Jumat, 02 Agustus 2024

Aturan Memasang Bendera Merah Putih Sambut Hari Kemerdekaan



Surabaya,  mataperistiwa.com   - Setiap bulan Agustus, masyarakat Indonesia diwajibkan mengibarkan bendera merah putih sebulan penuh. Pengibaran bendera untuk menyambut HUT Republik Indonesia ada aturannya. Simak tata cara pemasangan dan pengibaran bendera merah putih menyambut HUT ke-79 RI.

Tata cara pengibaran bendera merah putih diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Undang-undang ini membahas tentang pengertian bendera hingga aturan pengibarannya.
Ukuran Bendera Merah Putih
Pemerintah juga mengatur ukuran bendera merah putih. Masing-masing tempat memiliki ukuran bendera merah putih yang berbeda-beda. Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 4, berikut ukuran bendera merah putih.

  • Lapangan istana kepresidenan ukuran bendera 200 cm x 300 cm
  • Lapangan umum ukuran bendera 120 cm x 180 cm
  • Ruangan ukuran bendera 100 cm x 150 cm
  • Mobil presiden dan wakil presiden ukuran bendera 36 cm x 54 cm
  • Mobil pejabat negara ukuran bendera 30 cm x 45 cm
  • Kendaraan umum ukuran bendera 20 cm x 30 cm
  • Kapal ukuran bendera 100 cm x 150 cm
  • Kereta api ukuran bendera 100 cm x 150 cm
  • Pesawat udara ukuran bendera 30 cm x 45 cm
  • Meja ukuran bendera 10 cm x 15 cm

Tata Cara Pemasangan Bendera Merah Putih
Tata cara pemasangan bendera merah putih diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 13. Berikut cara memasang bendera merah putih selama sebulan penuh untuk memperingati HUT ke-79 RI.
Bendera merah putih dikibarkan dan/atau dipasang pada tiang yang besar dan tingginya seimbang dengan ukuran bendera negara.
Bendera negara yang dipasang pada tali diikatkan pada sisi dalam kibaran bendera merah putih.
Bendera merah putih yang dipasang pada dinding, dipasang membujur rata.

Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia disebut sebagai Sang Merah Putih. Bendera merah putih berbentuk persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 dari panjang. Bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih.

Bendera merah putih dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur. Berikut tata cara pengibaran bendera merah putih untuk menyambut HUT ke-79 RI berdasarkan Pasal 7 UU Nomor 24 Tahun 2009.

  • Pengibaran atau pemasangan bendera merah putih dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam.
  • Dalam keadaan tertentu pengibaran atau pemasanganbendera merah putih dapat dilakukan pada malam hari.
  • Bendera merah putih wajib dikibarkan setiap peringatan Hari Kemerdekaan di rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umummaupun pribadi, dan kantor
  • perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
  • Pemerintah daerah memberikan bendera merah putih kepada masyarakat tidak mampu agar bisa mengibarkan bendera negara di rumah.
  • Pengibaran bendera dilakukan saat peringatan hari-hari besar nasional atau peristiwa lain.
Larangan Terhadap Bendera Merah Putih
Sebagai bendera negara, ada larangan terhadap bendera merah putih. Simak larangan terhadap bendera merah putih seperti diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 24 di bawah ini.
  • Setiap orang dilarang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara.
  • Dilarang memakai bendera negara untuk reklame atau iklan komersial.
  • Dilarang mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.
  • Dilarang mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain, dan memasang lencana atau benda apapun pada bendera negara.
  • Dilarang memakai bendera negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan bendera negara.
(Tim, I)

Jenazah Eks Walkot Batu Eddy Rumpoko Dipindahkan dari Makam Pahlawan

 


Kota Batu,  mataperistiwa.com   - Jenazah Eks Wali Kota Batu periode 2007-2017 Eddy Rumpoko dipindahkan dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati, Kota Batu. Langkah itu diambil karena keputusan memakamkan Eddy Rumpoko di TMP, menuai banyak pro dan kontra dari berbagai pihak.

Pemindahan jenazah Eddy Rumpoko atau yang akrab disapa ER itu dilakukan pada Jumat (2/8/2024) dini hari. Jenazah ER dipindahkan dari TMP Untung Suropati ke makam keluarga yang berada di Jalan Sakura, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Kepala Desa Pesanggrahan Imam Wahyudi membenarkan soal pemindahan jenazah ER tersebut. Dia mengaku mendapatkan informasi awal pada Kamis (1/8/2024) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Imam diberitahu bahwa jenazah ER akan dipindahkan di makam yang sudah disiapkan keluarga.
"Saya dapat kabar jam 11 sudah persiapan pemindahan, baik penggalian maupun pembongkaran makam. Saat saya dapat info awal itu masih dalam proses penggalian di TMP, kemudian pemakaman menjelang subuh," ujarnya kepada wartawan, Jumat (2/8/2024).
Imam menyampaikan dari catatan desa, diketahui tanah makam dengan luas sekitar 800 meter itu sudah dibeli keluarga ER sejak jauh-jauh hari. Pembelian tanah untuk makam itu diperkirakan sudah dilakukan sebelum Ramadan 2024.
"Mulai tahun ini, proses jual beli tahun ini. Kemungkinan sekitar sebelum puasa. Untuk luas tanahnya sekitar 800 meter. Intinya persyaratan yang dibutuhkan semua sudah dilengkapi, masalah pemindahan adalah wewenang keluarga," terangnya.
Eddy Rumpoko sendiri dimakamkan pad 30 November 2023 di Taman Makam Pahlawan Untung Suropati. Pemakaman tersebut memang sempat disoal dan memunculkan pro dan kontra tentang layak dan tidak layaknya Eddy Rumpoko dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Untung Suropati.

 


TEHERAN, mataperistiwa.com - Penyebab kematian pemimpin Hamas Ismail Haniyah yang tengah berada di Teheran, Iran, terungkap.

Ternyata ada bom yang ditempatkan dan dipasang di penginapan di mana dirinya menginap.

Hal tersebut diungkapkan oleh tujuh pejabat di Timur Tengah, termasuk dua pejabat Iran dan satu dari Amerika Serikat (AS).

Menurut lima pejabat seperti dikutip dari The New York Times, Kamis (1/8/2024) bom tersebut diperkirakan disembunyikan selama dua bulan sebelumnya.

Penginapan itu dijalankan dan dilindungi oleh Korps Garda Revolusi, serta merupakan kompleks yang luas, yang disebut Neshat, di sebuah lingkungan kelas atas utara Teheran.

Haniyeh tengah berada di Teheran untuk menghadiri peresmian Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Menurut para pejabat tersebut, bom itu dipicu dari jarak jauh, setelah dikonfirmasi Haniyeh ada di dalam ruangannya di penginapan itu. Selain Haniyeh, pengawalnya juga tewas karena ledakan bom tersebut.

Menurut pejabat Iran, yang merupakan anggota Garda Revolusi, ledakan itu menggetarkan gedung, menghancurkan jendela dan membuat sebagian tembok rubuh.

Kerusakan itu juga dibuktikan dalam foto dari gedung tersebut yang dibagikan The New York Times.

Penginapan tersebut memang kerap digunakan Haniyeh ketika mengunjungi Teheran.

Pejabat Iran dan Hamas pada Rabu (30/7/2024), mengatakan bahwa Israel bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Pejabat AS yang meminta anonimitas juga mecapai kesimpulan tersebut setelah melakukan penilaian.

Pembunuhan Haniyeh pun menimbulkan kekhawatiran gelombang kekerasan lainnya di Timur Tengah, dan mengganggu negosiasi yang tengah berlanjut demi mengakhiri perang di Gaza.

Israel sendiri tak secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Tetapi, menurut lima pejabat Timur Tengah, intelijen Israel telah memberikan pengarahan kepada AS dan pemerintah Barat lainnya detail dari operasi tak lama setelah kejadian.(Tim. I)

Perindah Tata Kota, Dinas PUPR Kota Kediri Kembalikan Fungsi Trotoar

 


KEDIRI,   mataperistiwa.com   – Dalam rangka mengembalikan fungsi trotoar dan membersihkan dimensi saluran air atau drainase, Dinas PUPR Kota Kediri melakukan pembongkaran dan pengerukan trotoar serta drainase di sepanjang jalan Letjen Suprapto Kelurahan Burengan Kota Kediri. Trotoar disepanjang Jalan Letjen Suprapto tersebut dilakukan pembongkaran dengan menggunakan begho atau alat berat. Nantinya, trotoar akan diganti seperti pedestrian di sepanjang jalur tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Yono Heryadi mengatakan, di sepanjang jalan Letjen Suprapto di sisi timur, akan dibuatkan saluran baru, dan atasnya akan dilakukan pengecoran dengan model pedestrian seperti di hutan Kota. Hanya saja, motifnya akan berbeda dengan hutan kota. Jika penutupnya menggunakan keramik atau batu andesit kekuatannya tidak tahan lama.

“Kita sebenarnya meneruskan pedestrian yang ada di taman hutan joyoboyo. Dengan pembuatan saluran baru, kemudian juga pembuatan pedestrian yang baru, maka bisa membuat nyaman untuk para pejalan kaki”, kata Yono Kepada Jurnalis Radio ANDIKA, Jumat (2/8).

Diketahui, Dinas PUPR Kota Kediri melakukan perbaikan saluran dan trotoar di Jalan Letjen Suprapto sepanjang 350 meter, dengan dimensi saluran 1,2 X 1 ,5 meter. Perbaikan trotoar tersebut, bertujuan untuk memperindah kota serta membuat nyaman pejalan kaki. Nantinya, diharapkan dengan adanya pedestrian yang nyaman bisa menarik untuk menjadi tempat wisata baru di Kota Kediri. Sedangkan untuk estimasi pelaksanaan pekerjaan mulai 16 juli sampai 13 Desember 2024.(Tim. I)

Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, Tutup Diklat Satpam Kualifikasi Gada Pratama

 


KEDIRI,   mataperistiwa.com  – Dinas Koperasi usaha mikro dan tenaga kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, menggelar upacara penutupan Diklat Satpam Kualifikasi Gada Pratama Angkatan ke-17 yang bertempat di Lapangan Mako Brimob Kediri. Mulai tanggal 24 Juli hingga 2 Agustus atau 10 hari, sebanyak 60 peserta menjalani karantina di Mako Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Kediri, untuk mendapatkan pelatihan sebagai satpam.

Training Security Dan Pelatihan Satpam Gada Pratama adalah pendidikan dan pelatihan dasar wajib bagi calon anggota satpam. Dalam pelatihan ini peserta belajar untuk mengetahui apa wewenang dan kewajiban seorang satpam. Selain mendapat materi sesuai kurikulum dan silabus sesuai Perkap No 24 tahun 2007, peserta juga diberikan materi tambahan lainnya untuk menambah wawasan dan keterampilan anggota satpam.

Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, Bambang Priambodo mengatakan, peserta yang semula 100 peserta setelah menjalani beberapa test berkurang menjadi 90 peserta, saat dilakukan penyeleksian kembali, terpilih 60 peserta saja. Mereka, setelah tersertifikasi ini, langsung ditempatkan di beberapa perusahaan yang membutuhkan satpam, seperti PT Gudang Garam, perbankkan, dan beberapa perusahanaan swasta.

Setelah 60 peserta menjalani pengukuhan, para Peserta juga mempraktikkan cara menghalau sebuah kejadian, seperti penanganan kebakaran, pemeriksaan karyawan saat masuk ke dalam kantor, serta bagaimana cara menggunakan borgol dan tongkat. Saat ini, Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri kembali menerima permintaan satpam dari perusahaan di Kota Kediri, dan akan kembali menggelar pelatihan satpam untuk angkatan ke-18.(Tim. I)

Tim Sepak Bola Wanita Kota Kediri yang Diproyeksikan untuk Porprov Masih Terkendala Usia

 


KEDIRI,   mataperistiwa.com   – Tim sepak bola wanita yang tergabung dalam Inter Putri Kediri diproyeksi mengikuti Porprov tahun depan. Sayang, tidak semua penggawa dapat berlaga. Pasalnya, ada beberapa pemain yang terkendala masalah batas usia.

Alhasil, skuad yang bermain di Piala Pertiwi beberapa waktu lalu akan dibentuk ulang. “Untuk Porprov sendiri kami belum bentuk tim lagi,” terang Pelatih IPK Ahmad Zakiyyunnuhaa Fishilia.

Meski begitu, para pemain IPK saat ini tetap rutin menjalani latihan. Baik latihan fisik maupun taktikal. Tujuannya tidak lain agar kondisi pemain tetap terjaga. “Semberi kami cari-cari pemain,” jelas pelatih yang akrab disapa Zaki ini.

Terlepas dari itu, IPK beberapa waktu lalu mendapat kesempatan melangsungkan pertandingan uji coba melawan PON Putri Kaltim. Pertandingan itu berlangsung di Lapangan Ngronggo Kota Kediri pada Kamis (25/7) lalu. Meski hanya uji coba, hasilnya tidak baik untuk tim IPK. “Kami kalah telak 6 – 0,” akunya.

Menurutnya, tim PON Putri Kaltim memiliki kesiapan lebih untuk menjalani kompetisi. Salah satu faktornya, tim tersebut sudah lama menjalani training centre. Sehingga, secara permainan di lapangan, tim IPK masih di bawah sang lawan.

“Dari segi permainan memang kami kalah. Mereka adalah tim provinsi sedangkan kami hanya sekelas tim kota,” tandasnya.

Seperti diberitakan, IPK berhasil meraih juara tiga di Piala Pertiwi 2024. Raihan tersebut pun menjadi awal yang baik bagi sepak bola wanita di Kota Kediri yang nihil prestasi sejak empat tahun silam. Di samping itu, masih ada kompetisi lainnya, yakni porprov.

“Kami akan mempersiapkan lagi untuk agenda PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dan ASBWI (Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia,” terang Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Kediri Tomi Ari Wibowo pada Rabu (10/7) lalu.

(Tim. I)

Rawan Laka, 12 PJU Dipasang di Jalur Black Spot Pantura Pasuruan

 


Pasuruan,   mataperistiwa.com   - Pemerintah memasang 12 penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur rawan kecelakaan (black spot) pantura Pasuruan. Jalur yang dipasang PJU antara Rejoso-Nguling, Kabupaten Pasuruan.

"Ada 12 PJU yang dipasang di sepanjang Jalan Raya Rejoso hingga Nguling. Pemerintah pusat yang memasang karena jalur tersebut gelap saat malam sehingga rawan kecelakaan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brehaspati, Jumat (2/8/2024).

Eka menjelaskan, selain 12 PJU, juga dibangun satu traffic light di wilayah Nguling. Traffic light ini dibangun oleh Dishub Provinsi Jawa Timur.

"Kalau traffic light anggaran dari Pemprov Jatim," terangnya.

Diketahui, jalur pantura Rejoso-Nguling, Kabupaten Pasuruan merupakan titik rawan kecelakaan di Kabupaten Pasuruan. Kondisi jalan di jalur ini baik dan mulus, namun menyimpan bahaya di malam hari karena gelap.

"Sering terjadi laka lantas dengan korban meninggal dunia. Kami upayakan dengan meminta penambahan PJU. Alhamdulillah, saat ini mulai tahap pemasangan," kata Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP Agus Prayitno.
(Tim. I)

Kapolres Beri Bantuan Pensiunan Guru Sampang yang Tinggal di Rumah Ambruk

 


Sampang,   mataperistiwa.com  - Kapolres Sampang AKBP Hendro Sukmono mendatangi kediaman Supradani (80), pensiunan guru di Sampang yang kini tinggal di puing rumahnya yang ambruk.

Nenek Dani, sapaan akrabnya, diketahui tinggal di Jalan Agus Salim, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang. Hendro didampingi Kapolsek Kota Sampang dan Kasat Lantas meninjau lokasi dan memberikan bantuan.

"Kami baru mendapat informasi bahwa ada seorang nenek tinggal di gubuk kumuh dan tidak layak ditempati, sehingga perlu ada bantuan uluran tangan dari kita semua," kata AKBP Hendro usai melihat dan berdialog dengan nenek Dani di lokasi, Jumat (2/8/2024).

Hendro mengaku turut prihatin dengan kondisi mantan guru yang berjasa mendidik generasi bangsa. Ia berharap, masyarakat lainnya ikut tergerak untuk membantu Nenek Dani.
"Sesuai kemampuan kami bantu, saya minta anggota yang bertugas di sini untuk aktif memantau ibu (Dani) ini karena kondisinya sudah tua dan sendirian," imbuh Hendro.

"Semoga semua pihak bisa membantunya," tambahnya.

Sementara itu, Lurah Banyuanyar Mohhammad Ajir membenarkan bahwa Nenek Dani sudah lama tinggal di rumah bersejarah itu. Perekonomiannya terpuruk lantaran sering dimanfaatkan orang untuk pinjam uang, sehingga gajinya habis terpotong tunggakan utang.

"Ibu Dani ini PNS, jadi memang tidak terdata sebagai penerima bantuan. Dengan kebijakan kami masih mengupayakan di luar bantuan resmi itu," kata Ajir.

Meski bangunan tersebut bersejarah, pihak kelurahan tidak biasa berbuat banyak. Sebab, rumah tersebut merupakan hak milik keluarga. Sehingga, pihak pemerintah kesulitan untuk melakukan pemugaran ataupun renovasi saat ambruk.

"Ceritanya memang ibu itu masih keluarga Pak Halim Perdana Kusuma (Pahlawan Nasional) yang lahir di Sampang, ya lahir dan besar di rumah itu. Sayangnya rumah itu tidak dirawat, pemerintah tidak bisa intervensi karena milik pribadi," tandasnya.

Sebelumnya, kondisi memprihatinkan dialami Supradani (80), seorang pensiunan guru tinggal di rumah tidak layak huni di Kelurahan Banyuanyar, Sampang. Memasuki masa tuanya, ia harus berjuang seorang diri tanpa suami dan anak.

Nenek yang merupakan pensiunan guru salah satu SD di Camplong, Sampang itu terpaksa tinggal di rumah itu karena tidak punya tempat lain. Dia tidak mampu memperbaiki rumahnya karena gajinya habis, sehingga terpaksa mengumpulkan dan menjual barang rongsokan untuk bertahan hidup.
"Mau tinggal di mana lagi, orang ini rumah satu-satunya peninggalan orang tua saya. Cuma saya tak bisa merehab soalnya gaji saya habis," kata Supradani ditemui di rumahnya, di Jalan Agus Salim, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang, Kamis (1/8/2024).

Gaji pensiunnya habis terpotong untuk membayar utang di sejumlah koperasi saat dirinya masih berdinas. Dia mengaku beberapa pinjaman koperasi itu bukan untuk dirinya, tapi untuk membantu orang lain.

"Saya nggak tahu dulu itu apa karena saya yang bodoh sehingga sering ditipu. Tapi yang jelas niat saya hanya mau bantu mereka walau pun belakangan yang saya bantu menghilang dan tidak bayar," kata nenek yang akrab disapa Dani itu.

Padahal, Nenek Dani sendiri yang pensiun sebagai guru 20 tahun silam mengaku bahwa dirinya juga pernah memimpin salah satu sekolah di Sampang, sebagai kepala sekolah.

"Saya pernah mengajar di Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Camplong dan pernah menjadi kepala sekolah juga di sana," katanya.

Sejak atap rumahnya ambruk, dia hanya bisa pasrah menempati ruang tamu yang masih kokoh berdiri. Sebagian besar genting rumah itu sudah tidak ada lagi dan hanya tertutup terpal.

"Sejatinya rumah yang saya tinggali ini kondisinya bagus karena peninggalan kakek buyut saya. Pak Halim Perdana Kusuma (pahlawan nasional) itu saudaranya. Lahir dan masa kecilnya juga di sini," kata Nenek Dani.

"Cuma karena tak ada biaya, bertahun-tahun tidak pernah direnovasi sampai sekarang akhirnya ambruk," katanya.
(Tim. I)

Kamis, 01 Agustus 2024

Ibu dan Adik Sandra Diperiksa Polisi Ungkap Pemicu Pembunuhan

 


Surabaya,   mataperistiwa.com   - Polisi memeriksa keluarga Sandra, perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya Darmo Indah Selatan, Kecamatan Tandes Surabaya. Polisi menyebut, pembunuhan ini dipicu cekcok.

Rupanya, pelaku pembunuhan itu dilakukan sang adik, Sari (25). Motif Sari menghabisi Sandra dengan kabel USB hingga tewas belum terpecahkan.
Polisi memeriksa ibu dan adik Sandra. Mereka masih mendalami kata-kata yang memantik cekcok berujung tewasnya Sandra.
"Konflik keluarga, cekcok berdebat intinya itu. Makanya ini masih kami dalami kata-kata apa yang memicu emosi refleknya si pelaku," kata Plt Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Teguh Setiawan, Kamis (1/8/2024).
Teguh menambahkan, saat ini pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi dari pelaku dan ibu korban. Hal ini untuk mengetahui akar konflik yang memicu pembunuhan tersebut.
"Sementara masih kita (minta) keterangan ibunya, keterangan pelaku apa sih yang membuat masalah di keluarga itu," ujar Teguh.
Saat diamankan, Sari ternyata sempat mengelak membunuh kakaknya. "Awalnya dia (Sari) ndak mengakui," kata Teguh.
Menurut Teguh, Sari mengelak karena saat menghabisi kakaknya tidak ada saksi yang melihat. Namun setelah ditunjukkan sejumlah bukti dan alibi saat kejadian, Sari akhirnya tak bisa lagi mengelak.
"Akhirnya ada beberapa petunjuk saat hari (korban) meninggal Minggu (30/7/2024) dia ada di TKP. (Alasannya) karena menurut dia gak ada yang melihat," terang Teguh.
Saat ditemukan, warga dan petugas sempat mengira korban bunuh diri. Namun saat dilakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, korban ternyata dibunuh.
Sebelumnya, Sandra (30) ditemukan tewas di rumahnya di Darmo Indah Selatan Kecamatan Tandes Surabaya. Awalmua, korban diduga bunuh diri.
Sebab, saat ditemukan korban tewas dengan kondisi leher terlilit kabel USB. Korban ditemukan pertama kali satpam perumahan pada Minggu (30/7/2024).
Polisi lalu datang melakukan olah TKP pada Rabu (31/7/2024). Hasilnya, korban dinyatakan tewas karena dibunuh dan mengamankan Sari, adik korban yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.
(Tim. I)

160 Polisi Digembleng Dalmas untuk Amankan Pilkada di Kota Mojokerto


Kota Mojokerto,   mataperistiwa.com   - Sedikitnya, 160 personel Polres Mojokerto Kota digembleng kemampuan pengendalian massa (Dalmas). Latihan ini sebagai persiapan menangani potensi pergerakan massa dalam Pilkada Serentak 2024.

Latihan dalmas digelar di lapangan Gajah Mada, Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara. 160 personel mengikuti materi latihan penuh semangat. Jalannya latihan dipimpin langsung Kasat Samapta Polres Mojokerto Kota AKP Anang Leo Afera.

Peserta latihan dalmas terdiri dari 1 pleton negosiator polwan, 1 pleton dalmas awal yang anggotanya dari polsek jajaran, serta 1 kompi dalmas lanjut yang anggotanya dari semua satuan fungsi Polres Mojokerto Kota.

"Latihan ini untuk menyiapkan dalam rangka Operasi Mantap Praja Pilkada 2024, baik tingkat kota maupun Jatim," terang Kasat Samapta kepada wartawan di lokasi, Jumat (2/8/2024).

Diketahui, Polres Mojokerto Kota menjaga keamanan Pilkada 2024 di 2 wilayah pemerintahan. Yaitu Kota Mojokerto dan 4 kecamatan utara Sungai Brantas wilayah Kabupaten Mojokerto.

Anang menjelaskan, materi latihan dalmas meliputi negosiasi, dalmas awal dan dalmas lanjut. Menurutnya, latihan ini untuk meningkatkan kemampuan personel Polres Mojokerto Kota dalam menghadapi berbagai gangguan kamtibmas yang berpotensi terjadi dalam Pilkada 2024. Baik kemampuan fisik maupun mental.

"Potensi selalu ada, kami antisipasi saja, syukur-syukur situasi Pilkada aman, damai dan kondusif," jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Anang, latihan dalmas untuk menghadapi pengerahan massa yang berpotensi terjadi dalam Pilkada. Karena tidak puas terhadap pemungutan atau hasil penghitungan suara. Menurutnya, dalmas untuk melindungi para pengunjuk rasa sesuai pasal 3 Perkap nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengendalian Massa.

"Kalau itu terjadi, kami akan konsentrasi di tempat-tempat yang berpotensi didatangi massa. Misalnya KPU, Bawaslu dan kantor pemerintahan," tandasnya.
(Tim. I)

Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Jatim hingga Weekend

  


Surabaya,   mataperistiwa.com  - BMKG Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang terjadi di Perairan Jawa Timur hingga weekend.

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto mengatakan gelombang tinggi bisa mencapai 1,25-2,5 meter. Gelombang tinggi terjadi di beberapa daerah.
Di antaranya Perairan Kalteng bagian timur, laut Jawa utara dan selatan Bawean dan timur Masalembo.
Kemudian perairan Kepulauan Sapudi, Perairan Kepulauan Kangean, Perairan selatan Jatim, serta samudera Hindia selatan Jatim.
"Gelombang laut yang tinggi saat ini disebabkan karena angin yang berhembus di Perairan Jawa Timur memiliki kecepatan cukup kencang dengan arah yang dominan tetap selama beberapa hari ini," kata Ady saat dikonfirmasi, Jumat (2/8/2024).
BMKG menjelaskan pola angin di Indonesia bagian selatan saat ini umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.
Selain itu juga berpotensi terjadi hujan ringan di wilayah Perairan Jatim.
Untuk itu BMKG mengimbau agar masyarakat memperhatikan keselamatan dalam beraktivitas, termasuk pelayaran.
"Kepada masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kewaspadaan dan selalu mengupdate informasi dari BMKG sebelum beraktivitas," imbau Ady.
(Red. I)

Lengkap! Ini Pembagian Grup dan Format Liga 2 2024/2025



Surabaya,   mataperistiwa.com  - Pembagian grup dan format Liga 2 2024/2025 telah ditetapkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Berikut informasi selengkapnya.

Liga 2 2024/2025 akan diikuti sebanyak 26 klub. Jumlah tim tersebut dibagi menjadi tiga grup. Grup 1 diisi 9 tim, Grup 2 diikuti 9 tim, dan Grup 3 diisi 8 tim.

Tiga klub teratas di Grup 1 dan Grup 2 akan melaju ke babak 8 besar. Sementara Grup 3 hanya dua klub yang lolos ke babak 8 besar.

Pada babak 8 besar, akan dibagi menjadi 2 Grup dengan format tandang-kandang. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan melaju ke babak 4 besar dan merebutkan 3 tiket promosi ke Liga 1.

Adapun 18 tim akan melakoni laga play-off degradasi dengan dibagi menjadi 3 grup. Nantinya, 3 tim terbawah dari masing-masing grup akan terdegradasi ke Liga 3.

Menariknya, empat klub Jawa Timur tergabung dalam satu grup. Persela Lamongan, Deltras FC, Gresik United, dan Persibo Bojonegoro akan bersaing di Grup 3.

Empat klub itu akan menantang tim-tim kuat lainnya seperti Persipura Jayapura, Persipal BU, Persewar Waropen, dan RANS Nusantara FC.

Pembagian Grup Liga 2 2024/2025
Grup 1
• Persiraja Banda Aceh
• PSMS Medan
• PSPS Riau
• Sriwijaya FC
• PSKC Cimahi
• Persikota Tangerang
• Dejan FC Depok
• Persikabo 1973
• FC Bekasi City

Grup 2
• Persikas Subang
• Persekat Tegal
• Bhayangkara FC
• Persijap Jepara
• Persiku Kudus
• Persipa Pati
• PSIM Yogyakarta
• Nusantara United
• Adhyaksa Farmel

Grup 3
• Rans Nusantara FC
• Persibo Bojonegoro
• Persela Lamongan
• Gresik United
• Deltras FC
• Persipal Palu
• Persewar Waropen
• Persipura Jayapura.

(Red. I)

Tatap Muka dengan Tokoh Nelayan, Kapolres Situbondo Beri Bantuan Life Jacket untuk Keselamatan di Laut

 


SITUBONDO,   mataperistiwa.com  – Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K. bertatap muka dengan masyarakat nelayan dan pengguna jasa laut di wilayah Kabupaten Situbondo. 

Kegiatan digelar di Aula kantor KSOP Pelabuhan Kalbut Desa Semiring Kecamatan Mangaran, Kamis (1/8/2024).

Kegiatan itu dihadiri  sejumlah pemangku kepentingan di wilayah Pelabuhan Kalbut dan diikuti oleh warga nelayan Situbondo.

Hadir pula Danpos TNI AL Jangkar Letda Marinir Priyo Budi Utomo, Dan Pos TNI AL Panarukan Peltu Keu Supriyadi, Kepala Desa Semiring Matharis Subiyanto dan Kepala Desa Tanjung Pecinan.H Untung.

Pada kesempatan itu, Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan memperkenalkan diri kepada masyarakat dan tokoh nelayan sebagai Kapolres Situbondo yang baru.

Selain itu juga mengajak masyarakat untuk bersama ciptakan situasi aman dan kondusif, hindari konflik sekecil apapun bila ada permasalahan agar dapat di musyawarahkan dan berkoordinasi dengan TNi Polri, aparatur Pemerintah maupun otoritas pelabuhan.

“Tugas dari Kepolisian yang utama ada memelihara Kamtibmas , namun Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dari Masyarakat," ucap Kapolres Situbondo.

Ia mengajak bersama-sama menjaga keamanan ketertiban, dan keselematan diwilayah pesisir dan perairan laut.

Selain itu, Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan memberikan bantuan 50 buah life jacket sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada pekerjaan atau mata pencahariannya sebagai nelayan.

“Life jacket menjadi alat yang sangat vital untuk memastikan keselamatan nelayan yang setiap hari menghadapi potensi resiko kecelakaan di laut” ucap AKBP Rezi Dharmawan

Bukan hanya simbolis, bantuan ini juga menunjukkan tindakan nyata pihak Kepolisian untuk mendukung dan melindungi masyarakat pesisir.

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan menegaskan, keselamatan nelayan adalah prioritas utama, dan pemberian life jacket diharapkan menjadi langkah awal menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman di sektor perikanan.

Dengan adanya bantuan life jacket ini, diharapkan para nelayan di Situbondo akan semakin sadar akan pentingnya menjaga keselamatan diri saat beraktivitas di laut.

"Saya juga berharap agar bantuan tersebut memberikan perlindungan ekstra dan ketenangan bagi nelayan serta keluarga mereka," pungkasnya.

Usai silaturahmi dilanjutkan patroli laut bersama guna mengetahui potensi gangguan kamtibmas diwilayah perairan. (Red. Tim)

Polisi Droping Air Bersih untuk Warga Pulung Ponorogo

 


PONOROGO,   mataperistiwa.com - Mendapatkan informasi ratusan keluarga di Dusun  Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, membuat Polsek Pulung, Polres Ponorogo bergerak cepat.

Dipimpin langsung Kapolsek Pulung, AKP Mujiono, S.H. melaksanakan penyaluran air bersih kepada masyarakat.

Sebanyak 1 tangki truk kapasitas 8.000 liter, disalurkan ke Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan.

Menurut Kapolsek Pulung, AKP Mujiono, S.H, droping air bersih diberikan pada 6 titik di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung yang mengalami kekeringan dan kesulitan air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

"Sebanyak 100 keluarga di 6 RT pada Dusun Dungus, Desa Karangpatihan mengalami kekurangan sumber air bersih," kata AKP Mujiono, Kamis (1/8).

Sementara Kepala Dusun Dungus, Supriyanto mengatakan, setiap musim kemarau, warga kesulitan mendapat air bersih.

"Disini kita mengadalkan sumber mata air yang semakin mengering dimusim kemarau panjang ini, sehingga bantuan air bersih ini sangat diharapkan warga," kata Supriyanto.

Ia mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dari Polsek Pulung bagi warga yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.

"Terimakasih banyak kepada bapak Kapolsek Pulung atas bantua air bersih untuk warga di sini," pungkasnya. (Red. Tim)

Jalin Sinergi Jaga Kamtibmas, Kapolres Sampang Ajak Ratusan Awak Media Ngopi Bareng

 


SAMPANG,  mataperistiwa.com  – Kapolres Sampang AKBP Hendro Sukmono SH, S.IK, M.IK, rabu (31/07) malam laksanakan kegiatan Ngopi Bareng Bersama Media (Piramida) di Cafe Lora Kopi dengan mengundang ratusan awak media di Kabupaten Sampang.

Kegiatan Piramida merupakan upaya AKBP Hendro Sukmono bersilaturahmi dan mendekatkan diri dengan seluruh wartawan media massa baik media cetak dan media eletronik guna mendukung Polri khususnya Polres Sampang dalam pemeliharaan Kamtibmas.

Diawal sambutannya AKBP Hendro Sukmono memperkenalkan diri kepada awak media sekaligus menegaskan bahwa kesuksesan dalam karir di Kepolisian tidak lepas dari peran serta awak media.

Menurut Kapolres Sampang AKBP Hendro Sukmono, wartawan media cetak dan wartawan media eletronik sudah dianggap sebagai saudara sekaligus kontrol bagi dirinya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Saya harap komunikasi antara Polres Sampang dengan seluruh awak media massa terjalin dengan baik dan harmonis," ungkapnya.

Kapolres Sampang juga mengajak media untuk menjaga Kamtibmas di Kabupaten Sampang sehingga senantiasa aman damai dan kondusif.

Selain AKBP Hendro Sukmono juga tampak PJU Polres Sampang yang ikut serta berkomunikasi dua arah dengan awak media.

Kapolres Sampang juga menyampaikan mengucapkan terima kasih kepada seluruh wartawan yang telah hadir dalam kegiatan Piramida.

Ia juga menjelaskan betapa pentingnya pemberitaan media massa dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian khususnya Bidang Harkamtibmas.

Kegiatan ngopi bareng bersama media merupakan tindak lanjut program Manajemen Media Pers yang disampaikan kepada PJU Polres Sampang dan Kapolsek jajaran saat laporan kesatuan pada tanggal 19 Juli kemarin.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan - rekan media karena telah memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan berbagai pelaksanaan tugas Polri," ungkapnya.

Kapolres Sampang juga menyampaikan bahwa Polres Sampang siap menerima masukan-masukan dari seluruh awak media massa demi meningkatkan pelayanan Kepolisian kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh awak media massa baik wartawan cetak dan elektronik lebih bersinergi dengan Polres Sampang untuk mewujudkan Kamtibmas yang aman, damai, sejuk dan kondusif di Kabupaten Sampang. (Red. Tim)

Demi Kenyamanan Masyarakat Rayakan HUT RI ke-79, Kapolres Kediri Larang Penggunaan Sound Horeg

 

 KEDIRI,  mataperistiwa.com  – Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto S.H., S.I.K, melarang masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan yang menggunakan sound system besar atau battle sound di perayaan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dikarenakan penggunaan battle sound yang kapasitasnya besar ini dianggap mengganggu ketenteraman di lingkungan. 

Tak hanya suaranya yang bising dan keras, sound system dengan jenis tertentu bisa menimbulkan getaran hebat yang mengakibatkan pecahnya kaca-kaca rumah warga serta genting rontok.

"Boleh merayakan peringatan Hari Kemerdekaan RI akan tetapi bila ada masyarakat yang menggunakan sound horeg atau battle sound ukuran melebihi kriteria tentunya kami tindak secara tegas,"ujar AKBP Bimo, Selasa (30/7/2024).

AKBP Bimo menyampaikan, untuk menghindari penggunaan pengeras suara berlebihan atau battle sound ini saat karnaval Agustus nanti, pihaknya akan melakukan pemantauan ketat. Setiap sound yang akan ikut tampil akan dicek apakah sudah sesuai standar atau belum.

"Tentunya jika sound dengan kriteria tumpukan besar atau lebih dikenal battle sound maupun sound horeg kami tidak memberi izin,"ucap Kapolres Kediri.

Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan secara langsung apakah sound system yang digunakan berlebihan atau tidak. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentunya tidak segan untuk menindak.

"Tentu akan kami ada personil di Polsek dimana akan memantau langsung kegiatan di setiap Desa kecamatan, terutama saat akan karnaval. Apakah tumpukan sound system berlebihan atau tidak. Karena ini untuk kenyamanan bersama juga," tegas AKBP Bimo.

AKBP Bimo, nantinya akan diberi batasan penggunaan sound system, termasuk dilarang membunyikan saat masih diparkir. Melakukan cek sound saat malam hari juga dilarang. Peserta maupun panitia juga dilarang membawa senjata tajam dan minuman keras. 

Kapolres Kediri mengimbau pada masyarakat untuk menaati peraturan yang ada. Bagi masyarakat yang memiliki keluhan terkait hal tersebut, AKBP Bimo juga menyarankan untuk langsung melapor pada kepolisian terdekat.

"Jangan segan untuk melapor apabila ada hal-hal yang menggangu ketertiban di masyarakat. Ayo kita menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan hal-hal yang positif,"ungkap AKBP Bimo.(Red. Tim)

Polisi Berhasil Amankan 3 Tersangka Curanmor Beraksi 4 TKP di Lumajang

 

 LUMAJANG,  mataperistiwa.com  - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jatim berhasil menangkap pelaku dan penadah pencurian Mobil.

Tiga pelaku diamankan diantaranya, R (37), warga Lumajang yang merupakan aktor utama.

Sedangkan dua orang lagi inisial NH (35) asal Bondowoso, dan S (55) warga Lumajang diduga sebagai penadah.

Kejadian bermula dari laporan warga Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, yang kehilangan mobil Daihatsu Grandmax. 

Korban mendapati mobilnya raib saat terbangun dari tidur pada dinihari, Rabu 24 Juli 2024. 

Korban mengaku, sekira pukul 21.00 WIB korban memarkir mobilnya di halaman rumah setelah diambil dari bengkel. 

Namun sekitar pukul 01.30 WIB, istrinya terbangun, dan melihat di halaman rumah mobilnya sudah raib. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polisi langsung melakukan penyelidikan. 

Tidak butuh waktu lama, Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan penangkapan.

"Kami awalnya menangkap pelaku pencuri mobil berinisial R dirumahnya di Desa Karanglo, Kecamatan Kunir," ujar Kapolres Lumajang AKBP Mohammad Zainur Rofik,Kamis (1/8).

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka R, diketahui bahwa ia seorang spesialis kasus pencurian mobil.

Tersangka R diketahui menjalankan aksinya dengan menggunakan kunci kontak palsu. 

Setelah berhasil mencuri mobil korban, ia menjualnya kepada NH dengan harga Rp 23.000.000.

"Pelaku mengaku telah menjual mobil curian tersebut kepada NH di Bondowoso seharga Rp 23.000.000," ujar AKBP Rofik.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan mobil curian tersebut di tangan pembeli, yakni tersangka NH. 

"Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut," ujar AKBP Rofik.

Kapolres Lumajang mengungkapkan tersangka R merupakan pelaku yang sangat lihai. 

Ia telah beraksi di 4 TKP, diantaranya Kelurahan Citrodiwangsan, Labruk Lor, Klampokarum, Kecamatan Tekung, dan  Sukosari Kecamatan Kunir. 

"Tersangka R ini juga terlibat kasus penipuan serta penggelapan mobil sebanyak 10 kali," ujarnya. 

Selain mengamankan tiga pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 4 mobil pick up gran max, dan avanza

Ketiga pelaku kini telah mendekam di tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya, pelaku R dijerat dengan Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan. Sedangkan  NH dan H dikenakan pasal 480 KUHP penadah. (Red. Tim)

Polisi Temukan Bahan-bahan Peledak di Rumah Terduga Teroris

 


BATU,  mataperistiwa.com  - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dibantu oleh Tim Labfor dan Jibom Sat Brimob Polda Jatim melakukan penggeledahan dan olah TKP selama tujuh jam di rumah terduga pelaku teroris, kawasan kompleks Perumahan Bunga Tanjung, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. 

Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto menyampaikan, terkait dengan proses penyelidikan dugaan tindak pidana teroris ini,Tim Jibom Satbrimob Polda Jatim sudah melakukan sterilisasi sejak kemarin,Rabu (31/7) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Tim Jibom sudah melakukan sterilisasi sejak kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB. Dirumah ini," ujar Kombes Pol Dirmanto di TKP, Kamis (1/8).

Kombes Pol Dirmanto mengatakan, Tim Labfor Polda Jatim juga sudah bekerja melakukan pencarian dan pengumpulan barang bukti sesuai dengan SOP dari pkl.07.00 Wib.

“Tim Inavis dan penyidik juga melakukan inventarisasi barang bukti yang ada di TKP,”terang Kombes Pol Dirmanto.

Kini Polisi sudah mengamankan beberapa barang bukti yang ada, termasuk pengambilan sidik jari maupun DNA untuk proses penyidikan lebih lanjut.

"Ada bahan kimia yang diduga digunakan untuk membuat Handak lengkap dengan  peralatan pembuatan Handak dan casing Bom," ungkap Kombes Dirmanto.

Disinggung terkait jaringan terduga teroris ini, Kabidhumas Polda Jatim mengatakan masih dalam proses pendalaman dan nanti akan disampaikan oleh Divisi Humas Mabes Polri.

“Terkait detailnya, nanti Divhumas Mabes Polri yang akan merilis ya,” tutup Kombes Dirmanto usai mendampingi Tim Labfor dan Jibom Satbrimob Polda Jatim di TKP.

Dari hasil informasi yang dihimpun, tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri telah mengamankan tiga orang dari penangkapan di Kota Batu, Jawa Timur. (Red.Tim)