Minggu, 12 Juli 2026

Waiting Mode, Kondisi Psikologis yang Membuat Seseorang Sulit Beraktivitas Saat Menanti Kepastian

 
Ilustrasi kecemasan dalam ketidakpastian. (photo by ANTARA)


Jakarta – Pernah merasa sulit melakukan aktivitas lain hanya karena sedang menunggu sesuatu, seperti hasil ujian, balasan pesan penting, panggilan kerja, atau jadwal pemeriksaan kesehatan? Kondisi tersebut dalam psikologi dikenal dengan istilah waiting mode, yaitu keadaan ketika seseorang merasa seolah aktivitasnya berhenti sementara karena menanti suatu kepastian.

Mengutip Psychology Today, Kamis (9/7/2026), waiting mode menggambarkan kondisi ketika pikiran seseorang terlalu terfokus pada sesuatu yang belum terjadi. Akibatnya, perhatian, energi, dan kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan lain ikut tersita, meskipun sebenarnya belum ada tindakan yang perlu dilakukan pada saat itu.

Fenomena waiting mode memang belum tercatat sebagai diagnosis resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM). Namun, istilah ini cukup sering digunakan dalam komunitas penyandang attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD).

Pada sebagian orang dengan ADHD, kondisi tersebut dikaitkan dengan upaya otak untuk mencegah kelupaan terhadap janji, pekerjaan, atau tanggung jawab yang akan datang. Mereka dapat merasa harus terus "siaga" terhadap hal yang sedang ditunggu agar tidak melewatkannya.

Meski demikian, waiting mode tidak hanya dialami oleh orang dengan ADHD. Kondisi ini juga dapat muncul pada individu yang mengalami kecemasan, memiliki kecenderungan perfeksionis, atau terbiasa bersikap sangat hati-hati dalam menghadapi berbagai situasi.

Salah satu faktor yang berperan dalam fenomena ini adalah intolerance of uncertainty atau kesulitan dalam menghadapi ketidakpastian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tingkat toleransi yang rendah terhadap ketidakpastian berkaitan dengan berbagai masalah kecemasan dan depresi.

Seseorang dengan tingkat intolerance of uncertainty yang tinggi cenderung lebih sulit menerima kondisi yang hasil akhirnya belum diketahui. Akibatnya, pikiran dapat terus berputar pada berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi sehingga membuat seseorang sulit menikmati aktivitas yang sedang dijalani.

Dalam beberapa kasus, waiting mode juga dapat berkaitan dengan pengalaman hidup sebelumnya. Individu yang pernah berada dalam situasi penuh tekanan, tidak stabil, atau sulit diprediksi dapat menjadi lebih waspada terhadap hal-hal yang belum memiliki kepastian.

Kondisi tersebut membuat seseorang cenderung menahan diri untuk melakukan aktivitas lain karena merasa harus menyelesaikan atau mengetahui hasil dari sesuatu yang sedang ditunggu terlebih dahulu.

Meski demikian, waiting mode dapat dikurangi dengan membangun kemampuan menerima ketidakpastian. Seseorang perlu menyadari bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan atau diketahui hasilnya secara langsung.

Dengan belajar melepaskan kebutuhan untuk memastikan segala sesuatu terlebih dahulu, seseorang dapat kembali menjalani rutinitas, menyelesaikan pekerjaan, serta menikmati kegiatan sehari-hari tanpa harus terus berada dalam kondisi menunggu.

Memahami bahwa menunggu merupakan bagian dari kehidupan dapat membantu seseorang mengelola pikiran dan energi dengan lebih baik, sehingga waktu yang ada tetap dapat digunakan secara produktif.(red/lis)

0 komentar:

Posting Komentar