Selasa, 31 Oktober 2023

Budi Arie Tepis Jateng Kandang Banteng, Yakin Prabowo-Gibran Satu Putaran

 

Solo, mataperistiwa.com – Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie, yakin pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bisa menang dalam satu putaran di Pilpres 2024. Hal itu diutarakan Budi Arie saat ditanya mengenai Jawa Tengah (Jateng) yang tidak mudah.

Menanggapi hal itu, Budi yakin bahwa Pasangan Prabowo- Gibran bisa menang dalam satu putaran.

"Pokoknya satu putaran, doakan bersama rakyat, udah itu aja," kata Budi Arie di Solo Technopark, Selasa (31/10/2023).

Budi Arie menyebut relawan nantinya tidak akan fokus di Jawa Tengah. Namun di semua daerah. Dirinya menyebut semua relawan sudah diterjunkan untuk menenangkan Prabowo-Gibran.

"Ya kan ini Pilpres bukan satu provinsi. Udah semua, kita berharap rakyat punya kebijakan," ungkapnya.

Budi Arie juga mengaku percaya diri bahwa untuk wilayah Jawa Tengah tidak akan berat. Bahkan, ia mengatakan bahwa Jawa Tengah bukanlah kandang banteng.

"Nggak ada yang berat, seluruh rakyat dukung. (Jateng kandang banteng) Nggak ada, semuanya. Kita yakin ini konsentrasi Pilpres ini memilih figur," tegasnya.

Disinggung mengenai adanya Projo yang mendukung Ganjar Pranowo, Budi menjawab santai.

"Biar saja, kita tahu hati nuraninya rakyat. Satu putaran kita doakan," pungkasnya.

Gibran Bilang Jateng Paling Berat
Bakal cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka langsung tancap gas usai mendaftar ke KPU. Setelah ke Boyolali, Gibran langsung meluncur ke Magelang.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyampaikan Jawa Tengah harus dikelilingi terlebih dulu karena bukan lagi menjadi basis pendukungnya.

"Ini hari pertama saya muteri Jawa Tengah. Kenapa Jawa Tengah harus saya puterin dulu karena Jawa Tengah ini paling berat. Makanya bapak-ibu semua, teman-teman relawan, ini nanti kerja kerasnya lebih difokuskan di Jawa Tengah," kata Gibran saat menghadiri dialog di Joglo Jembar Keji Muntilan, Sabtu (28/10). (red.IY)

Bermodus Kencan, Pria Ini Bawa Kabur 11 Motor Cewek yang Dikencaninya

 

Surabaya, mataperistiwa.com – Polisi menangkap seorang pelaku curanmor di Surabaya. Pelaku tersebut telah belasan kali beraksi membawa kabur motor korbannya bermodus kencan, bahkan korban juga diajak berhubungan badan.


Pelaku adalah SND alias Eza (22), pengangguran asal Jakarta yang kos di kawasan Bungurasih Sidoarjo. Ia melakukan aksinya sejak 4 bulan terakhir.

Kapolsek Wonocolo Surabaya Kompol M. Soleh mengatakan Eza mencari calon korbannya melalui aplikasi dating Omi. Lalu, ia memberikan pujian dan bualan untuk mendekati calon korbannya.

Ketika merasa klop, Eza bertukar kontak lalu mengajak bertemu calon korbannya yang seluruhnya adalah perempuan. Dari situ lah, Eza mulai melancarkan aksinya.

"Modusnya tersangka ini mengelabui korban setelah berkenalan dari OMI, dia mengajak korban, ada yang diajak pacaran, setelah dekat dan lengah motor dibawa lari," kata Soleh saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (30/10/2023).

Soleh menjelaskan Eza hanya butuh waktu 3 hari sampai 1 minggu untuk mendekati dan melancarkan aksinya kepada korban. Tak hanya membohongi, Eza mengaku juga beralasan meminjam motor korban namun justru dibawa kabur.

Eza telah mencuri 11 motor dari 11 korbannya. Bahkan, beberapa korban di antaranya juga diajak berhubungan intim di hotel.

"1 korban paling cepat (pendekatan) butuh 3 hari sampai 1 minggu, alasannya mulai dipinjam dan dibohongi, yang paling umum modusnya membuat korban lengah saat makan lalu diambil motornya," paparnya.

"Semua korbannya perempuan, ada korban yang diajak bersetubuh mulai pekerja dan mahasiswa, pertama menjalankan aksinya Juni 2023, dia mengaku kerja di konter hp," imbuhnya.

Sementara itu, Eza mengakui telah mencuri 11 motor. Seluruhnya adalah motor matic.

"Benar, sudah 11 kali, di Surabaya, baru kali ini ketangkap, harga rata-rata (dijual) Rp 4 sampai Rp 5 juta, jenis matic dan saya jual utuh," ujar Eza.

Eza mengaku 2 kendaraan hasil kejahatannya masih ia pakai. Menurutnya, untuk sarana dalam PDKT dengan calon korban. Bila sudah bosan, ia menjual motor yang ia curi lagi secara online.

"Saya jual online di market place FB pakai akun palsu M.Rehan, untuk mencurinya saya belajar otodidak, terakhir kerja di gudang sparepart di Jakarta, hasil pencurian buat bayar utang, Pak," bebernya.

Akibat ulahnya, Eza dikenakan pasal 363 KUHP. Ia terancam pidana selama 5 tahun penjara.(red.IY) 

Senin, 30 Oktober 2023

Hasil Autopsi: Kematian Bapak dan Anak Membusuk di Koja Beda Sepekan

 

Jakarta, mataperistiwa.com – Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan hasil autopsi bapak berinisial HR (50) dan balita AQ (2) yang ditemukan tewas membusuk dalam rumah di Koja, Jakarta Utara.


Hasil autopsi menunjukkan usia kematian HR dan AQ berselang sepekan atau tujuh hari. HR teridentifikasi telah meninggal 10 hari dari sejak ditemukan. Sementara AQ telah meninggal selama tiga hari dari sejak ditemukan.

"Hasil autopsi hanya usia kematian dari korban bapak tadi sekitar 10 hari sementara anak kematian tiga hari," kata Gidion, Senin (30/10).

Gidion menyampaikan pihaknya masih mendalami lebih lanjut kasus ini. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pihaknya tidak menemukan luka terbuka pada tubuh HR. Namun, hal itu masih harus ditelusuri lagi.

"Kita harus lakukan uji forensik yang lain, histopatologi forensik, kemudian toksikologi forensik," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya menemukan luka pada sang anak, AQ. Luka itu berada di area wajah dan kening.

"Apakah luka signifikan dengan kematian, itu perlu dilakukan uji jaringan karena usia kematian tiga hari. Tidak tampak luka kasat mata. Ada luka di bagian wajah dan kening," tuturnya.

Sebelumnya, warga di wilayah Koja, Jakarta Utara dihebohkan oleh penemuan jasad bapak (50) dan anak (2) yang sudah membusuk, Sabtu (28/10) pagi.

Mulanya, tetangga korban mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah itu.

Ketika dicek, masyarakat menemukan keduanya sudah tewas dalam keadaan membusuk. Warga kemudian melapor ke pihak Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD dan Polsek.

"Dicek ternyata di dalam rumah ditemukan sesosok mayat bapak-bapak umur kira-kira 50 tahun. Kemudian satu lagi balita umur kira-kira kurang lebih 2 tahun," kata AKBP Iver Son Manossoh, tadi.

Saat ditemukan, jenazah sang bapak ada di sudut ruangan. Sementara, jasad sang balita ditemukan di lokasi terpisah meski tak jauh dari jenazah pertama. (red.IY)

Bertemu 3 Capres, Jokowi: Saya Ajak Pemilu Tidak Saling Fitnah dan Menjelekkan

 

Jakarta, mataperistiwa.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan isi pembicaraan saat makan siang bersama tiga bakal calon presiden (capres) di Istana Merdeka Jakarta, Senin 30 Oktober 2023. Jokowi mengajak tiga capres yakni, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan mengawal agar Pemilu 2024 berjalan tanpa ada saling fitnah.

"Ya saya mengajak untuk menjaga bersama-sama agar pemilu berjalan dengan damai, tidak ada saling fitnah memfitnah," kata Jokowi di Pasar Bulan, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (31/10/2023).

Dia juga mengajak ketiga capres untuk menghindari kampanye negatif yang saling menjelekkan dan merendahkan. Jokowi ingin Pemilu 2024 diisi dengan adu program dan gagasan.

"Tidak ada kampanye negatif, tidak ada saling menjelekkan, tidak ada saling merendahkan, tetapi dengan adu program, adu gagasan. Saya kira itu, rakyat menginginkan itu," jelas dia.

Terkait pertemuan dengan cawapres, Jokowi menyebut hal itu merupakan urusan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Menurut dia, Ma'ruf Amin akan mengundang para cawapres untuk bertemu.

"Nanti ya Pak Wapres yang akan mengundang," ujarnya.

Sebelumnya, ketiga calon presiden di Pemilu 2024 menyambangi Istana Merdeka Jakarta. Mereka adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. Ketiganya kompak hadir dan sama-sama mengenakan batik.

Kepada awak media, ketiganya menyampaikan rasa terima kasih atas kepada Presiden Jokowi atas jamuan makan siang bersama hari ini.

"Kalau tidak ada undangan, jarang-jarang kita kumpul seperti ini," kata Prabowo.

Istana: Jokowi Punya Pandangan Sama dengan Prabowo, Ganjar, dan Anies soal Pemilu Sehat

Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menjelaskan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendengar pandangan dan harapan tiga bakal calon presiden (bacapres) mengenai Pemilu 2024. Dia mengatakan Jokowi dan para bacapres sepakat, Pemilu 2024 harus sehat, sejuk, dan damai.

"Presiden memiliki pandangan dan harapan yang sama dengan para Bacapres agar terwujud pemilu yang sehat, sejuk, dan damai sesuai prinsip-prinsip demokrasi," jelas Ari, Selasa (31/10/2023).

Dia menyampaikan Jokowi terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh politik, termasuk bacapres. Salah satunya, dengan mengundang tiga bacapres yakni, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan makan siang di Istana Merdeka Jakarta, Senin 30 Oktober 2023.

"Seperti kebiasaan beliau (Presiden), silaturahmi dilakukan dalam suasana informal, akrab sambil makan siang. Perbincangan pada saat makan siang ringan-ringan," katanya.

Jokowi juga memastikan netralitas aparatur negara pada Pemilu 2024. Hal itu disampaikan saat memberikan pengarahan pada PJ Kepala Daerah di Istana Negara Jakarta, Senin 30 Oktober 2023.

"Pada pengarahan pada para PJ Kepala Daerah, Bapak Presiden minta PJ Gubernur, PJ Bupati dan PJ Wali Kota memberikan dukungan pada tugas-tugas KPUD dan Bawaslu, tapi tidak mengintervensi apapun," tutur Ari.

Selain itu, Jokowi meminta Pj Kepala Daerah tidak memihak. Jokowi juga minta Pj Kepala Daerah untuk menjaga kerukunan di tingkat bawah.

"Kalau ada percikan-percikan yang berkaitan dengan politik agar diselesaikan dengan segera," ujar dia

Ketiga Capres Dijamu Makan Siang Menu Lontong hingga Rolade

Pemkot Kediri Sebut Petani Belum Panen Raya Picu Harga Cabai Mahal

 

Kediri, mataperistiwa.com – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan mayoritas petani belum panen raya cabai sehingga harga cabai di pasaran saat ini mahal bisa mencapai Rp80 ribu per kilogram untuk cabai rawit.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri Mohammad Ridwan mengatakan harga cabai di pasaran juga tergantung pada supply dan demand (penawaran dan permintaan), sehingga harganya naik turun.

"Dari aspek permintaan tidak ada yang signifikan misalnya ada hajat pernikahan. Jadi, permintaan relatif stabil, tapi ini suplai berkurang," katanya di Kediri, Senin.

Ia mengatakan dari pantauan yang dilakukan di lapangan masih banyak petani yang baru menyiapkan lahan bahkan ada yang belum menanam cabai. Hal ini karena kemarau saat ini berbeda dengan tahun lalu.  El Nino mempengaruhi hujan, sehingga petani pun harus menyiapkan lahan dengan lebih teliti.

"Ini kan El Nino, agak susah juga. Tahun lalu kemarau tapi basah. Bulan seperti ini hujan, jadi petani sudah mulai panen lagi. Tahun ini tidak bisa dibuat sama," kata dia.

Ia mengatakan, beberapa lahan pertanian masih bagus ditanami cabai, sebab dari sisi pengairan cukup bagus. Sedangkan yang di daerah sulit air, terpaksa menunggu hingga hujan datang.

"Di Kota Kediri ada beberapa spot juga yang tanam cabai karena pengairan relatif bagus. Tapi, di Kota Kediri pertaniannya sedikit dan belum panen. Ini kelihatannya cabai agak turun juga, luas tanam berkurang," kata dia.

Pihaknya belum bisa memprediksi sampai kapan harga cabai akan mahal. Namun, jika melihat dari petani yang baru mulai menanam cabai, dimungkinkan masih agak lama panen sehingga harga juga masih mahal.

Sementara itu, harga cabai rawit di pasar tradisional Selowarih, Kota Kediri, menembus angka Rp80 ribu per kilogram, lebih mahal ketimbang harga cabai merah maupun cabai keriting.

"Kalau sekarang harga cabai rawit Rp80 ribu per kilogram. Kalau cabai keriting 1 ons Rp6 ribu dan cabai merah besar 1 ons Rp5 ribu," kata Jepri, salah seorang pedagang di pasar tradisional Pasar Selowarih, Kota Kediri.

Ia mengatakan, kenaikan harga cabai hingga kini mencapai Rp80 ribu per kilogram itu terjadi dalam beberapa beberapa pekan terakhir. Harga cabai rawit terus mengalami kenaikan.

Akibat harga cabai rawit yang mahal, pembeli pun juga mengurangi jumlah pembelian. Ia pun juga membatasi belanja di pasar dan memilih agar stok habis terlebih dahulu.

"Yang penting barang habis dulu. Soalnya harga cabai keriting mahal saat ini," kata dia.

Harga cabai merah keriting  di Pasar Setonobetok Kota Kediri mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harganya sekitar Rp55.300 per kilogram padahal sehari sebelumnya Rp41 ribu per kilogram, sehingga naik lebih dari Rp14 ribu per kilogram.

Untuk cabai merah besar adalah Rp44.300 per kilogram, sehari sebelumnya Rp42.300 per kilogram. Untuk cabai rawit merah harganya Rp73.300 per kilogram. Sehari sebelumnya Rp68.600 per kilogram. (red.IY)

Sekdes di Tuban Dibunuh, Istri Datangi Polres Minta Pelaku Dihukum Setimpal

 

Tuban, mataperistiwa.com – Sepekan pasca kasus pembunuhan seorang Sekretaris Desa (Sekdes) Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban bernama Agus Sutrisno (33) yang dibacok oleh Jano (45) pria warga Desa Guwoterus Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban ini membuat geram oleh pihak keluarga korban.

Istri korban bernama Yayuk Sri Kasiyani (30) datang bersama 2 anaknya dengan didampingi Kepala Dusun (Kasus) setempat, mendatangi Polres Tuban senin (30/10/2023) meminta agar pelaku dihukum seberat – beratnya.

Dihadapan Polisi, istri korban meneteskan air mata menceritakan suaminya yang telah dibunuh oleh pelaku dengan keji sampai 7 kali bacokan di bagian kepala, tubuh dan lengan.

Tak hanya itu, istri korban pun meyakini dugaan lebih dari satu orang pelaku, sehingga selain menghukum seberat – beratnya terhadap tersangka bernama Jano juga ia menuntut pihak Kepolisian menyelidiki lebih dalam terkait dugaan pelaku lainnya.

“Saya yakin kalau pelaku pembunuhan suami saya bukan 1 pelaku saja, namun lebih dari 1 orang,” ucap Yayuk sapanya.

Dalam ceritanya dihadapan polisi Satreskrim Polres Tuban, sebelumnya sang suami juga mendapati ancaman dan percobaan pembunuhan sekitar 2 tahun yang lalu, namun aksi tersebut gagal.

“Sekitar 1 atau 2 tahun yang lalu itu pernah ditabrak, tapi juga Alhamdulillah tidak kenapa-napa. Tapi yang untuk kali ini, suami saya ditabrak lalu dikeroyok dan diperlakukan sekeji itu saya sangat tidak terima,” tegas Yayuk.

Pihaknya meminta pihak Kepolisian dalam hal ini Satreskrim Polres Tuban agar memberikan hukuman seberat-beratnya terhadap tersangka, sebab korban merupakan ayah dan tulang punggung dari 2 anaknya yang kini anaknya harus menjadi anak yatim.

” Anak kami 2, yang cewek itu umur 14 tahun, kelas 8. Yang kedua ini usia 5 tahun, baru TK A,” imbuhnya.

Sementara itu, disinggung soal motif pembunuhan tersebut didasari oleh perselingkuhan istri pelaku dengan korban, Yayuk enggan memberikan tanggapan sebab hal tersebut belum bisa dibuktikan. (red.IY)

Miris! Siswa SD di Sukabumi Belajar di Tenda gegara Ruang Kelas Rusak

 

Sukabumi, mataperistiwa.com – Enam bulan lamanya, pelajar kelas III dan VI SDN Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi belajar di tenda. Ruang kelas yang lapuk membuat mereka terpaksa melakukan kegiatan belajar di luar.


Kepala SDN Bantargebang Edi Suhaedi mengungkapkan, sudah 6 bulan anak-anak didiknya belajar di tenda. Atap terpal yang bocor, spanduk sobek dan kegiatan belajar mengajar seadanya dilangsungkan di luar kelas, penuh keterbatasan.

"Pihak sekolah juga terpaksa karena kondisi ruangan kelas sudah darurat sekali, makanya kegiatan belajar mengajar dilakukan di luar ruangan," kata Edi Suhaedi, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Bantargebang kepada detikJabar, Selasa (31/10/2023).

Kegiatan belajar di ruang kelas itu adalah inisiatif Edi. Hal itu terpaksa dilakukan karena pernah ada siswa yang tertimpa asbes saat belajar di kelas.

"Saya punya inisiatif daripada anak di ruangan kelasnya seperti itu keadaannya bahkan pernah ada kejadian anak tertimpa asbes atap dari bangunan tersebut, maka saya secepatnya membuat tenda darurat," ujar Edi.

Belajar di tenda membuat para siswa tak nyaman. Panas, debu hingga gangguan suara sangat mengganggu proses belajar mengajar.

"Ya jauh dari rasa nyaman, bahkan kemarin saya sengaja mengajak orang tua murid rapat di sini. Bisa dirasakan langsung, panas dan tidak nyaman apalagi untuk anak-anak didik kami," tutur Edi.

"Jadi anak mungkin bisa belajar maksimal itu sampai jam 10.00 WIB, karena jam 12.00 WIB anak kepanasan dan kita sama-sama tadi merasakan kondisi itu," ujarnya menambahkan.

Pantauan detikJabar, ada 4 ruang kelas berjejer mengalami kerusakan. Kondisi bangunan memang terlihat kokoh, namun di ruangan bagian dalam terlihat retakan-retakan bangunan terutama di bagian lantai, lantai keramik terlihat pecah.

Selain itu, pada plafon terlihat berlubang beberapa diantaranya hanya tinggal menunggu waktu jatuh. Kaca pecah, cat mengelupas menimbulkan kesan lapuk di ruangan kelas itu. Ada dua ruangan perpustakaan yang juga dipakai untuk belajar mengajar darurat untuk siswa kelas lainnya.

"Kalau minta bantuan sudah sering, namun kami dijanjikan baru dapat itu di tahun 2024. Padahal kondisinya sudah sangat memprihatinkan," pungkas Edi. 

Korban Tewas Truk Tabrak Motor dan Rumah di Klaten Bertambah!

 

Klaten, mataperistiwa.com – Jumlah korban tewas kecelakaan truk bok menabrak motor dan rumah di jalan Manisrenggo-Prambanan, Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Klaten bertambah. Poniman (68) meninggal dunia menyusul siang istri Sarmi (62) yang sebelumnya tewas di lokasi kejadian.


Dari pengumuman layu-layu yang diterima detikJateng, Poniman meninggal dunia di RS PDHI Yogyakarta pada pukul 05.00 WIB.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB hari ini di pemakaman umum Tanjungsari, Manisrenggo. Di lokasi pemakaman itu juga sebelumnya pada Senin (30/10/2023) pukul 17.00 WIB sang istri, Sarmi dikebumikan.

Kades Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Sukamta membenarkan kabar meninggalnya Poniman. Almarhum akan dikebumikan hari ini pukul 13.00 WIB.

"Betul meninggal. Untuk pemakaman hari ini tapi apa dekat dengan istrinya nanti melihat tempatnya," ungkap Sukamta saat diminta konfirmasi detikJateng, Selasa (31/10/2023) pagi.

Relawan Kecamatan Manisrenggo, Suryanta, juga mengkonfirmasi meninggalnya pasangan suami istri itu. Suami meninggal pagi ini.

"Korban laka yang luka parah akhirnya hari ini meninggal. Jadi suami istri meninggal," ungkap Suryanta.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan truk boks menabrak motor dan rumah terjadi di jalan raya Manisrenggo-Prambanan, Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Klaten.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Klaten Iptu Slamet Riyadi berawal truk AB 8963 HN melaju dari arah Manisrenggo ke Prambanan. Lalu sepeda motor Astrea nomor polisi AD 5350 PJ yang dikendarai pasutri berhenti di sebelah kiri di depan truk.

"Motor berhenti di sebelah kiri, menjelang kejadian sepeda motor bermaksud menyeberang ke arah kanan. Karena jarak sudah dekat, mobil boks tidak bisa menghindar terjadi benturan, lalu mobil boks oleng ke kanan membentur pagar dan rumah," terang Slamet.

Akibat kecelakaan, lanjutnya, pengemudi truk tidak luka. Sementara pembonceng motor meninggal dunia di lokasi. Suaminya inisial P (65) mengalami luka dirawat di rumah sakit.

"Pengemudi tulang rusuk patah dan cedera kepala, dirawat di RS Yogyakarta. Korban hanya pakai caping dan pembonceng duduk di atas rumput, untuk itu kami imbau warga jika hendak menyeberang tengok kanan kiri lalu setelah aman baru menyeberang," pungkas Slamet. (red.IY)

Komitmen Pertamina Hijaukan Bumi Pertiwi Melalui TJSLA

 

Surabaya, mataperistiwa.com – Era globalisasi bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, arus informasi dan kemudahan akses semakin besar. Namun, di sisi lain globalisasi membawa dampak besar terhadap perubahan iklim.


Ancaman global boiling kian nyata di tengah tumbuh pesatnya industri. Hal ini menjadi perhatian serius bagi PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Jatimbalinus. Salah satunya melalui Program Unggulan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Tak cuma memajukan perekonomian masyarakat melalui UMKM, Pertamina juga concern terhadap lingkungan. Beragam inovasi digulirkan sebagai wujud komitmen memajukan ekonomi hijau di bumi pertiwi. Mulai dari pusat usaha pertanian terpadu (Satu Padu), Executive Summary Program, hingga membina mitra unggulan.

Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan mengatakan, program itu dilakukan secara sistematis, apik, dan berdampak pada masyarakat serta lingkungan. Tak ayal, kian banyak warga dan mitra binaan yang merasakannya secara langsung.

"Pada program Satu Padu misalnya, kami menciptakan lapangan pekerjaan baru, ketahanan pangan, menjaga ekosistem lingkungan, sampai mengurangi angka warga miskin di kelurahan Jambangan," kata Taufiq, Selasa (31/10/2023).

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah mengolah kacang sacha inchi menjadi omega. Mengingat, kacang bintang yang berasal dari hutan tropis Amazon itu belum banyak dibudidayakan banyak orang. Padahal, di dalamnya terkandung sumber omega 3, 6, dan 9, serta bermanfaat bagi produk kosmetik dan kesehatan.

Hal itu diamini salah satu warga yang ikut program Satu Padu, Nurisyaroh. Menurutnya, masyarakat bisa lebih mandiri dan mendapatkan ilmu baru di bidang pertanian.

"Masyarakat bisa lebih tahu dan memahami bagaimana mengembangkan pertanian, peternakan, dan perikanan. Mulai dari pembibitan, sampai menciptakan mini agro wisata terpadu," ujar warga Jambangan 7B, Surabaya itu.

Selain itu, PT Pertamina Patra Niaga juga telah menggalakkan program Jelajah Edukasi Masyarakat Pegiat Bambu Papring atau Jemparing Wangi. Dalam program tersebut, masyarakat lebih teredukasi, meningkatkan perekonomian dan UMKM, hingga perbaikan lingkungan melalui konservasi tanaman bambu dan pengembangan pirolisis serta green house.

Tak hanya itu, PT Pertamina Patra Niaga juga mengembangkan Green Ekokraf Asik. Seperti namanya, program ini menguatkan dan mengembangkan kelompok jahit, pewarnaan alam untuk batik, hingga kolaborasi kreasi batik dan jahit dengan pagelaran budaya di pasir putih. Alhasil, tercipta lah social enterpreneurship ekonomi kreatif dan perluasan UMKM kampung batik.

Semua program yang dijalankan itu hingga kini sangat berdampak positif bagi masyarakat. Bahkan, sudah ada 9 mitra binaan unggulan di Jatim yang diberi pendanaan usaha mikro kecil dan sukses.

"Ini semua kami persembahkan bagi Tanah Air kita, Indonesia. Demi harumnya Bumi Pertiwi," tukas Taufiq. (red.IY)

Polres Ponorogo Maksimalkan Patroli Cegah Bali dan Curanmor

 

PONOROGO, mataperistiwa.com – Untuk mengantisipasi Balapan Liar (Bali) yang dapat membahayakan semua pihak, Satlantas Polres Ponorogo terus melakukan tindakan preventif.


Salah satunya adalah kegiatan Patroli yang dilakukan diseputaran Kota Ponorogo, Minggu (29/10/2023).


Dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Ponorogo yang baru yaitu AKP Jumianto Nugroho SH, kegiatan itu melibatkan seluruh satuan di Polres Ponorogo.


Dalam arahan saat Apel Pra Kegiatan, AKP Jumianto Nugroho meminta agar seluruh Personel melakukan tindakan tegas saat melihat secara kasat mata pelanggaran yang berpotensi membahayakan baik pengguna kendaraan maupun pengguna jalan yang lainnya.


"Sudah banyak korban yang timbul dari adanya Balap Liar ini, jadi jangan pernah berhenti untuk melakukan operasi maupun patroli pencegahan Balap Liar ini," ucap AKP Jumianto Nugroho.


Selain memasang titik kejut dibeberapa ruas jalan yang disinyalir sering digunakan untuk Balap Liar, Kasatlantas menegaskan bahwa Operasi dan Patroli merupakan upaya efektif dalam meminimalisir Balap Liar.

"Kita juga terus melakukan sosialisasi bahwa selain merugikan bagi pelaku balap liar sendiri juga bisa membahayakan nyawa pengendara yang lainnya," lanjutnya.


AKP Jumianto Nugroho pun meminta agar hobi balapan diekspresikan di tempat yang aman dan spesifikasi kendaraan yang tepat.


"Sehingga bahaya balap liar bisa kita minimalkan." Tutup Kasatlantas Polres Ponorogo.


Sementara Kapolres Ponorogo, AKBP Wimboko memberikan apresiasi kegiatan patroli tersebut.


"Dari berbagai kegiatan, Balap Liar merupakan curahan hati (curhat) dari warga Ponorogo. Untuk mengantisipasinya adalah melakukan patroli yang dilakukan oleh Satlantas Polres Ponorogo. Kegiatan ini harus terus dilakukan,"tambahnya.(red.IY)

Irjen Pol Imam Sugianto Ajak Seluruh Personel Polda Jatim Kolaborasi Ukir Prestasi

 

SURABAYA, mataperistiwa.com – Kapolda Jawa Timur yang baru Irjen Pol Drs.Imam Sugianto,M.Si telah memulai menjalankan tugasnya di Polda Jawa Timur.


Kedatangan Irjen Pol Imam Sugianto disambut dengan tradisi pedang pora halaman Mapolda Jawa Timur, Senin (30/10).


Memasuki halaman Mapolda Jawa Timur, Irjen Pol Imam Sugianto beserta istri juga disambut dengan tari daerah Beskalan asal Kabupaten Malang dan Reog Ponorogo.


Dalam amanat untuk pertama kalinya sebagai pejabat baru di Polda Jatim saat apel pelepasan Kapolda Jatim lama Irjen Pol Imam Sugianto menyampaikan ajakannya kepada seluruh personel jajaran Polda Jatim bersinergi bersama-sama mengukir prestasi di Polda Jawa Timur.


Namun sebelumnya, Ia meminta ijin terlebih dahulu kepada anggotanya memasuki Jawa Timur sebagai pucuk pimpinan semeru satu.


“Pada kesempatan ini, saya kulo nuwun. Saya minta izin memasuki Polda Jawa Timur. Mari bekerja sama, berkolaborasi,” ucapnya.


Ia lalu mengajak jajarannya menjalin komunikasi secara baik dengan menjadikan sumber daya yang telah dibangun pendahulunya, Irjen Toni Harmanto, sebagai pijakan untuk bekerja lebih baik lagi.


“Ide-ide yang belum dicetuskan, belum sempat dikerjakan oleh Bapak Toni Harmanto, mari bersama-sama kita wujudkan sehingga bisa melengkapi torehan prestasi kurang lebih satu tahun memimpin Polda Jawa Timur,” lanjut dia.


Jenderal kelahiran Malang, 11 Maret 1967 ini juga mengajak anggotanya bersama-sama menyiapkan diri menyambut tugas negara yang sudah menanti dengan kinerja baik sesuai tupoksi kepolisian. Salah satu terkait agenda pengamanan pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2024 mendatang.


“Mudah-mudahan semua bisa kita kelola dengan baik, kita kelola dengan tepat. Dan akses-akses negatif yang muncul, bisa kita eliminir bahkan bisa kita tiadakan,” pintanya.


Irjen Imam Sugianto Imam menutup pidatonya dengan ucapan selamat jalan kepada mantan Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto.


“Mudah-mudahan di tempat yang baru selalu dalam bimbingan dan ridho Allah Swt. Selamat jalan, dan semoga saya diterima di jajaran Polda Jatim,” pungkasnya.(red.IY)

Sinergitas TNI-Polri dan Warga Pasang Selang, Perlancar Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih

 

TRENGGALEK, mataperistiwa.com – Sinergitas TNI-Polri bersama masyarakat di Kabupaten Trenggalek memang patut diacungi jempol. Hal ini dibuktikan dengan kekompakan dalam pemasangan selang air yang dimotori oleh pemerintah desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.


Sejumlah personel TNI-Polri dan warga nampak sibuk mengangkat dan mengulur selang sepanjang hampir dua Km dari tandon air hingga kerumah warga. Meski terlihat sederhana, namun harus berhati-hati agar selang tidak rusak atau bocor. Senin, (30/10).


Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Kampak Iptu Henri Agus S., S.Sos. mengungkapkan, dampak musim kemarau panjang ini memang cukup terasa terutama bagi warga Desa Bogoran yang kesulitan mendapatkan air bersih.


“Iya benar, hari ini kami bersama Koramil, kepala desa dan perangkat serta masyarakat kerja bakti memasang selang air untuk warga.” Ujarnya.


Sebelumnya, memang sudah ada pipa air yang berfungsi menyalurkan air bersih bagi warga, namun kondisinya sudah kurang layak sehingga perlu dilakukan peremajaan dengan mengganti yang baru.


Pihaknya juga mengapresiasi pemerintah desa yang dengan sigap berperan aktif mambantu warga mencukupi kebutuhan air bersih ditengah kekeringan yang masih melanda wilayah Kabupaten Trenggalek terutama desa Bogoran.


Pihaknya berharap dengan pemasangan selang air baru ini, pemenuhan kebutuhan air bersih bisa lebih lancar sehingga warga tak perlu lagi harus bersusah payak atau bahkan berjalan kaki cukup jauh untuk mendapatkan air bersih. (red.IY)

Pemkab Bojonegoro Gelar Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dan Antisipasi Dampak Kekeringan

 

Bojonegoro, mataperistiwa.com – Pemkab Bojonegoro melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Bojonegoro. Acara digelar Kamis (26/10/2023) di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro.


Acara ini sebagai antisipasi dan mitigasi bencana alam kekeringan yang berdampak pada aspek ekonomi sosial. Selain kekeringan, bencana kebakaran dan imbauan untuk tidak membakar sampah juga turut digaungkan.


Hadir dalam kegiatan ini Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto, Sekretaris Daerah (sekda) Bojonegoro, camat, kepala OPD, tim terpadu penanganan konflik sosial, serta tamu undangan.


Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, dalam penanganan konflik sosial, semua sektor yang terlibat baik TNI, Polri, dan aparat di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sudah terlibat aktif. Dan sejak lama, mereka telah menyiapkan langkah mitigasi risiko konflik sosial utamanya terkait kekeringan.


Utamanya camat sebagai pimpinan tertinggi di wilayah masing-masing dan bertugas melihat situasi lapangan mengenai keadilan pembagian air. Sehingga memerlukan kewaspadaan terjadinya potensi konflik,” jelasnya.


Selain kekeringan, perlu kewaspadaan terkait risiko kebakaran hutan. Sehingga perlu kerjasama semua pihak untuk menjaga wilayah yang berpotensi kebakaran.   Mohon bantuan utamanya kepolisian serta danramil untuk ikut memantau kondisi di lapangan,” imbuhnya.


Oleh karena itu, perlu penguatan dan konsolidasi bersama utamanya terkait bertukar informasi kondisi di lapangan agar penanganan cepat dan tepat. Pj Bupati Adriyanto yakin komunikasi ini sudah terbentuk lama, namun masih memerlukan penguatan.


Selain kekeringan, tim juga memerlukan persiapan musim penghujan. Pihaknya juga telah koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo untuk memperkuat tembok penahan tebing (TPT) yang ada di Bengawan Solo (TPT).


Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro Mahmudi menjelaskan, kemarau berkepanjangan menyebabkan kekeringan. Berdasarkan data BPBD per 25 Oktober, sebanyak 109 desa yang mengalami kekeringan, di antaranya ada 189 dusun di 24 kecamatan.


Hal ini berdampak pada masyarakat sehingga perlu koordinasi dan sinergisitas untuk menghadapi situasi ini,” jelasnya.


Selain itu, lanjut Mahmudi, tujuan acara ini juga untuk memelihara stabilitas, sebagai langkah mitigasi bencana, serta meningkatkan sinergisitas tim terpadu. Sehingga kebencanaan tertangani secara tepat sasaran agar Kabupaten Bojonegoro tetap aman dan kondusif. (red.tim)

Pria Asal Jombang Diringkus Polisi Usai Lancarkan Aksi Pencurian di Café

 

Kediri, mataperistiwa.com – Seorang pria asal Jombang, GP (32), berhasil diamankan petugas Polsek Pare Polres Kediri setelah tertangkap basah dalam aksi pencurian di Café Jual Kopi Jalan Letjen Sutoyo Kelurahan Pare Kabupaten Kediri.


Aksi yang dilancarkan oleh pedagang alat konstruksi bangunan asal Desa Pulo Lor Kabupaten Jombang itu terjadi pada hari Senin (30/10/2023) sekira pukul 01.40 WIB.


Berdasarkan keterangan Kapolsek Pare AKP Bowo Wicaksono, S.Sos., hal ini telah direncanakan sebelumnya. Tepatnya sejak hari Minggu (29/10/2023) dini hari, GP meninggalkan rumahnya dan berangkat menuju wilayah Pare untuk mencari sasaran.


"Tersangka langsung menuju café Jual Kopi Jalan Letjen Sutoyo karena dulu pernah ngopi di sana," ungkap Kapolsek Pare dalam press release di Mapolsek Pare.


Setibanya di lokasi, Ia langsung mematikan meteran listrik karena menyadari adanya kamera pengawas (CCTV). Kemudian membobol pintu masuk menggunakan lingggis, merusak laci kasir dan mengambil uang serta 1 handphone tab.


Malang nasib, belum sempat kabur, Ia dihadang oleh petugas kepolisian di jalan raya depan café dan langsung diringkus saat itu juga.


“Langsung diamankan beserta barang bukti setelah dilakukan penggeledahan,” kata AKP Bowo.


Sejumlah barang bukti tersebut berupa tas keranjang (rengkek) berisi 2 linggis (kubut), linggis panjang, pleser, tang catut dan senter kecil. Kemudian uang tunai sebesar Rp. 3.986.000, handphone tab serta  sepeda motor milik GP.


Akibat perbuatannya, GP dapat disangkakan dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun. (red.IY)

Pengajian Majelis Ta'Lim Baitul Muhlisin Islamiah Lampung Barat

 

 Lampung Barat, mataperistiwa.com – Pekon Mekarsari kecamatan pagardewa kabupaten Lampung Barat. Senen 30/10/ 2023 Dalam acara ini di hadiri H. Parosil Mabsus S.Pd. dan . Hj Partiniah Thamrin, ( Ketua umum MTBMI Lampung Barat) dan Camat Pagar Dewa.Mat Patoni S.Sos.M.Si.sekcam beserta jajarannya dan Anggota DPRD.Ibu Tri Budi wahyuni.Seluruh Peratin Sekecamat Pagar  Dewa.dan Babinsa ,Bhabinkamtipnas dan calon anggot DPRD Sumarmin.Sp.dan Juhairi Ismanto.dan Ketua MTBMI Kecamatan Pagar Dewa. Ema Komala Sari. seluruh  Masyarakat Sekecamatan Pagar Dewa.


."H.parosil Mabsus Spd,  dalam sambutan nya dalam pelantikan dan pengukuhan jajaran Ketua Majlis Ta"Lim Baitul Muhlisin Al Islamiah Lampung Barat.

Parosil berpesan kepada Ibu - Ibu yang sudah di Lantik agar bisa menjaga kerukunan dan kedamaian dalam ber Organisasi".

Ustad.Aceng Banani  ponpes(407) dalam pidato nya menyampaikan dengan tema,ROHANI.


semoga kita semua yang hadir dalam pengajian ini mendapat safaat  menambah ladang amal bagikita semua.Amiin yarobalalamin.


kita sebagai umat Islam harus menjaga iman dan Islam kita agar kita semua menjadi orang - orang yang ber iman bertakwa ke pada Allah SWT, tuhan yang maha esa.


"disambung dengan santunan Anak Yatim/ jompo yang di berikan secara langsung oleh H. Parosil mabsus Spd. (Gondrong)

Ulah Haris Tipu IRT Lewat Arisan Bodong Berakhir Ditangkap Polisi

 

Karawang, mataperistiwa.com – Seorang pemuda 22 tahun asal Cilamaya, Kabupaten Karawang, nekat tipu puluhan ibu rumah tangga dengan modus arisan bodong. Dia terbilang mahir, hingga mampu meraup miliaran Rupiah.

Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap kasus ini setelah menerima sembilan laporan terkait adanya penipuan bermodus arisan bodong.

"Kami menerima laporan sejumlah korban, total laporan ada 9 laporan polisi dan pengaduan, terkait dengan arisan bodong," kata Wirdhanto, saat sesi pers rilis di Mapolres Karawang, Senin (30/10/2023).

Tersangka berinisial AH (22) alias Haris, merupakan warga Cilamaya, Kabupaten Karawang, yang menawarkan arisan fiktif mulai dari Rp3 juta, hingga Rp250 juta.

"Satu orang pelaku sudah kami amankan yaitu AH, warga Kecamatan Cilamaya yang bersangkutan membuat sebuah arisan fiktif yang bernama gate arisan," kata dia.

Modus dari arisan bodong tersebut, Haris sang owner menawarkan kepada para korbannya untuk membeli slot arisan, dengan total keuntungan mencapai 50 persen dalam waktu singkat.

"Modusnya yang bersangkutan menawarkan kepada korbannya untuk menyetorkan sejumlah dana, yang nanti akan dikembalikan berkali-kali lipat, dalam waktu singkat," imbuhnya.

Saking piawainya Haris menipu, korban yang sebagian besar ibu rumah tangga disebut sampai rela menyetorkan uang Rp240 juta.

"Misalnya korban menyetor Rp3 juta, dalam waktu sekitar 3-4 minggu, yang menyetorkan itu bisa mendapatkan sekitar Rp5 juta, dan uang yang disetorkan bervariasi dari yang terkecil Rp3 juta sampai dengan Rp240 juta. Jadi korban menyetorkan Rp240 juta untuk mendapatkan arisan Rp300 juta," ucap Wirdhanto.

Haris menjalakan arisan bodong tersebut selama hampir satu tahun, dengan skema Multi Level Marketing (MLM), dan membayar korban dengan uang yang masuk dari korban baru, hingga akhirnya arisan bodong yang dicipatakan Haris kolaps pada Agustus 2023 kemarin.

"Pada bulan Agustus terjadi kolaps, pelaku AH ini tidak bisa membayar uang arisan yang telah dijanjikan. Total ada 50 korban yang menyetorkan uang secara pribadi, baik yang melalui reseller," ungkapnya.

Wirdhanto mengungkap, kerugian yang dialami para korban mencapai Rp1,9 miliar, uang tersebut digunakan Haris untuk berpoya-poya menyawer biduan dangdut, hingga membeli aset berupa kendaraan dan menggadai lahan sawah.

"Setelah kami lakukan pendalaman, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa uang rupiah, 1 unit mobil, dan 2 unit sepeda motor, serta beberapa lahan gadean sawah. Ternyata yang bersangkutan hanya memutar uang korban saja dan menggunakan sebagian untuk keperluan pribadinya," paparnya.

Tak hanya itu, Haris juga disebut menggunakan uang itu untuk berpoya-poya, "Tersangka juga menggunakan uang tersebut untuk berpoya-poya seperti menyawer biduan dangdut di acara hajatan," ungkap Wirdhanto.

Atas kelakuan tersebut, Haris terancam hukuman maksimal empat tahun penjara, sesuai pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Tersangka kami sangkakan pasal 372 Jo pasal 378 KUHP, dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. Kami saat ini juga masih mengembangkan kemungkinan tersangka lain dalam kasus ini," pungkasnya. (red.IY)