Jumat, 31 Juli 2026

Misteri Gonggongan Anjing Berujung Penemuan Jenazah Peziarah di Asta Sumbersuko

 

EVAKUASI - Tim gabungan saat akan mengevakuasi  warga Desa Balung, yang ditemukan tewas d lereng pegunungan di Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Situbondo. (by tribunjatim.com)


SITUBONDO
– Suasana tenang di kawasan wisata religi Asta Sumbersuko, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, mendadak berubah duka setelah seorang peziarah ditemukan meninggal dunia di lereng perbukitan, Jumat (31/7/2026) sore.

Korban diketahui bernama Mashusi (50), warga Desa Balung, Kecamatan Kendit. Pria tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 16.00 WIB oleh sesama peziarah yang berada di sekitar lokasi.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, korban dikenal sebagai peziarah yang cukup rutin mendatangi Asta Sumbersuko. Selain berziarah, ia juga kerap mengaji dan mengambil air di kawasan yang dianggap memiliki nilai spiritual oleh masyarakat setempat.

Anggota BPBD Situbondo, Sonata, mengatakan Mashusi sudah sering terlihat datang ke lokasi tersebut.

"Berdasarkan keterangan warga, korban memang rutin berziarah ke Asta Sumbersuko sekitar dua kali dalam seminggu," ujarnya.

Ditemukan Berkat Gonggongan Anjing

Peristiwa ini bermula ketika korban berpamitan kepada rekannya untuk melaksanakan ziarah pada Jumat pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB, korban masih terlihat berada di sekitar bangunan asta dalam kondisi normal.

Namun hingga sore hari korban tak kunjung kembali. Saat salah seorang saksi hendak membuat kopi, ia mendengar suara gonggongan anjing yang terus-menerus dari arah lereng bukit di sekitar lokasi.

Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, saksi kemudian mendatangi sumber suara tersebut. Setibanya di lokasi, ia terkejut mendapati Mashusi sudah tergeletak dalam posisi tertelungkup tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kanit Reskrim Polsek Kendit, Bripka Diangga Pratama, membenarkan kronologi tersebut.

"Korban ditemukan setelah saksi mengikuti arah gonggongan anjing. Saat dicek, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.

Diduga Terjatuh Setelah Hipertensi Kambuh

Menerima laporan warga, personel Polsek Kendit bersama tim BPBD Situbondo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi korban yang berada di lereng perbukitan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan informasi dari pihak keluarga maupun warga, korban diduga memiliki riwayat penyakit hipertensi. Polisi menduga penyakit tersebut kambuh saat korban berada di kawasan perbukitan sehingga menyebabkan pusing, kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh dari tebing.

Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Korban diduga meninggal akibat terjatuh dari tebing setelah kesehatannya menurun. Jenazah langsung dievakuasi ke RS Situbondo untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang Bripka Diangga.

Polisi Imbau Pengunjung Lebih Waspada

Petugas mengimbau masyarakat yang berziarah maupun berwisata di kawasan perbukitan agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas dengan medan yang cukup terjal.

Bagi pengunjung yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi atau gangguan jantung, disarankan tidak melakukan perjalanan seorang diri agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Sementara itu, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. (Red/EI)

Kasihan Pak Min! Penjual Jamu Keliling Jadi Korban Uang Palsu, Polisi Buru Pelaku

 

PENJUAL JAMU DITIPU - K, lansia penjual jamu keliling, menjadi korban peredaran uang palsu saat menjajakan dagangan di Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Senin (27/7/2026). Kronologi kejadian terungkap.(by tribunjatim.com) 


BLITAR – Nasib nahas menimpa K (62) atau yang akrab disapa Pak Min, seorang penjual jamu keliling asal Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Hasil jerih payahnya berjualan sejak pagi hingga sore hari raib setelah menjadi korban dugaan penipuan menggunakan uang palsu oleh sepasang pembeli yang berpura-pura membeli jamu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/7/2026) saat Pak Min berkeliling menawarkan jamu di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari. Kasus ini kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah kisah korban menyebar dan memunculkan simpati dari masyarakat.

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, membenarkan adanya laporan terkait dugaan peredaran uang palsu yang menimpa pedagang jamu lansia tersebut. Saat ini, jajaran kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku.

Menurut keterangan polisi, kejadian bermula ketika Pak Min melintas di kawasan Patung Sapi, tepatnya di sekitar perempatan SD Ngaringan 3 menuju arah selatan. Saat itu, sepasang pria dan wanita yang berboncengan sepeda motor menghentikan korban dengan alasan ingin membeli jamu.

Keduanya kemudian memesan beberapa gelas jamu dengan total harga Rp15 ribu. Untuk membayar, pelaku menyerahkan selembar uang pecahan Rp100 ribu kepada korban.

Tanpa menyadari uang tersebut diduga palsu, Pak Min menerima pembayaran itu dan memberikan uang kembalian sebesar Rp85 ribu menggunakan uang asli hasil dagangannya.

Tak berhenti di situ, kedua pelaku kembali melancarkan aksinya. Mereka mengeluarkan dua lembar uang pecahan Rp100 ribu lainnya dan meminta korban menukarkannya dengan uang pecahan yang lebih kecil.

Pelaku berdalih baru saja menjual seekor sapi di pasar hewan dan membutuhkan uang kecil untuk keperluan tertentu. Karena percaya dengan alasan tersebut, Pak Min menyerahkan uang asli miliknya sebesar Rp200 ribu dalam pecahan Rp50 ribu dan nominal lebih kecil.

Sebagai gantinya, korban menerima dua lembar uang pecahan Rp100 ribu yang belakangan diketahui juga diduga palsu.

Akibat modus tersebut, Pak Min mengalami kerugian sekitar Rp300 ribu, terdiri atas uang kembalian transaksi pembelian jamu serta uang hasil penukaran pecahan yang diberikan kepada pelaku.

Setelah memperoleh uang asli milik korban, pasangan tersebut langsung meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Korban baru mengetahui dirinya menjadi korban penipuan saat mencoba menggunakan uang pecahan Rp100 ribu tersebut untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan pakan ternak. Namun, uang itu ditolak pedagang karena diduga merupakan uang palsu.

Kisah Pak Min kemudian viral di media sosial dan mengundang simpati masyarakat. Banyak warga mengajak pengguna media sosial untuk membantu dengan membeli dagangan Pak Min secara langsung sebagai bentuk dukungan atas musibah yang dialaminya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Polsek Gandusari langsung mendatangi rumah korban guna meminta keterangan dan memastikan kronologi kejadian.

Sementara itu, Satreskrim Polres Blitar kini terus melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan peredaran uang palsu yang beroperasi di wilayah tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang kecil dan pelaku UMKM, agar lebih teliti saat menerima pembayaran tunai. Pemeriksaan keaslian uang, terutama pecahan bernilai besar, dinilai penting untuk menghindari menjadi korban modus serupa. (Red. EI)

Kamis, 30 Juli 2026

Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini 9 Instansi dan Syarat Pendaftarannya


Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 untuk jalur sekolah kedinasan resmi dibuka.(by radar kediri)



KEDIRI
– Kabar baik bagi lulusan SMA/sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus berpeluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah dipastikan kembali membuka Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2026 yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menempuh pendidikan dengan ikatan dinas di sejumlah kementerian dan lembaga negara.

Meski jadwal resmi pendaftaran belum diumumkan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengisyaratkan bahwa proses seleksi akan segera dimulai. Karena itu, calon peserta diimbau mulai mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi maupun kemampuan akademik sejak sekarang.

Melalui akun Instagram resminya, @bkngoidofficial, BKN menginformasikan bahwa seleksi sekolah kedinasan tahun ini akan kembali digelar dengan melibatkan sejumlah instansi pemerintah.

Sembilan Instansi Membuka Seleksi

Berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan, terdapat sembilan kementerian dan lembaga yang dipastikan membuka penerimaan peserta didik baru melalui jalur sekolah kedinasan, yakni:

  • Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

  • Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

  • Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

  • Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas)

  • Kementerian Hukum (Kemenkum)

  • Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Badan Intelijen Negara (BIN)

  • Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Pelaksanaan seleksi mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme penerimaan peserta didik sekolah kedinasan, mulai dari pendaftaran, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), hingga penetapan hasil akhir.

Dokumen yang Harus Dipersiapkan

Agar tidak terburu-buru ketika portal pendaftaran dibuka, calon peserta disarankan mulai menyiapkan sejumlah dokumen penting, antara lain:

  • Ijazah SMA/sederajat.

  • Kartu Keluarga (KK).

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat keterangan domisili.

  • Rapor semester akhir.

  • Pasfoto terbaru sesuai ketentuan.

  • Dokumen pendukung lain sesuai persyaratan instansi yang dipilih.

Seluruh dokumen harus dipastikan valid dan sesuai dengan data kependudukan agar proses verifikasi administrasi berjalan lancar.

Persyaratan Umum Peserta

Selain melengkapi dokumen, peserta juga wajib memenuhi sejumlah persyaratan umum, di antaranya:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).

  • Sehat jasmani dan rohani.

  • Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.

  • Belum memiliki anak, termasuk belum pernah melahirkan bagi pendaftar perempuan.

  • Tidak sedang terikat ikatan dinas dengan instansi lain.

  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah lulus pendidikan.

  • Memenuhi persyaratan akademik, administrasi, serta ketentuan fisik sesuai aturan masing-masing sekolah kedinasan.

Tahapan Pendaftaran

Merujuk pada mekanisme seleksi tahun-tahun sebelumnya, proses pendaftaran akan dilakukan secara daring melalui portal SSCASN Kedinasan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Membuat akun pada portal SSCASN Kedinasan.

  2. Login menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kata sandi.

  3. Melakukan swafoto sebagai bagian dari proses verifikasi.

  4. Memilih instansi dan program studi yang diminati.

  5. Mengisi formulir pendaftaran, melengkapi biodata, memasukkan nilai rapor, serta mengunggah seluruh dokumen persyaratan.

  6. Memeriksa kembali seluruh data sebelum mengirim formulir karena data yang telah dikirim tidak dapat diubah.

  7. Menunggu hasil seleksi administrasi yang diumumkan oleh masing-masing instansi.

Sambil menunggu jadwal resmi pembukaan pendaftaran diumumkan, calon peserta disarankan memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), menjaga kesehatan, serta memastikan seluruh dokumen administrasi telah lengkap.

Persiapan yang matang sejak dini diharapkan dapat meningkatkan peluang lolos dalam persaingan seleksi sekolah kedinasan yang setiap tahunnya diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia.(Red/lis)

LSM Ratu Bidik Dugaan Pungutan di SMAN 1 Pare, Seragam dan Komite Jadi Sorotan

  



​KEDIRI — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Muda Bersatu (Ratu) menyoroti dugaan beban biaya pendidikan di SMAN 1 Pare, Kabupaten Kediri. Pihak LSM menilai penarikan uang seragam dan sumbangan komite di sekolah tersebut memberatkan para wali murid.


​Ketua LSM Ratu, Saiful Iskak, menyatakan pihaknya mengambil langkah tegas dan berencana melaporkan indikasi pungutan ini ke aparat penegak hukum (APH).


​"Kami menerima keluhan dari wali murid terkait besarnya biaya yang harus ditanggung. Langkah tegas akan kami ambil dengan melaporkan dugaan penyimpangan ini agar ada kejelasan hukum dan perlindungan bagi orang tua siswa," ujar Saiful Iskak.


​Berdasarkan informasi yang dihimpun, rincian biaya yang dibebankan kepada orang tua murid kelas X meliputi:

​Pakaian Seragam:

​Siswa Laki-laki: Rp1.940.000

​Siswa Perempuan: Rp2.200.000

​Uang Komite Sekolah:

​Imbauan Awal: Rp2.000.000

​Kesepakatan Akhir: Rp1.000.000


​Meskipun nominal uang komite telah diturunkan dari imbauan awal sebesar Rp2 juta menjadi Rp1 juta melalui kesepakatan, penarikan tersebut beserta pembelian paket seragam sekolah tetap dinilai sebagai beban finansial yang signifikan bagi sebagian wali murid.


Saiful juga menjelaskan ​Landasan Hukum dan Potensi Pasal Pidana, ​Praktik jual beli seragam oleh pihak sekolah serta penarikan dana komite yang bersifat wajib/mengikat diatur secara ketat dalam regulasi pendidikan nasional:


​Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah

​Pasal 12 huruf a: Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah.


​Pasal 10 ayat (2): Penggalangan dana oleh Komite Sekolah harus dalam bentuk sumbangan atau bantuan, bukan pungutan yang bersifat wajib, mengikat, atau ditentukan jumlah dan jangka waktunya.


​Permendikbud No. 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Adat dan Seragam Sekolah

​Pihak sekolah dilarang mewajibkan atau membebani orang tua/wali siswa untuk membeli seragam baru pada setiap kenaikan kelas atau penerimaan siswa baru.


​Potensi Pasal Pidana:

​Pasal 423 KUHP (Lama) / Pasal 488 UU No. 1/2023 (KUHP Baru): Terkait Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memaksa seseorang memberikan sesuatu atau melakukan pembayaran.


​UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 (UU Tipikor): Apabila dalam proses pengadaan atau penarikan dana tersebut ditemukan unsur pemaksaan, penyalahgunaan wewenang, atau gratifikasi yang merugikan masyarakat/negara. Terang Saiful. 


​Sesuai Pasal 1 dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) mengenai kewajiban bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, serta selalu menguji informasi (check and re-check), ruang ini disediakan untuk tanggapan resmi dari pihak Kepala SMAN 1 Pare maupun Komite Sekolah.


Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Kepala SMAN 1 Pare dan pengurus Komite Sekolah guna mendapatkan klarifikasi berimbang mengenai skema pengadaan seragam serta mekanisme penentuan sumbangan komite tersebut.(red/brm)

Rabu, 29 Juli 2026

AKBP Kresno Wisnu Putranto Resmi Disambut sebagai Kapolres Kediri Kota


Suasana penyambutan AKBP Kresno Wisnu Putranto dan istri sebagai Kapolres Kediri Kota dan Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Polres Kediri Kota menggelar prosesi penyambutan Kapolres Kediri Kota yang baru, AKBP Kresno Wisnu Putranto, Kamis (30/7). Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Kediri Kota itu menjadi simbol dimulainya estafet kepemimpinan baru sekaligus menegaskan komitmen jajaran kepolisian dalam menjaga soliditas organisasi.

AKBP Kresno Wisnu Putranto resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Kediri Kota menggantikan AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim yang kini mendapat penugasan baru. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan dihadiri pejabat utama, para kapolsek jajaran, personel kepolisian, serta pengurus Bhayangkari.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan kedatangan Kapolres baru oleh Wakapolres Kediri Kota, Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, bersama Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, Mega Caka.

Suasana semakin semarak ketika sepasang Polisi Cilik (Pocil) dari TK Kemala Bhayangkari 41 Kota Kediri memberikan pengalungan bunga kepada AKBP Kresno Wisnu Putranto sebagai tanda penghormatan dan ucapan selamat datang. Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, Aie Wisnu, menerima buket bunga sebagai simbol penyambutan.

Setelah prosesi penyambutan, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota menerima penghormatan dari jajaran personel Satuan Samapta Polres Kediri Kota. Penghormatan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus penanda dimulainya masa kepemimpinan baru di lingkungan Polres Kediri Kota.

Tradisi kemudian dilanjutkan dengan Pedang Pora, sebuah prosesi kehormatan yang menjadi bagian dari budaya organisasi Polri dalam menyambut pejabat baru. Suasana berlangsung penuh khidmat, terlebih dengan pembacaan puisi yang menggambarkan harapan besar terhadap kepemimpinan baru dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Usai melewati barisan Pedang Pora, AKBP Kresno Wisnu Putranto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota disambut dengan penampilan Tari Tradisional Cucuk Lampah. Tarian tersebut memiliki makna sebagai pembuka jalan sekaligus doa agar pemimpin baru memperoleh kelancaran, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas.

Momen penuh keakraban kembali terlihat ketika AKBP Kresno Wisnu Putranto dan Aie Wisnu disambut langsung oleh AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim beserta istri, Yani Anggi. Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan sesi perkenalan bersama seluruh pejabat utama dan para kapolsek jajaran Polres Kediri Kota.

Prosesi penyambutan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut juga mencerminkan soliditas serta kekompakan seluruh personel dalam menyambut pergantian kepemimpinan di tubuh Polres Kediri Kota.

Dalam kesempatan itu disampaikan harapan agar di bawah kepemimpinan AKBP Kresno Wisnu Putranto, Polres Kediri Kota semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan semakin dipercaya masyarakat.(Red/EI)

Soroti Dugaan Pungli dan Komersialisasi Pendidikan di Kediri, Lagi-lagi LSM RATU Layangkan Surat Pemberitahuan Aksi Damai ke Polrestabes Surabaya

 Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Muda Bersatu 



​Kediri, Jatim – Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Muda Bersatu (LSM RATU) melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Kapolrestabes Surabaya pada Selasa (28/7/2026). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas temuan investigasi mereka mengenai maraknya dugaan pungutan liar (pungli) dan komersialisasi pendidikan di tingkatan SMA/SMK Negeri wilayah Kabupaten dan Kota Kediri.


​Aksi damai yang diinisiasi oleh Ketua LSM RATU, Saiful Iskak, rencananya akan dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Sebanyak 50 peserta perwakilan LSM diproyeksikan turun ke jalan dengan titik kumpul di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.


​Selain Kejati Jatim, massa aksi menyasar tiga titik lokasi lainnya di Surabaya, yakni Gedung Negara Grahadi, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.


Dalam perencanaannya, massa aksi juga menyiapkan peraga aksi berupa bendera, banner, ban bekas, serta 10 tenda untuk menginap di halaman Gedung Negara Grahadi selama 3 hari 3 malam.


​Persoalkan Pembayaran Tanpa Kuitansi hingga Jual Beli Seragam


​Dalam keterangannya, Ketua LSM RATU Saiful Iskak menyayangkan praktik pendidikan di Kediri yang dinilai kian berorientasi pada bisnis sehingga berpotensi menurunkan kualitas belajar siswa dan mencederai prinsip keadilan serta transparansi publik.


​"Hasil tim investigasi kami menemukan indikasi maraknya pungli di sekolah SMA dan SMK Negeri di Kediri, di mana penerimaan pembayaran dari wali murid sering kali tidak disertai bukti pembayaran atau kuitansi resmi dari sekolah," tegas Saiful dalam keterangan tertulisnya.


​7 Poin Tuntutan LSM RATU


​Melalui lampiran surat pemberitahuan bernomor 031/SPAD/RATU/VII/2026, LSM RATU menyampaikan tujuh poin tuntutan utama yang ditujukan kepada instansi terkait dan aparat penegak hukum:


1. ​Transparansi Keuangan: Menuntut transparansi transaksi keuangan sekolah yang wajib dipertanggungjawabkan kepada wali murid, termasuk pemberian bukti pembayaran sah (kuitansi/struk).


2. ​Copot Kepala Cabdindik Kediri & Kepsek Terlibat: Mengusut tegas dan mengganti Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Kediri beserta jajaran, serta mencopot Kepala SMKN 1 Kota Kediri (Edi Suroto) dan SMKN 1 Ngasem (Alfin) yang dinilai memicu kegaduhan di dunia pendidikan Kediri.


3. ​Hak Kuitansi Wali Murid: Memastikan hak wali murid untuk menerima bukti pembayaran yang sah atas seluruh transaksi sekolah.


4. ​Usut Jual Beli Buku & Seragam: Mendesak Kejati Jatim segera memanggil dan memeriksa dugaan praktik jual beli buku dan kain seragam saat pendaftaran ulang siswa SMA/SMK Negeri Kediri tahun ajaran 2024–2026.


5. ​Penegakan Permendikbud No. 75/2016: Meminta Kejati Jatim memeriksa Ketua, Komite, dan Bendahara Komite Sekolah terkait potensi pungli, mengingat Komite Sekolah dilarang melakukan pungutan dan hanya diperbolehkan menerima sumbangan/bantuan.


6. ​Usut Penyelewengan Dana BOS: Mengesahkan tuntutan kepada Polda Jatim untuk memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah serta Bendahara SMA/SMK Negeri di Kediri terkait transparansi dan dugaan korupsi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) TA 2024–2026.


7. ​Audit Dana BPOPP Jatim: Meminta Polda Jatim memeriksa pihak-pihak terkait atas transparansi penggunaan dana Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) dari APBD Pemprov Jatim (Program Nawa Bhakti Satya) TA 2024–2026 yang dinilai berpotensi dikorupsi.


​Melalui aksi ini, LSM RATU berharap aparat penegak hukum (Kejati dan Polda Jatim) beserta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mengambil tindakan tegas untuk membersihkan dunia pendidikan di Jawa Timur, khususnya Kediri, dari praktik KKN dan pungli.(red/hep)

2.000 Pelajar Meriahkan Jumbara PMR Kabupaten Kediri 2026, Siapkan Generasi Relawan Kemanusiaan


RELAWAN KEMANUSIAAN - Suasana pembukaan Jumbara di Lapangan Desa Tulungrejo Kecamatan Pare, Senin (27/7/2026).(by tribunjatim.com)



KEDIRI
– Sebanyak 2.000 pelajar tingkat SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Kediri mengikuti kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) Madya-Wira Tahun 2026. Kegiatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri ini menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Jumbara PMR 2026 resmi dibuka di Lapangan Tulungrejo dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juli 2026. Selain menjadi ajang silaturahmi antarkontingen, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, serta semangat pengabdian para anggota PMR sejak usia sekolah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin yang mewakili Bupati Kediri mengatakan, Jumbara merupakan agenda dua tahunan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, antusiasme ribuan peserta menunjukkan tingginya perhatian sekolah terhadap pembinaan karakter melalui organisasi PMR.

Ia mengapresiasi seluruh sekolah, guru pembina, dan PMI yang terus berkomitmen menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para pelajar. Diharapkan pengalaman selama mengikuti Jumbara dapat menjadi bekal untuk berkontribusi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti 12 jenis perlombaan dan aktivitas edukatif. Materinya meliputi pertolongan pertama, dapur umum, traveling kepalangmerahan, edukasi pencegahan kenakalan remaja, hingga berbagai kompetisi yang dirancang untuk mengasah keterampilan, kerja sama tim, dan jiwa kepemimpinan.

Kepala Markas PMI Kabupaten Kediri Triatmono Wahyoe Supriadi menjelaskan, tujuan utama Jumbara bukan semata mencari juara, tetapi membentuk karakter relawan muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Menurutnya, pembinaan sejak usia sekolah menjadi langkah strategis untuk menyiapkan relawan kemanusiaan di masa depan, baik dalam kegiatan donor darah maupun penanggulangan bencana.

Selain menjadi ajang kompetisi, Jumbara juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperluas jejaring antarsekolah. Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Kediri berharap semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga mampu melahirkan relawan-relawan kemanusiaan yang tangguh dan berkarakter.(red/lis)

Senin, 27 Juli 2026

Lapas Kelas IIB Blitar Dilempari Paket Misterius Berisi Narkoba, Petugas Gagalkan Penyelundupan


IL DOBEL L: Barang bukti ratusan pil dobel L yang ditemukan petugas di area LP Blitar, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). Ratusan pil dobel L itu diduga dilempar orang tak dikenal dari luar LP. (by tribunjatim.com)



BLITAR
– Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Kelas IIB Blitar berhasil digagalkan petugas. Aksi tersebut dilakukan dengan cara melempar sebuah paket misterius dari luar tembok lapas. Berkat kesigapan petugas, paket itu berhasil diamankan sebelum sempat berpindah tangan kepada narapidana yang diduga menjadi sasaran.

Peristiwa tersebut terjadi saat petugas lapas tengah menjalankan pengawasan rutin di area dalam lembaga pemasyarakatan. Kecurigaan muncul setelah terdengar benda jatuh dari arah luar tembok. Petugas kemudian langsung melakukan penyisiran di lokasi dan menemukan sebuah bungkusan mencurigakan.

Setelah diperiksa, paket tersebut diketahui berisi barang yang diduga merupakan narkotika. Temuan itu segera diamankan sebagai barang bukti, sementara petugas langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Lapas Kelas IIB Blitar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas. Pengawasan di seluruh area, terutama titik-titik yang dianggap rawan, terus diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang. 

Selain meningkatkan patroli, petugas juga memperkuat sistem pengamanan melalui pemeriksaan rutin terhadap lingkungan lapas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen menciptakan lembaga pemasyarakatan yang bersih dari peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya.

Pihak kepolisian bersama petugas lapas kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pelemparan paket tersebut. Aparat juga menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak dari dalam maupun luar lapas dalam upaya penyelundupan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa berbagai modus penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan terus berkembang. Karena itu, sinergi antara petugas lapas dan aparat penegak hukum dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.(red/lis)

Mahasiswa Teknik Dituntut Adaptif di Era Revolusi Industri 5.0, Ini Peran Strategisnya

  

(by radar kediri)


KEDIRI
– Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa dunia memasuki era Revolusi Industri 5.0, sebuah konsep yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dengan dukungan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), big data, hingga otomatisasi. Dalam kondisi tersebut, mahasiswa teknik memiliki peran strategis sebagai calon inovator yang akan menentukan arah perkembangan industri di masa depan. 

Mahasiswa teknik tidak lagi hanya dituntut menguasai teori dan keterampilan teknis, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Penguasaan teknologi digital menjadi modal utama dalam meningkatkan efisiensi industri sekaligus menjawab berbagai tantangan yang muncul di era modern.

Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga perlu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kolaborasi. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang mampu bekerja dalam tim multidisiplin dan menyelesaikan persoalan dengan pendekatan inovatif. Soft skills tersebut menjadi pelengkap kemampuan akademik agar lulusan teknik mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. 

Perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat juga menuntut mahasiswa untuk terus beradaptasi. Kurikulum pendidikan tinggi akan terus mengalami penyesuaian agar selaras dengan kebutuhan industri. Oleh sebab itu, semangat belajar sepanjang hayat menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki setiap mahasiswa teknik agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. 

Di sisi lain, Revolusi Industri 5.0 membuka peluang yang sangat luas bagi lulusan teknik. Berbagai profesi baru bermunculan, mulai dari pengembang kecerdasan buatan, analis big data, spesialis keamanan siber, hingga pengembang robotika dan teknologi ramah lingkungan. Peluang tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis teknologi. 

Namun, peluang tersebut juga diiringi berbagai tantangan. Mahasiswa harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis, meningkatkan literasi digital, serta memahami aspek etika dalam pemanfaatan teknologi. Revolusi Industri 5.0 tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga menekankan nilai-nilai kemanusiaan sehingga inovasi yang dihasilkan harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. 

Sebagai calon insinyur dan pengembang teknologi, mahasiswa teknik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi yang mampu menjawab berbagai persoalan di bidang industri, lingkungan, kesehatan, hingga pembangunan berkelanjutan. Melalui inovasi dan kolaborasi, mereka memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di era Revolusi Industri 5.0. (red/lis)

Minggu, 26 Juli 2026

Motor Tabrak Pantat Truk Sampah DLH Surabaya, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia


Petugas gabungan melakukan evakuasi korban kecelakaan di Jalan Raya Sememi, Benowo, Surabaya--(by memorandum co.id)


SURABAYA
– Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya, Minggu (26/7). Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang bocah berusia enam tahun meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak bagian belakang truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya.

Korban diketahui berinisial IJ (6), warga kawasan Balongsari, Kecamatan Tandes, Surabaya. Saat kejadian, korban berada di atas sepeda motor Honda Beat bersama tiga orang lainnya. Kendaraan tersebut membawa pengendara perempuan, seorang perempuan lanjut usia, seorang bocah, serta seorang bayi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor dan truk sampah tersebut melaju dari arah yang sama, yakni dari barat menuju timur. Ketika sampai di lokasi kejadian, truk sampah yang dikemudikan Aan Gozali (42) berada di sisi kiri jalan.

Sopir truk diketahui menghentikan kendaraannya setelah menerima panggilan telepon. Tidak lama kemudian, sepeda motor yang datang dari arah belakang diduga kehilangan kendali sehingga menabrak bagian belakang truk sebelah kanan.

Benturan keras membuat korban mengalami luka serius, terutama pada bagian kepala. Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Petugas medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka yang dialami dalam kecelakaan tersebut.

Selain korban meninggal, salah satu penumpang sepeda motor juga mengalami luka pada bagian wajah. Korban luka kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Benowo Kompol Ikhbal Gunawan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terkait kecelakaan tersebut. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi pasti kejadian.

Kasus kecelakaan tersebut selanjutnya ditangani oleh Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Pengendara diimbau menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, memastikan kondisi kendaraan tetap baik, serta tidak membawa penumpang melebihi kapasitas demi mengurangi risiko kecelakaan.(red/lis)

Dukung Ketahanan Pangan, Polisi Sambangi Petani Jagung di Mojoroto Kediri


( by memorandum co.id)


KEDIRI
– Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Kediri Kota melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya diwujudkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo, Aiptu Suhartono, yang melaksanakan sambang ke area persawahan di Jalan RT 4 RW 2, Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Suhartono menyapa dan berdialog dengan para buruh tani yang tengah melakukan penanaman jagung. Salah seorang petani yang ditemui adalah Jumiatun (55), yang sedang bekerja bersama warga lainnya mengolah lahan pertanian.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas para petani tidak hanya sebagai bentuk pendampingan, tetapi juga memberikan motivasi agar masyarakat terus semangat mengembangkan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan. Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, Polri juga ingin memastikan hubungan yang harmonis dengan masyarakat tetap terjaga.

Aiptu Suhartono menjelaskan bahwa kegiatan sambang sawah merupakan implementasi dari semangat Polri Presisi dan program Polri untuk Masyarakat. Menurutnya, anggota kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir mendukung berbagai aktivitas positif yang dilakukan masyarakat, termasuk di bidang pertanian.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Bhabinkamtibmas untuk mendengarkan langsung aspirasi maupun kendala yang dihadapi para petani. Dengan pendekatan humanis, Polri berharap dapat membangun sinergi yang semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan sejahtera.

Kehadiran aparat kepolisian di area persawahan pun mendapat respons positif dari warga. Para petani mengaku merasa diperhatikan dan didampingi, sehingga semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Sementara itu, Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah binaannya. Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat memiliki peran penting, tidak hanya dalam menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

"Polisi bukan hanya hadir saat ada gangguan kamtibmas, tetapi juga hadir ketika masyarakat sedang membangun negeri dari sawah-sawah mereka," ujar Kompol Rudi Purwanto.

Melalui kegiatan sambang sawah ini, Polsek Mojoroto berharap kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan semangat petani, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kota Kediri.(red/lis)

Sabtu, 25 Juli 2026

Polisi Tahan Wanita Terduga Pelaku Penipuan terhadap Driver Ojol hingga Anggota TNI di Situbondo


Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Selimat Akmal.--(by memorandum co.id)


SITUBONDO
– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo resmi menetapkan seorang perempuan berinisial R (32), warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang merugikan belasan korban.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Tindak Pidana Umum (Pidum), tersangka langsung ditahan di ruang tahanan Polres Situbondo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Selimat Akmal, mengatakan penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi, korban, dan meminta keterangan dari yang bersangkutan.

"Perempuan tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan korban, termasuk meminta keterangan dari yang bersangkutan," ujar AKP Selimat Akmal, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, total kerugian yang dilaporkan para korban mencapai sekitar Rp61 juta. Korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk pengemudi ojek online (ojol) dan seorang anggota TNI.

Dalam salah satu modus yang diduga digunakan, tersangka disebut mengaku sebagai seorang dokter untuk memperoleh kepercayaan korban. Dengan cara tersebut, seorang anggota TNI berinisial NN dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp37 juta.

Penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun modus serupa yang diduga dilakukan oleh tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka langsung kami tahan di Mapolres Situbondo," tegas AKP Selimat.

Sebelumnya, pelarian tersangka berakhir setelah diamankan aparat kepolisian saat berada di sebuah hotel di Kota Situbondo pada Kamis (23/7/2026). Saat itu, ia diketahui hendak melakukan check-in bersama seorang pria yang merupakan rekannya.

Polres Situbondo memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh rangkaian dugaan tindak pidana, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.(red/lis)

Musim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Damkar Tangani 11 Insiden dalam Sehari


Petugas saat menangani salah satu kebakaran. (Foto Damkar Kabupaten Kediri


KEDIRI
– Musim kemarau mulai meningkatkan risiko kebakaran di Kabupaten Kediri. Dalam kurun waktu satu hari, Jumat (24/7), petugas pemadam kebakaran harus menangani sedikitnya 11 kejadian kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah. Mayoritas insiden diduga dipicu oleh kelalaian manusia saat menggunakan api.

Berbagai objek terbakar dalam rentang waktu tersebut, mulai dari rumah tinggal, kandang ternak, lahan kosong, lahan tebu, lahan jati, rumpun bambu, hingga tumpukan limbah industri. Seluruh kejadian berhasil ditangani petugas sehingga kobaran api tidak meluas ke area yang lebih besar.

Peristiwa kebakaran terjadi di Kecamatan Kepung, Pare, Banyakan, Plosoklaten, Semen, Ngancar, Kandat, Papar, dan Pagu. Banyaknya kejadian dalam sehari menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat kondisi cuaca yang semakin kering selama musim kemarau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan meningkatnya frekuensi kebakaran menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api.

Menurutnya, vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan membuat api lebih mudah menyala dan cepat merambat, terutama jika disertai embusan angin yang cukup kencang.

Kaleb menjelaskan, sebagian besar kebakaran yang terjadi masih dipicu oleh faktor kelalaian manusia. Beberapa penyebab yang kerap ditemukan antara lain pembakaran sampah, pembakaran sisa tanaman setelah panen, hingga penggunaan api di sekitar lahan maupun permukiman tanpa pengawasan yang memadai.

Pada Jumat (24/7), petugas memadamkan kebakaran kandang puyuh dan rumah di Kecamatan Kepung. Selain itu, kebakaran juga terjadi pada rumpun bambu di Kecamatan Pare dan Banyakan, lahan kosong di Pare, lahan tebu di Kecamatan Plosoklaten dan Ngancar, lahan jati di Kecamatan Semen, limbah sepatu bekas di Kecamatan Kandat, rumah tinggal di Kecamatan Papar, serta kandang ayam di Kecamatan Pagu.

Meski seluruh kejadian berhasil ditangani, Kaleb mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman kebakaran selama musim kemarau. Menurutnya, cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api sehingga berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila terlambat ditangani.

"Mayoritas kebakaran masih disebabkan kelalaian manusia. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah atau sisa tanaman sembarangan, memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, serta tidak membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran. Penanganan sejak dini dinilai sangat penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerugian maupun korban.

Menurut Kaleb, meningkatnya kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi faktor utama dalam menekan angka kebakaran selama musim kemarau. Ia berharap seluruh warga dapat lebih bijak dalam menggunakan api agar kejadian serupa dapat diminimalkan.(red/lis)

Jumat, 24 Juli 2026

Nikah Massal VW Kombi di Kediri Pecahkan Rekor MURI, Wujud Perlindungan Hukum bagi Pasangan


AKHIRNYA SAH: Slamet mengikuti akad nikah di VW Combi dalam nikah massal yang digelar Pemkot Kediri di Jl Stasiun kemarin. Selama 40 tahun membina rumah tangga, dia baru mengesahkan pernikahannya kemarin karena terkendala administrasi. (photo by radar kediri)


KEDIRI
– Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Jalan Stasiun, Kota Kediri, saat puluhan pasangan pengantin mengikuti prosesi nikah massal dengan konsep yang tak biasa. Sebanyak 53 pasangan melangsungkan akad nikah di dalam mobil Volkswagen (VW) Kombi, sekaligus meresmikan status pernikahan mereka di hadapan negara.

Deretan mobil VW yang berjajar di sepanjang jalan menjadi saksi lahirnya puluhan keluarga baru. Para mempelai perempuan tampil anggun mengenakan kebaya, sementara mempelai pria mengenakan jas. Senyum bahagia tak henti terpancar dari wajah mereka setelah resmi memperoleh pengakuan hukum atas pernikahan yang dijalani.

Salah satu peserta, Digdo Sariwanto (59), mengaku lega karena akhirnya dapat mencatatkan pernikahannya setelah hidup bersama sang istri selama sekitar 40 tahun melalui pernikahan siri. Warga Kelurahan Mojoroto tersebut mengatakan, selama ini dirinya belum memiliki buku nikah sehingga memanfaatkan kesempatan nikah massal yang difasilitasi Pemerintah Kota Kediri.

Menurut Digdo, dahulu ia dan istrinya memilih menikah secara siri karena terkendala persoalan administrasi. Keduanya berasal dari Lampung sebelum akhirnya merantau dan menetap di Kediri. Rumitnya persyaratan administrasi membuat mereka memilih jalur pernikahan di bawah tangan agar dapat segera membangun rumah tangga.

Namun, keputusan tersebut membawa konsekuensi dalam berbagai urusan administrasi keluarga. Digdo mengaku sempat mengalami kesulitan ketika mengurus dokumen pernikahan anak-anaknya. Dari empat anak yang dimiliki, tiga telah menikah, sedangkan satu anak lainnya masih belum berkeluarga.

Karena itu, ketika mendapat informasi mengenai program nikah massal, ia langsung mendaftarkan diri. Seluruh proses administrasi dibantu oleh pemerintah setempat sehingga memudahkannya memperoleh dokumen pernikahan resmi. Ia berharap keberadaan buku nikah nantinya akan memperlancar berbagai keperluan administrasi keluarga.

Alasan serupa juga diungkapkan Eni Atminingsih (50), warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota. Bersama suaminya, Slamet, ia mengikuti program isbat nikah setelah sebelumnya menikah pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021 tanpa pencatatan resmi.

Eni menjelaskan bahwa suaminya merupakan penyandang disabilitas netra. Dengan adanya buku nikah, ia berharap proses pengurusan layanan kesehatan, bantuan sosial, maupun administrasi lainnya dapat dilakukan dengan lebih mudah karena status pernikahan mereka telah diakui secara hukum.

Program nikah massal tahun ini diikuti oleh 53 pasangan. Sebanyak 43 pasangan melangsungkan akad nikah reguler, sedangkan 10 pasangan lainnya mengikuti proses isbat nikah untuk memperoleh pengesahan atas pernikahan yang telah berlangsung sebelumnya.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), melainkan memiliki nilai sosial yang jauh lebih besar. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum lahirnya puluhan keluarga baru yang memulai kehidupan rumah tangga dengan status hukum yang sah.

Vinanda juga mengapresiasi komunitas Volkswagen yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai komunitas otomotif tidak hanya berperan sebagai wadah para pecinta kendaraan klasik, tetapi juga mampu menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa legalitas pernikahan merupakan bentuk perlindungan hukum bagi suami, istri, maupun anak. Dengan pencatatan resmi, hak dan kewajiban setiap anggota keluarga memiliki kepastian hukum sehingga memudahkan berbagai urusan administrasi di kemudian hari.

Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Sriwidayati, menyebut kegiatan tersebut sebagai penyelenggaraan akad nikah di dalam mobil terbanyak di Indonesia. Sebanyak 53 pasangan menjalani prosesi pernikahan secara bersamaan di dalam 53 unit mobil VW Kombi, sehingga kegiatan itu resmi tercatat sebagai rekor nasional.

Selain menghadirkan konsep yang unik, nikah massal tersebut juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas dalam memberikan akses legalitas pernikahan bagi masyarakat. Harapannya, semakin banyak pasangan yang memperoleh kepastian hukum sehingga hak-hak keluarga dapat terlindungi secara optimal.(red/lis)

Datang Sejak Pagi Demi BLT, Lansia di Kediri Bersyukur Terima Bantuan Rp1 Juta


SAPA WARGA: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyapa anak-anak yang ikut orang tuanya mencairkan BLT DBHCHT di Pendapa Kecamatan Pesantren, kemarin. Total ada sekitar 4 ribu warga yang menerima bantuan secara bertahap.(photo by radar kediri)


KEDIRI
– Penantian ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Kediri untuk memperoleh Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) akhirnya terwujud. Penyaluran bantuan yang dimulai pada Sabtu berlangsung di sejumlah titik, termasuk di Kantor Kecamatan Pesantren, dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Bahkan, banyak warga datang sejak pagi hari untuk memastikan mereka dapat menerima bantuan sesuai jadwal.

Salah satu penerima bantuan adalah Wagini (71), warga Kecamatan Pesantren. Perempuan lanjut usia tersebut mengaku baru pertama kali memperoleh bantuan sosial dari pemerintah. Selama ini, meskipun hidup dalam kondisi ekonomi yang terbatas, ia belum pernah menerima bantuan berupa beras, minyak goreng, maupun bantuan sosial lainnya.

Wagini tinggal bersama anak, menantu, dan cucunya di sebuah rumah sederhana. Dalam kesehariannya, keluarga tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok secara terbatas. Karena itu, bantuan tunai sebesar Rp1 juta yang diterimanya menjadi angin segar untuk meringankan beban ekonomi keluarga.

Ia mengatakan, dana bantuan tersebut akan digunakan untuk membeli bahan makanan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena dapat membantu mencukupi kebutuhan dasar yang selama ini sulit dipenuhi.

Demi memperoleh bantuan itu, Wagini telah datang ke lokasi penyaluran sejak pukul 07.00 WIB, meski proses penyerahan baru dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Namun, ketika tiba di lokasi, antrean warga sudah cukup panjang. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat yang berharap bantuan dapat segera diterima.

Selain Wagini, Nur Syamsiah (40), warga Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, juga mengungkapkan rasa syukurnya setelah kembali menjadi penerima BLT DBHCHT. Berbeda dengan Wagini yang baru pertama kali menerima bantuan, Nur mengaku tahun ini merupakan kali kedua dirinya memperoleh bantuan serupa.

Ia berencana memanfaatkan dana tersebut untuk membiayai kebutuhan pendidikan anak sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Menurutnya, bantuan tunai sangat membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga di tengah meningkatnya berbagai kebutuhan hidup.

Program BLT yang bersumber dari DBHCHT tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga fakir miskin dan lanjut usia (lansia), tetapi juga menyasar kelompok masyarakat rentan lainnya. Penerima bantuan meliputi penyandang disabilitas berat, anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), serta anak yatim.

Pada hari pertama penyaluran, pemerintah memfokuskan distribusi bantuan kepada fakir miskin, lansia, penyandang disabilitas berat, dan ABH. Sementara itu, bantuan untuk sekitar 1.400 anak yatim dijadwalkan akan disalurkan pada Senin, 27 Juli.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menjelaskan bahwa penyaluran BLT DBHCHT merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.

Menurutnya, secara keseluruhan bantuan akan diberikan kepada sekitar 4.000 penerima manfaat. Rinciannya meliputi sekitar 2.700 warga kategori fakir miskin, 533 lansia, 60 penyandang disabilitas berat, 10 anak yang berhadapan dengan hukum, serta sekitar 1.400 anak yatim.

Vinanda berharap bantuan yang disalurkan benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan prioritas keluarga, seperti pangan, pendidikan, dan kebutuhan pokok lainnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi proses penyaluran agar bantuan tepat sasaran dan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

Melalui program BLT DBHCHT ini, Pemerintah Kota Kediri berharap daya beli masyarakat dapat terjaga sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan yang paling terdampak oleh kondisi ekonomi. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memastikan manfaat dana bagi hasil cukai hasil tembakau dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.(red/lis)

Kamis, 23 Juli 2026

Arvindo Tegaskan Vape Legal Berbeda dengan Produk Ilegal, Dukung Penindakan Penyalahgunaan Narkoba

  

Ilustrasi vape atau rokok elektronik.(photo by radar kediri)


JAKARTA
– Maraknya penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik (vape) kembali menjadi perhatian berbagai pihak. Menanggapi fenomena tersebut, Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo) menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam memperketat pengawasan terhadap peredaran vape ilegal sekaligus mencegah penyalahgunaan narkotika melalui produk tersebut.

Namun demikian, Arvindo menegaskan agar produk rokok elektronik yang telah memenuhi seluruh ketentuan hukum dan perizinan tidak disamakan dengan produk ilegal yang beredar di luar pengawasan pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertajuk "Tata Kelola Peredaran Rokok Elektrik: Bahaya, Sinergi Pengawasan, dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dalam Rokok Elektrik" yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Selasa (21/7/2026).

Ketua Umum Arvindo, Fachmi Kurnia Firmansyah Siregar, mengatakan seluruh pemangku kepentingan memiliki tujuan yang sama, yakni memberantas penyalahgunaan narkotika tanpa menghambat keberlangsungan industri rokok elektronik legal yang telah mematuhi regulasi pemerintah.

"Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah dalam menekan jumlah penyalahgunaan narkotika. Kami juga mengharapkan agar kita bersama-sama menjaga industri legal yang telah taat pada aturan," ujar Fachmi.

Menurutnya, perbedaan antara produk legal dan produk ilegal seharusnya menjadi dasar dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan pengawasan.

Ia menjelaskan bahwa produk rokok elektronik legal memiliki izin usaha, pita cukai resmi, serta jalur distribusi yang terdokumentasi dengan baik. Kondisi tersebut membuat proses pengawasan oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum menjadi lebih mudah dilakukan.

Sebaliknya, produk ilegal beredar melalui jalur distribusi tertutup tanpa cukai dan tanpa identitas yang jelas sehingga sulit dilacak keberadaannya.

"Kalau legal jelas izin usahanya ada, alamatnya ada, cukainya ada, rantai distribusinya terlihat karena terdata. Edukasi dan pengawasannya juga lebih mudah. Kalau ilegal, jalur distribusinya tertutup, tanpa cukai, dan sulit ditelusuri," jelasnya.

Fachmi juga mengungkapkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap sejumlah toko vape resmi.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, kata dia, tidak ditemukan kandungan narkotika pada liquid bercukai yang dijual di gerai resmi. Dugaan penyalahgunaan justru lebih banyak ditemukan pada produk ilegal yang beredar melalui jalur distribusi tidak resmi.

"Hasil pemeriksaan BNN di toko-toko vape resmi tidak menemukan satu pun liquid bercukai dan bersegel yang mengandung narkoba. Kepala Laboratorium BNN juga menyampaikan hal yang sama. Justru peredarannya ditemukan di klub malam maupun saluran distribusi yang tidak diketahui keberadaannya," ujarnya.

Meski mendukung keberlangsungan industri vape legal, Arvindo menegaskan tidak menutup mata terhadap risiko kesehatan yang melekat pada penggunaan rokok elektronik.

Fachmi mengingatkan bahwa nikotin tetap merupakan zat yang bersifat adiktif sehingga penggunaan vape bukanlah produk yang sepenuhnya bebas dari risiko kesehatan.

Karena itu, ia menilai edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan produk secara bertanggung jawab serta pengawasan terhadap peredaran produk ilegal perlu dilakukan secara bersamaan.

Arvindo berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika tanpa menghambat industri yang telah menjalankan usahanya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.(red/lis)

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani Jemaah Kediri Raya dan Madiun

  

LUSTRASI HAJI - Suasana pelepasan Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri di area SLG, Rabu (20/5/2026) lalu. Pada tahun 2027 mendatang, selain seluruh jemaah haji dari wilayah Kediri Raya, jemaah haji dari wilayah Madiun juga menjadi kelompok terbang (Kloter) yang akan diberangkatkan melalui Bandara Dhoho Kediri.(photo by tribunjatim.com)


KEDIRI
– Bandara Dhoho Kediri dipastikan menjadi salah satu titik keberangkatan dan kepulangan jemaah haji Jawa Timur pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 mendatang. Dengan penetapan tersebut, Kediri akan menjadi embarkasi haji baru yang membantu mengurangi beban pelayanan di Embarkasi Surabaya.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah memastikan Bandara Dhoho Kediri menjadi lokasi pemberangkatan sekaligus pemulangan jemaah haji untuk wilayah tertentu di Jawa Timur. Selain jemaah dari Kediri Raya, kelompok terbang (kloter) dari wilayah Madiun juga akan dilayani melalui bandara yang berada di Kabupaten Kediri tersebut.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur Asadul Anam mengatakan persiapan operasional penerbangan haji melalui Bandara Dhoho terus dilakukan, termasuk kesiapan fasilitas pendukung seperti akomodasi dan tempat menginap bagi jemaah sebelum keberangkatan.

"Tentu wilayah terdekat Kediri yang terbang dari Bandara Dhoho Kediri. Yakni wilayah kerja Kemenhaj Kediri dan Madiun," ujar Anam, Kamis (23/7/2026).

Wilayah yang akan mendapat layanan keberangkatan melalui Bandara Dhoho meliputi wilayah kerja Kemenhaj Kediri dan Madiun.

Untuk wilayah Kediri mencakup Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, serta Kabupaten Nganjuk.

Sedangkan wilayah Madiun meliputi Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Magetan, serta Kabupaten Ngawi.

Sementara itu, jemaah dari wilayah lain seperti Malang, Jember, Madura, hingga Bojonegoro masih akan diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya.

Dengan beroperasinya Bandara Dhoho sebagai titik keberangkatan haji, Kediri akan memiliki peran baru dalam penyelenggaraan layanan haji di Jawa Timur. Selain kesiapan bandara, pemerintah juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk hotel sebagai tempat transit jemaah sebelum penerbangan.

Hal tersebut diperlukan karena Kediri belum memiliki Asrama Haji seperti Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Nantinya, fasilitas penginapan di hotel-hotel sekitar Kediri akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan jemaah.

Selain dukungan akomodasi, Kediri juga memiliki Kantor Imigrasi yang menjadi salah satu fasilitas pendukung dalam proses pelayanan keberangkatan jemaah haji.

Kurangi Beban Embarkasi Surabaya

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf telah menyampaikan rencana penggunaan Bandara Dhoho Kediri sebagai lokasi penerbangan haji tahun 2027 saat penutupan operasional haji 2026.

Kediri nantinya akan mengikuti langkah Yogyakarta yang lebih dulu menjadi embarkasi baru pada musim haji 2026 sebagai pendukung Embarkasi Solo. Sementara Bandara Dhoho Kediri akan menjadi penopang Embarkasi Surabaya.

Menurut Irfan, Bandara Dhoho memiliki kelayakan untuk melayani penerbangan haji karena mampu mendukung operasional pesawat berbadan besar. Bandara yang berada di wilayah Kecamatan Banyakan-Tarokan, Kabupaten Kediri, tersebut dinilai memiliki infrastruktur yang memadai.

Pengoperasian Bandara Dhoho untuk penerbangan haji juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan aktivitas penerbangan di Bandara Juanda Surabaya serta meringankan beban pelayanan di Asrama Haji Sukolilo.

Selama ini, Embarkasi Surabaya menjadi salah satu embarkasi dengan aktivitas sangat padat. Pada penyelenggaraan haji 2026, Embarkasi Surabaya melayani sebanyak 116 kloter jemaah.

"PPIH Embarkasi Surabaya hampir tak pernah istirahat. Bayangkan ada 116 kloter sehingga asrama haji terus melayani jemaah. Kepala UPT sempat tumbang masuk rumah sakit juga karena intensitas yang luar biasa," kata Irfan.

Karena tingginya aktivitas tersebut, sebagian layanan haji Jawa Timur pada 2027 akan dialihkan ke Bandara Dhoho Kediri. Dengan pembagian layanan ini, jumlah kloter yang melalui Embarkasi Surabaya akan berkurang sehingga pelayanan kepada jemaah diharapkan menjadi lebih optimal.

Kehadiran Bandara Dhoho sebagai embarkasi baru diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi jemaah haji dari wilayah Kediri dan Madiun, tetapi juga memperkuat posisi Kediri sebagai salah satu pusat layanan regional di Jawa Timur.(red/lis)

Rabu, 22 Juli 2026

KPK Diduga Tetapkan Kepala Bea Cukai Kediri sebagai Tersangka, Penangkapan Bukan OTT


Suasana kantor Bea Cukai Kediri pada Rabu malam (22/7).(photo by radar kediri)


KEDIRI
– Kabar penangkapan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda, beredar luas pada Rabu (22/7). Informasi yang dihimpun menyebutkan, Gatot diduga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengembangan perkara dugaan suap yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui proses penanganan perkara, penangkapan terhadap Gatot bukan merupakan bagian dari operasi tangkap tangan (OTT). Kasus tersebut disebut merupakan hasil pengembangan dari perkara yang sebelumnya telah ditangani KPK saat Gatot masih bertugas di Jakarta.

"Bukan OTT, tetapi pengembangan saat masih menjabat di Jakarta," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penetapan tersangka maupun penangkapan Gatot. Informasi yang beredar menyebutkan status tersangka diduga ditetapkan setelah penyidik menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru dalam pengembangan perkara tersebut.

Perkembangan kasus ini juga berkaitan dengan pemeriksaan terhadap terpidana kasus suap impor barang sekaligus pemilik PT Blueray Cargo, John Field. Usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, John mengaku dimintai keterangan oleh penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan yang berkaitan dengan Gatot.

Keterangan tersebut memperkuat dugaan bahwa penyidik KPK tengah mendalami keterlibatan pihak lain dalam perkara suap impor barang yang sebelumnya telah berkekuatan hukum tetap.

Sejumlah sumber juga menyebutkan, Gatot tidak diamankan saat berada di Kantor Bea Cukai Kediri maupun di wilayah Kediri. Penangkapan disebut dilakukan ketika yang bersangkutan berada di Jakarta.

"Penangkapan dilakukan di Jakarta," kata sumber lainnya.

Sementara itu, pantauan di Kantor Bea Cukai Kediri menunjukkan suasana relatif lengang. Sebagian besar lampu di area kantor tampak tidak menyala, meski di bagian dalam masih terlihat sejumlah kendaraan dinas maupun pribadi milik pegawai yang terparkir. Aktivitas pegawai pun tampak berlangsung terbatas.

Sebelumnya, KPK mengungkapkan telah menerbitkan dua surat perintah penyidikan baru sebagai tindak lanjut pengembangan perkara dugaan suap yang melibatkan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Salah satu sprindik telah ditingkatkan ke tahap penetapan tersangka karena masih berada dalam konstruksi perkara yang sama dengan kasus sebelumnya. Sementara satu sprindik lainnya masih berkaitan dengan dugaan kepentingan pejabat Bea Cukai dalam peristiwa berbeda. Dalam perkara tersebut, penyidik masih melengkapi sedikitnya dua alat bukti sehingga belum menetapkan tersangka.

Penerbitan dua sprindik tersebut merupakan hasil analisis penyidik atas berbagai fakta yang terungkap selama persidangan perkara suap impor barang dengan terpidana John Field dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Hingga kini, KPK masih belum membeberkan secara rinci materi penyidikan, identitas pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, maupun pihak lain yang diduga terlibat dalam pengembangan perkara tersebut.(red/lis)

Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026 Sukses, Disdik Kediri Pastikan Tanpa Pungutan

Para Pemenang Festival Pelepasan Siswa Berbudaya menerima hadiah langsung dari Dinas Kabupaten Kediri.(photo by radar kediri)


KEDIRI
– Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026 kembali menjadi bukti bahwa perpisahan sekolah dapat dilaksanakan secara sederhana, kreatif, dan tetap berkesan tanpa membebani orang tua. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program yang digagas Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri itu mendapat sambutan positif dari sekolah maupun wali murid.

Hal tersebut terlihat dalam acara Awarding Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026 yang digelar di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (22/7). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin, perwakilan sekolah yang masuk nominasi 10 besar di setiap jenjang pendidikan, serta para penerima penghargaan.

Dalam kesempatan itu, Disdik Kabupaten Kediri menyerahkan hadiah berupa uang pembinaan dengan total Rp60 juta, piala, dan piagam penghargaan kepada 24 pemenang dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengungkapkan, pelaksanaan festival tahun ini membawa dampak positif yang cukup signifikan. Salah satunya, tidak ada lagi keluhan dari wali murid terkait pungutan biaya pelepasan siswa yang selama ini kerap menjadi polemik.

"Tahun ini tidak ada sama sekali aduan atau protes dari wali murid terkait pungutan pelepasan siswa yang biasanya membebankan. Karena memang acara pelepasan siswa dikemas dengan sederhana dan bermakna," ujarnya.

Menurut Muhsin, antusiasme sekolah dalam mengikuti festival juga semakin meningkat. Hal itu terlihat dari munculnya pemenang-pemenang baru di berbagai jenjang pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak sekolah yang mampu menghadirkan konsep pelepasan siswa yang kreatif tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Ia menegaskan, tujuan utama festival bukan sekadar mencari sekolah terbaik dalam menyelenggarakan acara perpisahan, melainkan membangun karakter peserta didik melalui kegiatan yang memiliki nilai edukatif dan sosial.

Berbagai aktivitas positif menjadi bagian dari penilaian festival, mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan, kegiatan berbagi kepada masyarakat, memberikan bantuan kepada teman yang membutuhkan, hingga aksi sosial lainnya yang melibatkan siswa secara langsung.

"Saya mengapresiasi sekolah-sekolah yang mengemas acara pelepasan siswa ini dengan sederhana dan bermakna. Bukan menjadi ajang adu gengsi, aspek penanaman empati pada anak juga ditekankan melalui berbagai kegiatan positif," jelas Muhsin.

Tak hanya itu, Festival Pelepasan Siswa Berbudaya tahun ini juga dimanfaatkan sebagai media kampanye untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Kediri. Upaya tersebut menunjukkan bahwa momentum pelepasan siswa tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga sarana mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap akses pendidikan.

Muhsin mengungkapkan, berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Kediri mencapai 11.181 anak. Hingga saat ini, Disdik berhasil mengembalikan 5.481 anak untuk kembali mengenyam pendidikan.

Capaian tersebut hampir memenuhi target nasional, yakni mengembalikan sedikitnya 50 persen anak tidak sekolah hingga akhir tahun 2026.

"Kurang sekitar 140 anak lagi, kami sudah mampu melampaui target nasional sebesar 50 persen hingga akhir tahun ini," katanya.

Untuk mencapai target tersebut, Muhsin meminta seluruh tenaga pendidik terus aktif melakukan pendataan dan menyisir anak-anak yang berpotensi putus sekolah agar dapat segera diberikan pendampingan dan difasilitasi kembali ke bangku pendidikan.

Ia berharap Festival Pelepasan Siswa Berbudaya tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi budaya baru di lingkungan sekolah yang terus dipertahankan dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu, Kepala SDN Wonorejo, Kecamatan Kunjang, Hermin Retnowati, yang berhasil meraih Juara I kategori SD, mengaku sangat mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi solusi atas polemik yang selama ini kerap muncul terkait biaya pelepasan siswa.

"Sejak lama acara pelepasan menjadi polemik bagi wali murid karena terkadang ada biaya yang memberatkan. Dengan adanya festival ini, pelepasan siswa menjadi lebih sederhana, lebih bermanfaat, baik bagi siswa maupun wali murid," tuturnya.

Ia menilai konsep pelepasan yang mengedepankan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan kreativitas jauh lebih bermakna dibandingkan acara yang berorientasi pada kemewahan. Selain memberikan pengalaman positif bagi siswa, konsep tersebut juga meringankan beban ekonomi orang tua serta memperkuat nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan sejak dini.(red/lis)

Selasa, 21 Juli 2026

Pemkab Kediri Matangkan Pembangunan Hotel Haji Penunjang Embarkasi Bandara Dhoho


Bupati Kediri bersama para pejabat lakukan pengecekan lahan calon hotel haji. (Foto by radar kediri)


KEDIRI
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mulai mematangkan rencana pembangunan hotel haji sebagai fasilitas pendukung operasional embarkasi di Bandara Dhoho. Langkah awal tersebut ditandai dengan peninjauan lokasi calon pembangunan yang dilakukan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Selasa (21/7).

Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu meninjau lahan seluas sekitar 55 ribu meter persegi yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan hotel haji. Namun, pemanfaatan lahan tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Haji.

Menurut Dhito, pemerintah pusat saat ini mengarahkan pembangunan fasilitas pendukung embarkasi dalam bentuk hotel haji, bukan asrama haji sebagaimana yang selama ini banyak dijumpai di sejumlah daerah.

"Kalau nanti mendapat persetujuan dari Kementerian Haji, lahannya akan dimanfaatkan sebagai hotel haji, bukan asrama haji," ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep hotel haji tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem layanan embarkasi yang terintegrasi dengan Bandara Dhoho. Kehadiran fasilitas tersebut nantinya tidak hanya melayani kebutuhan calon jemaah haji sebelum keberangkatan, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan sekitar bandara.

Meski demikian, sebelum proyek dapat direalisasikan, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan berbagai infrastruktur penunjang, mulai dari peningkatan kualitas jalan menuju lokasi, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga penyusunan konsep pengelolaan hotel agar tetap beroperasi di luar musim haji.

Menurut Dhito, aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam perencanaan proyek tersebut. Karena itu, hotel haji tidak boleh hanya dimanfaatkan selama musim penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi sepanjang tahun.

"Yang juga sedang kami siapkan adalah bagaimana bangunan itu tetap hidup dan dimanfaatkan di luar musim haji. Jadi tidak hanya ramai saat musim haji saja, tetapi tetap produktif sepanjang tahun," katanya.

Selain mendukung penyelenggaraan ibadah haji, keberadaan hotel tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain, seperti layanan akomodasi, pertemuan, maupun aktivitas pendukung kawasan bandara sehingga nilai investasinya tetap optimal.

Dhito menambahkan, dari sisi kesiapan infrastruktur penerbangan, Bandara Dhoho pada prinsipnya telah memungkinkan untuk melayani penerbangan langsung menuju Arab Saudi mulai 2027. Namun, pemerintah masih menyelaraskan pembangunan berbagai fasilitas pendukung agar kawasan embarkasi memiliki layanan yang lebih lengkap dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Secara teknis sebenarnya sudah memungkinkan untuk penerbangan langsung. Hanya saja Kementerian Haji sedang menyiapkan konsep hotel haji yang direncanakan menjadi yang pertama di Indonesia," pungkasnya.

Apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana dan memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat, pembangunan hotel haji tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji sekaligus menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kediri.(red/lis)

Pemkot Kediri Gelar Gerakan Pangan Murah, Pastikan Kebutuhan Pokok Warga Tetap Terjangkau


Suasana Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kota Kediri untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.-(photo by memorandum)


KEDIRI
– Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pelaksanaan GPM digelar di sejumlah titik yang tersebar di beberapa wilayah Kota Kediri. Lokasi kegiatan meliputi Balai Kelurahan Bangsal pada Senin, Balai Kelurahan Banjarmlati pada Selasa, Balai RW 1 Kelurahan Kaliombo pada Rabu, Balai Kelurahan Bawang pada Kamis, serta SMPN 1 Kediri pada Jumat bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Palasari.

Kepala DKPP Kota Kediri, Un Ahmad Nurdin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, GPM juga menjadi langkah antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan terjadinya kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

Menurutnya, momentum setelah masa pendaftaran sekolah berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang relatif stabil.

"Kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama lima hari sebagai tindak lanjut arahan dari Bapanas sekaligus untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," ujar Un.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Kediri menggandeng sejumlah pihak untuk menyediakan berbagai kebutuhan pangan masyarakat. Perum Bulog menyediakan beras medium SPHP, PG Meritjan memasok gula konsumsi, PT SMS menyediakan minyak goreng, sedangkan Perumda Pasar Joyoboyo menyediakan aneka jenis cabai.

Selain itu, petani dan peternak mitra DKPP Kota Kediri turut berpartisipasi dengan menyediakan berbagai komoditas seperti sayuran hidroponik, telur ayam, serta susu kambing.

Un menjelaskan, seluruh komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut dipastikan berada di bawah atau maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, terutama ketika terjadi keterbatasan pasokan.

"Di setiap lokasi kami menyiapkan sekitar 400 paket sembako. Sementara untuk komoditas lainnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak membatasi jumlah pembelian, namun kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Kota Kediri," jelasnya.

Meski pemerintah menyediakan pangan dengan harga terjangkau, masyarakat tetap diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Hal tersebut dilakukan agar ketersediaan bahan pangan tetap merata dan dapat dinikmati seluruh warga.

"Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan karena stok pangan di Kota Kediri aman," tambah Un.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Tamanan, Nika, mengaku mengetahui informasi mengenai GPM melalui akun Instagram Pemerintah Kota Kediri. Ia kemudian memanfaatkan kegiatan tersebut saat berlangsung di Kelurahan Banjarmlati dengan membeli sejumlah kebutuhan seperti beras, cabai, dan bawang.

Menurutnya, harga yang ditawarkan dalam GPM lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, sementara kualitas produk tetap terjaga.

"Harganya lebih murah tetapi kualitasnya tetap bagus, jadi sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur. Saya hampir selalu datang kalau ada GPM karena lokasinya mudah dijangkau dan bisa berbelanja lebih hemat," ungkapnya.

Nika berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, terutama ketika harga sejumlah bahan pokok mengalami perubahan.(red/lis)