Sabtu, 25 Juli 2026

Musim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Damkar Tangani 11 Insiden dalam Sehari


Petugas saat menangani salah satu kebakaran. (Foto Damkar Kabupaten Kediri


KEDIRI
– Musim kemarau mulai meningkatkan risiko kebakaran di Kabupaten Kediri. Dalam kurun waktu satu hari, Jumat (24/7), petugas pemadam kebakaran harus menangani sedikitnya 11 kejadian kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah. Mayoritas insiden diduga dipicu oleh kelalaian manusia saat menggunakan api.

Berbagai objek terbakar dalam rentang waktu tersebut, mulai dari rumah tinggal, kandang ternak, lahan kosong, lahan tebu, lahan jati, rumpun bambu, hingga tumpukan limbah industri. Seluruh kejadian berhasil ditangani petugas sehingga kobaran api tidak meluas ke area yang lebih besar.

Peristiwa kebakaran terjadi di Kecamatan Kepung, Pare, Banyakan, Plosoklaten, Semen, Ngancar, Kandat, Papar, dan Pagu. Banyaknya kejadian dalam sehari menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat kondisi cuaca yang semakin kering selama musim kemarau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan meningkatnya frekuensi kebakaran menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api.

Menurutnya, vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan membuat api lebih mudah menyala dan cepat merambat, terutama jika disertai embusan angin yang cukup kencang.

Kaleb menjelaskan, sebagian besar kebakaran yang terjadi masih dipicu oleh faktor kelalaian manusia. Beberapa penyebab yang kerap ditemukan antara lain pembakaran sampah, pembakaran sisa tanaman setelah panen, hingga penggunaan api di sekitar lahan maupun permukiman tanpa pengawasan yang memadai.

Pada Jumat (24/7), petugas memadamkan kebakaran kandang puyuh dan rumah di Kecamatan Kepung. Selain itu, kebakaran juga terjadi pada rumpun bambu di Kecamatan Pare dan Banyakan, lahan kosong di Pare, lahan tebu di Kecamatan Plosoklaten dan Ngancar, lahan jati di Kecamatan Semen, limbah sepatu bekas di Kecamatan Kandat, rumah tinggal di Kecamatan Papar, serta kandang ayam di Kecamatan Pagu.

Meski seluruh kejadian berhasil ditangani, Kaleb mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman kebakaran selama musim kemarau. Menurutnya, cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api sehingga berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila terlambat ditangani.

"Mayoritas kebakaran masih disebabkan kelalaian manusia. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah atau sisa tanaman sembarangan, memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, serta tidak membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran. Penanganan sejak dini dinilai sangat penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerugian maupun korban.

Menurut Kaleb, meningkatnya kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi faktor utama dalam menekan angka kebakaran selama musim kemarau. Ia berharap seluruh warga dapat lebih bijak dalam menggunakan api agar kejadian serupa dapat diminimalkan.(red/lis)

0 komentar:

Posting Komentar