KEDIRI, mataperistiwa.com - Sikap abai masyarakat yang sembarangan membuang puntung rokok berbuah petaka. Rumpun bambu alias barongan di Dusun Pengkol, Desa Kasreman, Kandangan, kemarin sore terbakar setelah tepercik api dari sisa rokok warga yang melintas. Kejadian tersebut langsung memicu kepanikan warga.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00. Saat kejadian, M. Nurul Khusnun, 25, hendak mandi dan bersiap menunaikan salat Jumat. Niatnya itu terpaksa diurungkan setelah dia mendengar teriakan anak-anak dan tetangganya. “Toloong! Toloong!” kata Khusnun menirukan kepanikan tetangganya kemarin.
Khusnun sontak berlari ke bagian belakang rumah setelah diberitahu jika rumpun bambu milik ayahnya terbakar. Pria yang sudah bertelanjang dada hendak mandi itu langsung mengambil kaus dan berlari ke lokasi kejadian.
Melihat angin yang bertiup kencang dan api yang semakin membesar, Khusnun tahu jika si jago merah bisa menjalar dengan cepat. Dia pun berinisiatif membuat parit untuk mencegah kebakaran meluas.
Praktik memang tak semudah teori yang sering dibacanya. Parit yang dibuat menggunakan kayu itu kurang dalam dan kurang lebar. Akibatnya, api dengan mudah menjalar ke batang kayu lain yang masih terjangkau. “Nggak bisa memadamkan api memakai air karena jauh dari sumber air,” lanjutnya.
Sadar upaya pertamanya tak membuahkan hasil, Khusnun langsung membuka Instagram (IG) dan mencari nomor telpon pemadam kebakaran (damkar). Rupanya, dia hanya bisa menemukan nomor telpon Damkar Ngadiluwih. “Saya minta disambungkan ke Damkar Pare,” terangnya.
Sekitar 30 menit kemudian petugas Damkar Pare tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan pemadaman dari beberapa sisi. Koordinator Damkar Pos Pare Arif Peristiwantoro mengungkapkan, pemadaman sempat terhambat karena lokasi yang jauh dari sumber air. “Titik apinya juga menyebar,” jelasnya sembari menyebut api baru berhasil dipadamkan pukul 14.00.
Apa yang menyebabkan kebakaran? Arif mengaku masih melakukan penyelidikan. Khusnun yang ditanya tentang hal ini juga tidak bisa menjawab pasti. Meski demikian, dia menduga kuat kebakaran karena dipicu puntung rokok.
“Beberapa kali terjadi karena putung rokok. Kalau pembakaran sampah bukan. Warga sudah paham kalau sampahnya dibakar nanti bisa merembet (apinya, Red),” sambung Khusnun lagi.(red.L)
Sadar upaya pertamanya tak membuahkan hasil, Khusnun langsung membuka Instagram (IG) dan mencari nomor telpon pemadam kebakaran (damkar). Rupanya, dia hanya bisa menemukan nomor telpon Damkar Ngadiluwih. “Saya minta disambungkan ke Damkar Pare,” terangnya.
Sekitar 30 menit kemudian petugas Damkar Pare tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan pemadaman dari beberapa sisi. Koordinator Damkar Pos Pare Arif Peristiwantoro mengungkapkan, pemadaman sempat terhambat karena lokasi yang jauh dari sumber air. “Titik apinya juga menyebar,” jelasnya sembari menyebut api baru berhasil dipadamkan pukul 14.00.
Apa yang menyebabkan kebakaran? Arif mengaku masih melakukan penyelidikan. Khusnun yang ditanya tentang hal ini juga tidak bisa menjawab pasti. Meski demikian, dia menduga kuat kebakaran karena dipicu puntung rokok.
“Beberapa kali terjadi karena putung rokok. Kalau pembakaran sampah bukan. Warga sudah paham kalau sampahnya dibakar nanti bisa merembet (apinya, Red),” sambung Khusnun lagi.(red.L)
0 komentar:
Posting Komentar