakan dalam jangka panjang.

Untuk menjaga warna bodi tetap mengilap, sebaiknya gunakan sampo khusus kendaraan yang memiliki formula lebih aman bagi lapisan cat motor.

Saat membersihkan bagian bodi, gunakan alat yang lembut seperti spons khusus atau kain mikrofiber. Penggunaan kain kasar dapat menimbulkan goresan halus yang lama-kelamaan membuat permukaan motor terlihat kusam.

Proses mencuci juga sebaiknya dimulai dari bagian atas kendaraan kemudian berlanjut ke bagian bawah. Area bawah motor biasanya lebih banyak terkena lumpur dan kotoran, sehingga cara ini dapat mencegah kotoran kembali menempel pada bagian yang sudah dibersihkan.

Untuk motor jenis bebek maupun sport yang menggunakan rantai, bagian tersebut juga membutuhkan perhatian khusus. Membersihkan rantai cukup menggunakan sikat halus atau cairan pembersih khusus rantai. Setelah rantai dalam kondisi kering, jangan lupa memberikan pelumas agar pergerakan tetap lancar dan usia pakainya lebih panjang.

Setelah selesai dicuci, hindari membiarkan motor kering sendiri di bawah paparan sinar matahari langsung. Air yang mengering di permukaan bodi dapat meninggalkan bercak atau noda, terutama pada bagian cat dan kaca spion.

Sebaiknya segera keringkan motor menggunakan kain mikrofiber bersih agar permukaan tetap terlihat maksimal.

Langkah terakhir yang sering dilupakan adalah menyalakan mesin setelah proses pencucian selesai. Membiarkan mesin hidup beberapa menit dapat membantu menguapkan sisa air yang mungkin masih tertinggal di sekitar mesin maupun sistem pembuangan.

Selain itu, langkah tersebut juga dapat memastikan komponen kelistrikan tetap bekerja dengan baik setelah motor terkena air.

Dengan menerapkan cara mencuci yang tepat, motor tidak hanya terlihat lebih bersih dan terawat, tetapi juga dapat membantu menjaga performa serta memperpanjang usia berbagai komponennya.(red/lis)