Minggu, 19 Juli 2026

Pelindo Tambah Area Tunggu Kendaraan untuk Atasi Kepadatan di Pelabuhan Tanjung Perak


Truk ODOL mengantre untuk memasuki kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.--(photo by memorandum)


SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan kepadatan antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bukan disebabkan oleh keterbatasan kapasitas pelabuhan. Kondisi tersebut lebih dipengaruhi meningkatnya volume kendaraan serta sejumlah faktor operasional yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menjelaskan bahwa kapasitas terminal untuk melayani kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) masih mencukupi. Namun, terdapat sejumlah faktor eksternal maupun internal yang memengaruhi kelancaran arus kendaraan menuju area pelabuhan.

"Dari sisi eksternal, antrean dipengaruhi oleh penyesuaian pasang surut air laut yang menentukan waktu kegiatan bongkar muat, keterlambatan kedatangan kapal, serta adanya kendaraan dengan kondisi over dimension dan over loading (ODOL)," ujar Purwanto.

Menurutnya, kendaraan ODOL berpotensi mengganggu operasional karena dapat menyebabkan kerusakan pada ramdoor kapal. Apabila hal tersebut terjadi, diperlukan waktu perbaikan sehingga berdampak pada kelancaran proses pelayanan kapal.

Selain faktor eksternal, peningkatan jumlah kendaraan yang menggunakan layanan kapal Ro-Ro juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kebutuhan ruang tunggu. Tingginya okupansi kapal membuat area penampungan kendaraan harus disesuaikan agar arus lalu lintas tetap terkendali.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pelindo telah melakukan sejumlah langkah, salah satunya dengan menambah kapasitas area tunggu kendaraan di kawasan eks Kantor BJTI. Selain itu, Pelindo juga menyiapkan pengembangan lahan tambahan di Jalan Teluk Lampung dan sekitar Terminal Mirah sebagai bagian dari strategi pengelolaan antrean.

Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menambahkan bahwa peningkatan antrean juga dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah.

"Aktivitas penyeberangan meningkat signifikan sehingga berdampak pada antrean kendaraan," katanya.

Sebagai langkah pencegahan agar kondisi serupa tidak kembali terjadi, Pelindo menyiapkan beberapa strategi, antara lain menyediakan area buffer kendaraan sehingga antrean tidak mengganggu badan jalan serta memanfaatkan eks Gedung BJTI sebagai lokasi penimbangan kendaraan.

Pelindo juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, seperti KSOP Utama Tanjung Perak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, perusahaan pelayaran, serta asosiasi logistik. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengatur jadwal keberangkatan kapal dan mengoptimalkan distribusi kendaraan.

Selain pengaturan operasional, Pelindo mendorong operator kapal agar menyediakan armada Ro-Ro dengan kapasitas lebih besar. Pelaku logistik juga diimbau memastikan kendaraan yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan, termasuk ketentuan dimensi dan berat muatan.

Pelindo memastikan kondisi antrean tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap biaya logistik maupun waktu tinggal kendaraan (dwell time), mengingat aktivitas pelayanan pelabuhan tetap berjalan secara normal.

Terkait adanya informasi mengenai dugaan pungutan liar (pungli) maupun parkir liar di kawasan pelabuhan, Pelindo menegaskan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap praktik tersebut. Pengawasan dilakukan melalui petugas lapangan, kamera pengawas (CCTV), serta koordinasi dengan aparat keamanan.

"Tidak ada praktik pungutan liar dalam layanan Pelindo. Jika ada indikasi, segera laporkan melalui kanal resmi atau Call Center Pelindo 102 dengan menyertakan bukti," tegas Purwanto.

Pelindo menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan guna menjaga kelancaran arus kendaraan serta mendukung kelancaran distribusi logistik nasional melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.(red/lis)

0 komentar:

Posting Komentar