Kamis, 23 Juli 2026

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani Jemaah Kediri Raya dan Madiun

  

LUSTRASI HAJI - Suasana pelepasan Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri di area SLG, Rabu (20/5/2026) lalu. Pada tahun 2027 mendatang, selain seluruh jemaah haji dari wilayah Kediri Raya, jemaah haji dari wilayah Madiun juga menjadi kelompok terbang (Kloter) yang akan diberangkatkan melalui Bandara Dhoho Kediri.(photo by tribunjatim.com)


KEDIRI
– Bandara Dhoho Kediri dipastikan menjadi salah satu titik keberangkatan dan kepulangan jemaah haji Jawa Timur pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 mendatang. Dengan penetapan tersebut, Kediri akan menjadi embarkasi haji baru yang membantu mengurangi beban pelayanan di Embarkasi Surabaya.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah memastikan Bandara Dhoho Kediri menjadi lokasi pemberangkatan sekaligus pemulangan jemaah haji untuk wilayah tertentu di Jawa Timur. Selain jemaah dari Kediri Raya, kelompok terbang (kloter) dari wilayah Madiun juga akan dilayani melalui bandara yang berada di Kabupaten Kediri tersebut.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur Asadul Anam mengatakan persiapan operasional penerbangan haji melalui Bandara Dhoho terus dilakukan, termasuk kesiapan fasilitas pendukung seperti akomodasi dan tempat menginap bagi jemaah sebelum keberangkatan.

"Tentu wilayah terdekat Kediri yang terbang dari Bandara Dhoho Kediri. Yakni wilayah kerja Kemenhaj Kediri dan Madiun," ujar Anam, Kamis (23/7/2026).

Wilayah yang akan mendapat layanan keberangkatan melalui Bandara Dhoho meliputi wilayah kerja Kemenhaj Kediri dan Madiun.

Untuk wilayah Kediri mencakup Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, serta Kabupaten Nganjuk.

Sedangkan wilayah Madiun meliputi Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Magetan, serta Kabupaten Ngawi.

Sementara itu, jemaah dari wilayah lain seperti Malang, Jember, Madura, hingga Bojonegoro masih akan diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya.

Dengan beroperasinya Bandara Dhoho sebagai titik keberangkatan haji, Kediri akan memiliki peran baru dalam penyelenggaraan layanan haji di Jawa Timur. Selain kesiapan bandara, pemerintah juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk hotel sebagai tempat transit jemaah sebelum penerbangan.

Hal tersebut diperlukan karena Kediri belum memiliki Asrama Haji seperti Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Nantinya, fasilitas penginapan di hotel-hotel sekitar Kediri akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan jemaah.

Selain dukungan akomodasi, Kediri juga memiliki Kantor Imigrasi yang menjadi salah satu fasilitas pendukung dalam proses pelayanan keberangkatan jemaah haji.

Kurangi Beban Embarkasi Surabaya

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf telah menyampaikan rencana penggunaan Bandara Dhoho Kediri sebagai lokasi penerbangan haji tahun 2027 saat penutupan operasional haji 2026.

Kediri nantinya akan mengikuti langkah Yogyakarta yang lebih dulu menjadi embarkasi baru pada musim haji 2026 sebagai pendukung Embarkasi Solo. Sementara Bandara Dhoho Kediri akan menjadi penopang Embarkasi Surabaya.

Menurut Irfan, Bandara Dhoho memiliki kelayakan untuk melayani penerbangan haji karena mampu mendukung operasional pesawat berbadan besar. Bandara yang berada di wilayah Kecamatan Banyakan-Tarokan, Kabupaten Kediri, tersebut dinilai memiliki infrastruktur yang memadai.

Pengoperasian Bandara Dhoho untuk penerbangan haji juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan aktivitas penerbangan di Bandara Juanda Surabaya serta meringankan beban pelayanan di Asrama Haji Sukolilo.

Selama ini, Embarkasi Surabaya menjadi salah satu embarkasi dengan aktivitas sangat padat. Pada penyelenggaraan haji 2026, Embarkasi Surabaya melayani sebanyak 116 kloter jemaah.

"PPIH Embarkasi Surabaya hampir tak pernah istirahat. Bayangkan ada 116 kloter sehingga asrama haji terus melayani jemaah. Kepala UPT sempat tumbang masuk rumah sakit juga karena intensitas yang luar biasa," kata Irfan.

Karena tingginya aktivitas tersebut, sebagian layanan haji Jawa Timur pada 2027 akan dialihkan ke Bandara Dhoho Kediri. Dengan pembagian layanan ini, jumlah kloter yang melalui Embarkasi Surabaya akan berkurang sehingga pelayanan kepada jemaah diharapkan menjadi lebih optimal.

Kehadiran Bandara Dhoho sebagai embarkasi baru diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi jemaah haji dari wilayah Kediri dan Madiun, tetapi juga memperkuat posisi Kediri sebagai salah satu pusat layanan regional di Jawa Timur.(red/lis)

0 komentar:

Posting Komentar