SIDOARJO – Harga daging sapi di Pasar Porong, Kabupaten Sidoarjo, terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kini, harga daging sapi kualitas biasa telah menembus Rp130 ribu per kilogram, sedangkan daging kualitas premium dijual hingga Rp140 ribu per kilogram. Lonjakan harga tersebut membuat daya beli masyarakat melemah dan memukul omzet para pedagang.
Sejumlah pedagang mengaku memilih mengurangi stok, bahkan ada yang sementara tidak berjualan karena khawatir mengalami kerugian akibat tingginya harga dan minimnya pembeli.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Porong, Syaiful, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak awal tahun. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, harga daging tercatat naik sebanyak tiga kali hingga mencapai level saat ini.
"Harga daging biasa sekarang Rp130 ribu per kilogram. Kalau daging pilihan bisa mencapai Rp135 ribu sampai Rp140 ribu per kilogram. Pembeli sekarang sangat sepi," ujarnya, Rabu (15/7).
Menurut Syaiful, sebelumnya harga daging masih berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Selanjutnya harga naik bertahap sebesar Rp5 ribu, kembali meningkat Rp5 ribu menjelang Ramadan, dan terakhir melonjak sekitar Rp10 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penjualan. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual tiga hingga empat ekor sapi dalam sehari, kini satu ekor saja sering kali tidak habis terjual.
"Penjualan turun sangat jauh. Dulu ramai, sekarang pembeli berkurang terus. Modal naik, untung hampir tidak ada, bahkan kadang rugi," katanya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Ira. Ia mengaku banyak pedagang kini memilih mengurangi jumlah pembelian sapi potong agar tidak menanggung kerugian akibat stok yang tidak laku.
"Kalau dipaksakan ambil banyak, nanti tidak habis terjual. Sekarang kami ambil sedikit saja karena harga sudah tinggi," ujarnya.
Tidak hanya harga daging, komoditas jeroan sapi seperti hati, paru, limpa, dan bagian lainnya juga mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu per kilogram. Kondisi itu semakin menekan penjualan karena konsumen ikut mengurangi pembelian.
Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Dinas Perdagangan segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan sapi potong tetap tersedia. Menurut mereka, intervensi pemerintah diperlukan agar harga tidak terus merangkak naik dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali bergairah.
"Kami berharap pemerintah bisa membantu menstabilkan harga. Kalau harga terus naik, masyarakat semakin berat membeli dan pedagang juga semakin sulit berjualan," pungkas Ira.
Kenaikan harga daging sapi di Sidoarjo sejalan dengan kondisi yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur. Setelah Iduladha, pasokan sapi siap potong dilaporkan mulai berkurang sehingga harga daging di berbagai pasar tradisional kini berada pada kisaran Rp120 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, bergantung pada kualitas daging yang dijual.(red/lis)
0 komentar:
Posting Komentar