KEDIRI – Kebakaran hebat terjadi di Dusun Bangsongan, Desa Bangsongan, Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri, Jumat (7/8) malam. Kobaran api menghanguskan sebuah rumah milik Anas Muladi (60) beserta hampir seluruh perabot di dalamnya.
Tidak hanya bangunan rumah, api juga melalap sejumlah kendaraan yang berada di area garasi. Sedikitnya lima kendaraan ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Akibat kejadian itu, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan laporan kebakaran diterima Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Pare sekitar pukul 20.24 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
"Begitu laporan diterima, petugas langsung melakukan persiapan dan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman," kata Kaleb.
Menurutnya, rumah tersebut diketahui dihuni oleh tiga orang. Dalam kejadian tersebut, Anas Muladi mengalami luka berat. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Aura Syifa untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, dua penghuni lainnya berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan. Perabot rumah tangga yang berada di dalam rumah juga tidak luput dari amukan api.
Kondisi semakin parah karena di dalam garasi terdapat sejumlah kendaraan. Berdasarkan pendataan sementara, kendaraan yang terbakar meliputi dua unit truk, dua minibus, satu jeep, serta dua sepeda motor.
Petugas memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp1 miliar. Sedangkan aset yang masih dapat diselamatkan ditaksir bernilai sekitar Rp600 juta, termasuk bagian bangunan yang tidak terdampak langsung oleh api.
Untuk mengendalikan kobaran api, petugas mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Dua unit berasal dari Pos Damkar Pare, satu unit dari Pos Damkar Grogol, dan satu unit lainnya merupakan bantuan dari Damkar Kota Kediri.
Sebanyak kurang lebih 17 personel dilibatkan dalam proses pemadaman. Petugas berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan upaya pendinginan agar bara tidak kembali menyala.
Dugaan sementara, api pertama kali muncul dari salah satu kendaraan yang berada di garasi. Api kemudian merambat ke bagian lain hingga akhirnya membakar bangunan utama rumah.
"Untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan aparat terkait," jelas Kaleb.
Selama proses pemadaman berlangsung, petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan pemutusan aliran listrik di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya keselamatan sekaligus mencegah munculnya risiko tambahan selama petugas melakukan penanganan.
Kesaksian warga sekitar turut menguatkan dugaan bahwa sumber api berasal dari area garasi. M. Tohri, salah seorang tetangga korban, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah melihat kobaran api yang sudah membesar.
Menurutnya, api terlihat pertama kali dari bagian garasi sebelum kemudian menjalar menuju bangunan utama rumah.
"Titik api terlihat dari garasi. Untungnya api tidak sampai merambat ke rumah saya yang berdempetan," ungkapnya.
Kondisi di sekitar lokasi cukup mengkhawatirkan karena selain bangunan rumah yang saling berdekatan, di depan rumah korban juga terdapat pom mini. Warga pun berupaya menjauh dari lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan api semakin membesar.
Petugas mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih saat kondisi cuaca cenderung kering. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta memastikan kendaraan dan sumber bahan bakar berada dalam kondisi aman dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Masyarakat juga diminta tidak menyimpan bensin maupun solar secara sembarangan, terutama di dekat sumber panas atau instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan percikan.
Hingga proses penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.(red/lis)
0 komentar:
Posting Komentar