KEDIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mulai mematangkan rencana pembangunan hotel haji sebagai fasilitas pendukung operasional embarkasi di Bandara Dhoho. Langkah awal tersebut ditandai dengan peninjauan lokasi calon pembangunan yang dilakukan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Selasa (21/7).
Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu meninjau lahan seluas sekitar 55 ribu meter persegi yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan hotel haji. Namun, pemanfaatan lahan tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Haji.
Menurut Dhito, pemerintah pusat saat ini mengarahkan pembangunan fasilitas pendukung embarkasi dalam bentuk hotel haji, bukan asrama haji sebagaimana yang selama ini banyak dijumpai di sejumlah daerah.
"Kalau nanti mendapat persetujuan dari Kementerian Haji, lahannya akan dimanfaatkan sebagai hotel haji, bukan asrama haji," ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep hotel haji tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem layanan embarkasi yang terintegrasi dengan Bandara Dhoho. Kehadiran fasilitas tersebut nantinya tidak hanya melayani kebutuhan calon jemaah haji sebelum keberangkatan, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan sekitar bandara.
Meski demikian, sebelum proyek dapat direalisasikan, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan berbagai infrastruktur penunjang, mulai dari peningkatan kualitas jalan menuju lokasi, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga penyusunan konsep pengelolaan hotel agar tetap beroperasi di luar musim haji.
Menurut Dhito, aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam perencanaan proyek tersebut. Karena itu, hotel haji tidak boleh hanya dimanfaatkan selama musim penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi sepanjang tahun.
"Yang juga sedang kami siapkan adalah bagaimana bangunan itu tetap hidup dan dimanfaatkan di luar musim haji. Jadi tidak hanya ramai saat musim haji saja, tetapi tetap produktif sepanjang tahun," katanya.
Selain mendukung penyelenggaraan ibadah haji, keberadaan hotel tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain, seperti layanan akomodasi, pertemuan, maupun aktivitas pendukung kawasan bandara sehingga nilai investasinya tetap optimal.
Dhito menambahkan, dari sisi kesiapan infrastruktur penerbangan, Bandara Dhoho pada prinsipnya telah memungkinkan untuk melayani penerbangan langsung menuju Arab Saudi mulai 2027. Namun, pemerintah masih menyelaraskan pembangunan berbagai fasilitas pendukung agar kawasan embarkasi memiliki layanan yang lebih lengkap dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Secara teknis sebenarnya sudah memungkinkan untuk penerbangan langsung. Hanya saja Kementerian Haji sedang menyiapkan konsep hotel haji yang direncanakan menjadi yang pertama di Indonesia," pungkasnya.
Apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana dan memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat, pembangunan hotel haji tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji sekaligus menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kediri.(red/lis)
0 komentar:
Posting Komentar